Your Ad Here

Archive

Posts Tagged ‘tugas dan fungsi’

Tanggung jawab Aktor Pendidikan

August 6th, 2009 ayad No comments

Tanggung jawab Aktor Pendidikan

By; Mr. pmd

Secara umum dan sederhana, pendidikan bertugas membina potensi anak teraktualisasi dengan baik. Beberapa potensi anak yang secara basic perlu dikembangkan adalah: potensi fisik, mental, sosialisasi, intelektual, dan spiritual.

Sampai disini, tentu kita melihat spekturum yang luas dari tugas dan tanggung jawab pendidikan. Tapi sebenarnya, kita bisa membuat batasan tersebut menjadi lebih sederhana dengan membagi wilayah tanggung jawab kepada semua aktor (stakeholder pendidikan).

Ada empat Aktor Pendidikan yang secara melekat mengiringi keseluruhan perkembangan anak, yakni: orang tua sebagai actor utama dalam keluarga,  masyarakat, Media, dan sekolah.

Tanpa meredusir peran para actor lainnya yang cenderung (sifatnya) tidak berbayar mahal, kita perlu arif untuk melekatkan apa yang sesungguhnya menjadi (dan harus menjadi) fungsi dan tugas dari lembaga sekolah.

  1. Pengembangan Potensi Fisik. Apakah sekolah dapat menjalankan tugas secara penuh terhadap perkembangan fungsi otot, saraf dan panca indera agar dapat melakukan kordinasi gerakan yang baik dan maksimal? Tentu kita mungkin sepakat bahwa lembaga sekolah tidak dapat menjalankan fungsi tersebut sampai pada porsi 50%. Tugas tersebut  lebih banyak di ambil oleh orang tua dan keluarga.
  2. Pengembangan Potensi Mental. Apakah sekolah harus bertanggung jawab terhadap perkembangan mental dan kepribadian serta kematangan seorang anak. Tentu kita mungkin sepakat bahwa sekolah harus bertanggung jawab. Tetapi tugas tersebut sudah dilakukan oleh orang tua sejak awal kelahiran anak. Oleh karena itu, sekolah harus bersinergi dengan orang tua dalam tugas ini.
  3. Pengembangan potensi sosial. Apakah sekolah dapat berfungsi untuk mengembangkan kemampuan anak dalam bersosialisasi, berteman, berdemokrasi, toleransi, kerjasama, menangani konflik, berkomunikasi dan berinteraksi secara baik?
  4. Pengembangan potensi intelektual. Apakah sekolah dapat berfungsi untuk mengembangkan kemampuan anak dalam berhitung, berbahasa, menulis, membaca, mengaji, menguasai berbagai ilmu pengetahuan yang relevan?
  5. Pengembangan potensi spiritual. Apakah sekolah dapat berfungsi mengembangkan potensi spiritual-keberagamaan?

Dari lima dimensi tersebut di atas, tugas yang secara ekslusif diperankan oleh sekolah adalah pengembangan potensi intelektual dan potensi social anak. Sementara pengembangan potensi lainnya dapat dilakukan secara inklusif.

Sampai disini, para orang tua, guru, dan actor pendidikan lainnya dapat melihat dirinya masing-masing (refleksi) terhadap sikap dan perilaku yang selama ini ditunjukkan.

Apakah sebagai orang tua kita sudah menjalankan tugas dan fungsi pengembangan potensi anak, atau mungkin berharap terlalu besar kepada sekolah untuk menyempurnakan anak kita?

Apakah sebagai aparat sekolah kita mampu memenuhi tugas dan tanggung jawab untuk mencerdaskan dan, membina serta memelihara karakter yang baik; atau mungkin banyak meminta iuran dengan dalih meningkatkan kualitas anak?