Your Ad Here

Archive

Posts Tagged ‘masa depan’

Daftar Harapan

August 15th, 2010 ayad No comments

Membuat Daftar Harapan atau Mimpi

Oleh: Hayadin

Salah satu keunikan manusia adalah pada keinginan atau kehendaknya. Para filosof bahkan memandang kehendak sebagai salah satu unsur dasar kehidupan manusia, selain intelek atau rasio. Jika rasio dipandang sebagai alat kehidupan manusia yang bersumber dari akal sehat atau pada otak, sebaliknya kehendak dipandang sebagai alat kehidupan manusia yang berasal dari dunia bawah sadar yang tidak rasional. Kehendak tidak memerlukan alasan atau penjelasan untuk muncul. Ia dapat saja muncul secara tiba-tiba dari dalam diri manusia.

Masa depan yang dapat dikatakan masih bersifat abstrak menyimpan berbagai harapan bagi setiap orang. Dalam pandangan yang sederhana kita dapat mendefinisikan masa depan sebagai ”Harapan”. Pemilik masa depan adalah mereka yang mempunyai Harapan. Dan mereka yang tidak memiliki harapan berarti tidak memiliki masa depan.

Harapan dapat muncul dimana saja dan kapan saja. Tidak perlu kecerdasan tinggi untuk memiliki harapan. Setiap orang memiliki harapan.

Karena setiap orang memiliki harapan, lalu apakah setiap orang dapat dikatakan merupakan pemilik masa depan?

Mestinya: YA. Tetapi kebanyakan harapan tersebut hanya muncul sekejap lalu hilang entah  kemana. Pada suatu kesempatan tertentu, entah pada kesempatan menonton pertunjukkan konser musik, menonton sinetron, di depan TV, atau di dalam pesawat, muncul harapan dan keinginan besar untuk meraih ini itu, memiliki ini itu, dan menjadi ini itu. Tetapi pada beberapa jam kemudian harapan tersebut menjadi hilang. Bahkan tertimbun oleh rutinitas dan beban belajar, tugas atau pekerjaan. Sehingga harapan dan keinginan besar tadi menjadi terkubur seakan tak pernah muncul.

Ini merupakan kasus yang sering terjadi pada kebanyakan orang. Karena kita tidak terbiasa untuk menulis harapan dan keinginan tersebut. Lalu mengapa kita tidak menulisnya. Siapa yang melarang dan apa hambatannya untuk menulis harapan dan keinginan tersebut? Tidak peduli realistik atau imposible harapan dan keinginan tersebut, ia adalah sesuatu yang muncul dari dalam diri Anda. Keinginan dan harapan tersebut lahir dari diri Anda. Lalu mengapa kita meremehkanya? Kehidupan dan waktu memiliki hukumnya sendiri yang terkadang tidak dimengerti dalam mewujudkan harapan dan keinginan seseorang. Disamping ikhtiar, dan berdo’a, juga alam semesta dan perputaran waktu menjadi faktor yang mempengaruhi terwujudnya keinginan dan harapan seseorang.

Oleh karena itu, buatlah daftar harapan dengan cara menulisnya. Jangan biarkan ia hadir hanya di otak dan kemudian hilang entah kemana. Dengan menulisnya, kita dapat membacanya, mengoreksinya, menertawakannya, bahkan memilah atau memilih mana yang bisa diraih dan mana yang mustahil. Meskipun mustahil menurut pikiran kita, tetapi biarkanlah ia dalam daftar harapan. Pada kesempatan yang lain kita dapat membukanya dan melihatnya kembali. Tidak ada yang melarang dan itu hanya untuk Anda bukan untuk dipublikasi.

Caranya: Siapkan selembar kertas, atau sebuah buku khusus untuk menulis daftar harapan atau keinginan Anda. Jika menggunakan buku, tulislah Judul buku tersebut sebagai Daftar Harapan (Hope List). Setiap kali Anda memiliki keinginan harapan bahkan ide gila (maid idea), tulislah pada hari dan tanggal berapa Anda mendapatkan keinginan tersebut, lalu tulislah di bawahnya  keinginan Anda. Jika Anda memiliki lebih dari satu keinginan, tulislah secara berurut dengan menggunakna nomor urut. Tulis sesingkat dan sejelas mungkin. Apapun yang Anda tulis, itu adalah hak Anda. Bukan untuk dipublikasi. Simpanlah untuk diri Anda sendiri. Jika menggunakan kertas (karena Anda tidak membawa Buku Daftar Harapan: tulislah hari dan tanggal Anda mendapatkan keinginan tersebut, lalu tulislah dibawahnya harapan dan keinginan Anda. Anda dapat memindahkan catatan kertas tersebut ke dalam Buku, atau Anda dapat menggunakan File atau FolderMap untuk mengumpulkannya.

Incoming search terms:


Orang Beruntung

August 11th, 2010 ayad No comments

Siapakah Orang Beruntung

Oleh: Hayadin

Rasulullah SAW, memberikan wawasan yang sangat arif, luas, dan dalam serta bijaksana tentang perencanaan hidup manusia. Beliau membagi manusia atas tiga kategori, yakni beruntung, lalai, dan merugi.

Orang yang beruntung menurut Rasulullah SAW adalah orang yang hari ini lebih baik dari hari kemarin (masa lalu). Dalam kalimat yang lain juga berarti orang beruntung adalah orang yang kehidupannya saat ini lebih baik, lebih berkualitas dibandingkan dengan kehidupannya di masa lalu. Untuk mendapatkan alur hidup seperti ini dibutuhkan kecerdasan dan ikhtiar yang terarah, sungguh sungguh dan terus menerus. Kehidupan tidak cukup diserahkan kepada alam. Manusia harus melakukan rekayasa untuk mengolah lingkungan sekitarnya dalam rangka memperbaiki kualitas dan taraf kehidupanya.

Orang yang merugi menurut Rasulullah SAW adalah mereka yang hari ini lebih buruk dari pada hari kemarin (masa lalu) atau hari kemarin (masa lalu) lebih baik dari pada hari ini). Dengan kalimat yang lain juga berarti bahwa orang yang merugi adalah mereka yang memiliki kualitas kehidupan yang lebih baik di masa lalu tetapi tidak dapat mempertahankanya dan meningkatkannya sehingga kualitas hidup tersebut menjadi hilang, dan berganti dengan kehidupan yang buruk atau rendah kualitasnya. Alur kehidupan seperti ini dapat disebabkan oleh kesalahan manusia sendiri yang tidak melakukan ikhtiar terarah, dan berkesinambungan; atau mungkin juga disebabkan oleh faktor alam yang merusak kehidupan manusia seperti musibah, dan  bencana alam.

Kategori ketiga adalah orang yang lalai. Menurut Rasulullah Muhammad SAW, orang yang lalai adalah orang yang keadaannya hari ini (sekarang) sama dengan atau tidak ada perbedaan dengan hari kemarin (masa lalu). Dengan kalimat yang lain juga berarti bahwa orang yang lalai adalah mereka yang tidak membuat perubahan dalam hidup, sehingga kualitas kehidupannya sekarang sama dengan masa lalunya. Tidak ada perubahan. Mereka tidak pernah melakukan inovasi, dan terobosan besar dalam kehidupannya.

Gambaran kategori hidup dalam dimensi waktu yang digambarkan oleh Rasulullah SAW, tersebut di atas, sangat menarik, karena menyiratkan banyak hal kepada kaum  muslimin, antara lain: hidup harus kreatif dan inovatif; terencana dan terarah; ikhtiar yang berkesinambungan; dalam hidup perlu ada refleksi dan evaluasi; dan perlunya melakukan terobosan (breakthrough) untuk mengatasi keterpurukan dalam hidup.

Kreatif dan  inovatif merupakan jalan bagi manusia untuk melakukan pembaharuan. Kreatif berarti menciptakan sesuatu yang berbeda. Orang kreatif memanfaatkan segala benda dan ide yang ada disekelilingnya menjadi berbeda dan membawa manfaat yang lebih besar. Demikian pula halnya dengan inovasi yang berarti menemukan sesuatu yang baru sebagai perkembangan dari bentuk sebelumnya atau sama sekali baru atau  belum pernah ada sebelumnya.

Hidup juga harus terencana dan terarah. Dengan perencanaan yang terarah maka ikhtiar manusia berjalan secara disiplin dan berkesinambungan.Tanpa perencanaan yang baik, kehidupan tidak memiliki disiplin. Semuanya dikerjakan berdasarkan kesenangan, selera, atau pengaruh lingkungan yang belum tentu selaras dengan kehidupan seseorang. Dengan perencanaan, maka setiap ikhtiar akan memiliki rumusan tujuan dan niat yang tegas serta jelas: untuk apa suatu ikhtiar dikerjakan. Niat dan tujuan yang tegas tersebut akan menjadi landasan disiplin dalam menjalani proses ikhtiar hingga mencapai hasil yang diinginkan. Sebaliknya tanpa niat dan tujuan yang jelas maka ikhtiar yang dilakukan bernilai kosong, tidak memiliki disiplin, tidak ada proses dan kesinambungan yang jelas, dan tidak membuahkan hasil.

Manusia juga perlu melakukan refleksi dan evaluasi atas kehidupan yang dijalaninya. Melalui refleksi dan evaluasi, manusia melihat kembali perjalanan hidupnya di masa lalu hingga pada titik sekarang. Apa amal sholeh yang telah dilakukannya, apa yang telah ia capai, bagaimana ia mencapai prestasi tersebut. Apa kekeliruan yang telah ia lakukan. Manusia juga dapat melakukan refeleksi tentang masa depannya berdasarkan perjalanan hidup yang telah ia lewati. Bagaimana kesinambungan dari perjalanan tersebut, dan apa yang akan di lakukan atau tidak dilakukan dimasa depan dalam rangka menciptakan kehidupan yang lebih baik.

Apa yang disabdakan oleh Rasululah tersebut, secara imperatif merupakan ajaran untuk proaktif dan merencanakan hidup dan merancang masa depan. Mari jadikan Bulan Ramadhan ini sebagai momentum untuk menullis rencana masa depan yangkan kia evaluasi pada Ramadhan berikutnya.

Incoming search terms:


Demi Masa Depan

April 27th, 2010 ayad No comments

Demi Masa Depan, tapi Apa Artinya???

Oleh: Penulis pmd Support

Kita tentu sering mendengar kalimat seperti di bawah ini:

Jangan lakukan! Itu akan merusak masa depanmu.

Ingat masa depan Dong!

Kalian tidak punya masa depan!!!

Saya sering mendengarnya. Sebagai anak dan pelajar saya mendengar itu sebagai bagian dari nasehat orang tua dan guru kepada saya. Dan sebagai orang tua atau senior kita tidak jarang memberikan nasehat serupa kepada anak-anak dan adik-adik kita.

Kalimat di atas adalah beberapa kutipan yang sering kita gunakan untuk menasehati mereka yang melanggar aturan, norma, dan berperilaku tidak wajar. Kita tahu betul kalau perilaku tertentu akan merusak masa depan anak atau para pelajar.

Tapi pernahkan kita berpikir lebih dalam, apakah kalimat tersebut dapat dipahami secara realistikoleh anak-anak kita? Dan bagaimana bentuk pemahaman mereka terhadap kata “masa depan” itu sendiri?

Tentu pemahaman yang realistic dan baik tentang apapun itu (apatah lagi, sesuai konsep), harus memerlukan proses pembelajaran. Apakah dilakukan di sekolah, di rumah, di tengah lingkungan masyarakat, atau dimanapun dan dari manapun sumbernya. Setiap orang memerlukan proses dan waktu untuk belajar, memahami dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.

Demikian pula halnya dengan “masa depan” sebagai sebuah konsep. Tentu setiap anak, bahkan untuk mereka yang sudah dewasa sekalipun, masih memerlukan proses belajar untuk menghayati dan memahami makna masa depan.

Mereka yang memahami dan mengerti hakikat masa depan, tentu secara sederhana dapat dilihat melalui cara dan perilaku yang teratur, dan sistematis menjalani kehidupan. Dalam belajar mereka akan lebih terencana dan giat, karena sadar itu adalah investasi untuk masa depan. Mereka akan memanfaatkan waktu dengan sangat efektif.

Incoming search terms:


Orientasi Masa depan

April 13th, 2009 ayad 1 comment

Mempertegas Orientasi Masa Depan

Oleh: Mr. p-m-d

Hal terpenting untuk masa depan Anda (sebagai Pelajar dan Pemuda) adalah membuat pilihan (mengambil keputusan) untuk profesi dan peran masa depan Anda. Secara sederhana , ada dua opsi yang dapat anda pilih hari ini: pertama, menjadi professional, atau kedua menjadi entrepreneur.

Menjadi professional.

Ini berarti anda menjadi pekerja terampil yang menguasai teknologi, prosedur, atau system yang dapat membawa manfaat bagi tempat anda bekerja. Profesionalisme anda akan dibayar mahal oleh perusahaan, agen, lembaga, atau organisasi tempat anda bekerja. Anda dapat memperoleh keterampilan dan pengetahuan tersebut melalui lembaga pendidikan seperti sekolah, kursus, akademi dan Universitas.

Untuk menjadi pekerja professional anda dapat melamar di berbagai instansi pemerintah, BUMN, Perusahaan Swasta baik dalam atau luar negeri, bahkan juga di kantor-kantor LSM/NGO. Untuk itu, Anda perlu mencari informasi tentang peluang kerja (lowongan kerja) dan membuat serta mengajukan surat lamaran kerja.

Menjadi Pengusaha

Ini berarti anda menciptakan pekerjaan (lapangan kerja), membayar para pekerja, dan menggaji diri anda sendiri. Menjadi entrepreneur, berarti anda merintis usaha mandiri, baik berbentuk Perusahaan, Usaha Kecil, LSM/NGO. Anda tidak perlu capek-capek membuat dan mengajukan surat lamaran kerja. Anda hanya perlu membuat rencana, dan strategi aksi untuk menjalankan usaha Anda.

Menjadi pengusaha bahkan tidak membutuhkan gelar dan ijazah. Anda hanya perlu IDE atau gagasan yang dapat memberi manfaat kepada masyarakat luas, dan lalu menjualnya. Ujian menjadi pengusaha ada di masyarakat atau di kehidupan nyata. Kesuksesan ditentukan oleh kemampuan merealisasi gagasan atau ide dan mempertahankan jalannya usaha dan pengembangan usaha dan gagasan anda.

Baca juga yang ini

Incoming search terms:


Makna Masa Depan

April 3rd, 2009 ayad No comments

Merefleksi Makna Masa Depan

By; Admin

Apa yang yang terbersit dalam pikiran Anda ketika mendengar atau menyebut kata masa depan. Pernahkah anda sejenak memikirkan apa sih masa depan itu? Dalam buku “Peta Masa DepanKu, penulisnya menyederhanakan makna masa depan secara kuantitatif, yakni satuan waktu pada tiga, lima atau delapan tahun dari sekarang. Angka tersebut sebenarnya tidak penting karena angka yang sesungguhnya bisa bermacam-macam.

Untuk anak Taman Kanak-Kanak, maka satuan waktu masa depan yang lebih cocok adalah 20, 25, atau 30 tahun. Bagi anak jenjang pendidikan Menengah Atas atau Aliyah maka satuan waktu masa depan secara kuantitatif adalah 5 atau 10 tahun. Lagi-lagi angka tersebut hanyalah sebuah pendekatan untuk lebih eksak menerjemahkan makna masa depan.

Lalu apa artinya angka reflektif tersebut?

Secara matematik, kita dapat menghitung usia seorang anak (pelajar) SMA, SMK, atau Aliyah, berdasarkan angka tersebut adalah 27 – 29 tahun (17 s/d19 tambah 10 tahun). Pada usia tersebut, pelajar tersebut sudah berada di suatu zaman yang berbeda dengan zaman sekarang. Secara fisik, psikis dan biologis dia tentu lebih matang, dan dewasa. Secara sosial dia tentu menghadapi tantangan, tanggung jawab, tuntutan peran sosial-politik yang lebih realistik dan lebih berat. Secara politik, dia (mereka) dapat mempengaruhi praktek kehidupan bermasyarkat dan bernegara. Secara bisnis, dia (mereka) dapat menjadi aktor utama kehidupan perekonomian baik dalam tataran domestik ataupun pada tataran global.

Analisa di atas tentu sangat penting untuk disadari (pludge to) oleh para pelajar dan orang tua, serta para pendidik. Karena implikasi dari kesadaran pada hal tersebut akan melahirkan sikap dan perilaku yang antisipatif dan peduli terhadap masa depan.

Artinya, masa depan itu dimulai dari sekarang. Tentu, sangat tidak bijaksana kalau kita memikirkan apa peran dan status masa depan ketika kita sudah berada di sana. Seorang pelajar TIDAK harus MENUNGGU sampai ia berusia 29 tahun (mungkin itu terlalu lama) untuk memikirkan apa dan bagaimana dirinya pada usia tersebut.

Dalam konteks inilah, pendidikan mesti intervensi. Anak-anak yang bersekolah pada berbagai jenjang pendidikan, harus memiliki arah dan orientasi (PETA) masa depan yang realistik.

Incoming search terms: