Your Ad Here

Archive

Posts Tagged ‘Ujian nasional’

Memaknai Ujian Nasional

June 17th, 2009 ayad No comments

Memaknai Ujian Nasional (Momok UN 2)

Oleh Hayadin

Hari hari dalam bulan ini (Juni 09) pelajar SMA, SMP, M.Ts, MA, SMK, tengah mengekspresikan perasaan terhadap hasil pengumuman Ujian Nasional. Mereka yang lulus mengekspresikannya dengan melakukan konvoi hingga memacetkan jalan publik, corat-coret baju sekolah, dan berpesta pora saking gembiranya. Mereka yang tidak lulus ujian menangis sejadi-jadinya (kurang lebih sama seperti ditinggal oleh orang yang dicintai, atau kehilangan sesuatu yang berharga), mungkin merasa kehilangan harapan dan masa depan. Bahkan bukan hanya pelajar, pihak lain seperti orang tua dan guru-pun juga turut terlibat merespon pengumuman hasil Ujian Nasional tersebut. Mereka para orang tua dan guru turut bergembira dan bersedih merespon pengumuman Ujian Nasional.

Seremonial Pendidikan Nasional

Ujian Nasional yang selalu mengundang perhatian media

Ujian Nasional yang selalu mengundang perhatian media

Lalu apa arti dari semua peristiwa tersebut? Mereka yang bergembira bahkan euphoria? Ada juga mereka yang menangis dengan sangat pilu sekali? Apa sesungguhnya yang terjadi.

Secara faktual harus diakui dengan jujur bahwa Ujian Nasional (dalam bentuknya yang sekarang) telah melahirkan kebiasaan atau cara pandang tertentu di dalam kehidupan masyarakat Indonesia umumnya dan anak sekolah khususnya. Di dalam kepala masyarakat Indonesia dan pelajar khususnya (menurut saya) telah terbangun cara pandang bahwa belajar dan ikhtiar untuk menjadi pintar harus ditempuh dalam sebuah siklus yang panjang dengan sedemikian rupa proses dan prosedur. Belajar tidak cukup hanya dengan mencerap informasi baru dan merubah perspektif atau wawasan untuk maju dan lebih baik. Belajar haruslah dilakukan secara sempurna dimana Ujian Nasional merupakan momentum untuk menguji kesempurnaan tersebut. Seseorang juga dinilai pintar kalau ia Lulus Ujian Nasional.

Anak yang lulus Ujian Nasional merayakan keberhasilannya secara berlebihan, seakan-akan mereka sudah memperoleh sesuatu yang menjamin masa depan mereka. Demikian pula sebaliknya, anak anak pelajar yang tidak lulus Ujian Nasional meratapi kegagalan mereka secara berlebihan, seakan-akan masa depan mereka sudah hancur.

Seorang pelajar Sekolah Dasar yang telah belajar selama lima tahun lebih, pada tahun ke enam ia akan menjalani Ujian Nasional. Seorang pelajar sekolah jenjang pendidikan menengah yang telah belajar 2 tahun lebih, pada tahun ketiga akan menjalani Ujian Nasional. Mereka yang tidak lulus (cenderung) menilai dirinya gagal dan sia-sia belajar selama enam tahun atau tiga tahun di sekolah tersebut.

Ujian Nasional telah menjadi sebuah Seremonial Bangsa yang sakral, dramatis, penuh dengan ketegangan, kecemasan, ketakutan, dan ancaman psikologis terhadap masa depan pelajar Indonesia. Untuk itu diperlukan kreativitas, dan kearifan dalam mengelolah Ujian Nasional.

Baca juga:

* Momok Ujian Nasional

Incoming search terms:


Momok Ujian Nasional

June 15th, 2009 ayad No comments

Momok Ujian Nasional

Oleh Hayadin

Ujian Nasional Yang Menjadi Momok

Ujian Nasional Yang Menjadi Momok

Pada beberapa tahun terakhir, Ujian Nasional selalu menjadi berita yang ramai dan menjadi salah satu isu dari praktek pendidikan nasional. Angka kelulusan (passing grade), posisi dan fungsinya sebagai penentu kelulusan, hingga pada aspek manajemen dan penyelenggaraannya yang selalu melahirkan masalah. Tahun ini misalnya, masalah Ujian Ulangan dan Ujian Susulan menjadi berita yang hangat dan ramai di berbagai media. Pada tahun lalu kebocoran soal dan kunci jawaban Ujian Nasional menjadi berita yang ramai dan hangat di perbincangkan di berbagai media. Dan pada tahun sebelumnya keberatan dan aksi demonstrasi dari pihak orang tua siswa yang tidak lulus Ujian Nasional bahkan hingga ke meja Pengadilan juga menjadi berita.

Shock Terapi

Salah satu arguman pemerintah untuk mempertahankan penyelenggaraan Ujian Nasional adalah memberikan Shock Terapi kepada bangsa umumnya dan kepada pelajar khususnya untuk meningkatkan hasil belajar dan prestasi akademik. Sudah menjadi pengetahuan umum kalau budaya bangsa kita tergolong malas kerja danĀ  malas juga belajar. Sangat sedikit anak sekolah yang rajin dan giat belajar untuk menguasai materi pelajaran di sekolah. Pada sisi lain sarana-prasarana pembelajaran di sekolah masih minim, dan metode serta strategi pendekatan dan iklim belajar yang ada di dunia pendidikan nasional kita juga masih mengundang banyak kritikan untuk harus diperbaiki.

Perlu inovasi dalam penyelenggaraan Ujian Nasional

Perlu inovasi dalam penyelenggaraan Ujian Nasional

Melalui proses Ujian Nasional dengan standard Angka Kelulusan yang ditetapkan pada angka tertentu oleh pemerintah (Menteri Pendidikan Nasional), membuat peserta didik, orang tua siswa, dan para pendidik dan tenaga kependidikan merasa tertantang dan ada yang khawatir (shock) karena takut tidak lulus ujian nasional. Efeknya terlihat jelas, menjelang ujian nasional, berbagai aktivitas bimbingan belajar ramai dikunjungi oleh pelajar.

Akan tetapi aktivitas belajar yang ekstra keras tersebut belum melahirkan hasil yang sepenuhnya diharapkan oleh siswa dan orang tua siswa. Selalu saja ada anak, orang tua siswa dan pendidik dan tenaga kependidikanĀ  yang kecewa karena tidak lulus Ujian Nasional. Ada anak yang tidak lulus karena secara real tingkat pengetahuannya sangat rendah, dan ada pula yang tidak lulus karena factor lain, misalnya faktor psikologis dan faktor kesehatan. Selain ketidak lulusan, ada pula cerita lain yang mengiringi proses penyelenggaraan Ujian Nasional setiap tahunnya, yakni factor penyelenggaraannya. Kebocoran tes/ soal dan kunci jawaban, contek alias chating, ada juga guru yang mengajari peserta ujian, memberikan jawaban, dan lain-lain.

Perlu Inovasi Manajemen

Penyelenggaraan Ujian Nasional yang diselenggarakan setiap tahun yang menelan anggaran Negara sangat besar, sudah semestinya dilakukan secara cermat, terencana dan efektif. Ujian Nasional harus secara efektif memberikan manfaat dan kontribusi yang real dalam upaya menciptakan kualitas sumber daya manusia Indonesia yang unggul, bukan untuk seremonial semata. Penyelenggaraannya harus secara cermat memperhitungkan berbagai factor pendukung dan penghambat serta juga mempertimbangkan efek dan manfaatnya bagi kepentingan peserta didik dan kepentingan pembangunan secara makro. Untuk itu diperlukan inovasi dan kreativitas dalam penyelenggaraan Ujian Nasional di masa yang akan datang.