Your Ad Here

Archive

Posts Tagged ‘masa depan pelajar’

BPH dan Akuntabilitas Lembaga Pendidikan

August 10th, 2009 ayad No comments

BHP untukPelajar (bag. 2)

Oleh Hayadin

Salah satu isu penting dalam merancang masa depan pelajar Indonesia adalah akuntabilitas lembaga pendidikan dimana para pelajar menuntut ilmu pengetahuan dan memulai masa depannya. Setidaknya ada dua pertanyaan strategis yang relevan untuk dijawab terkait dengan akuntabilitas lembaga pendidikan, yakni:

  1. Apakah lembaga pendidikan (sekolah, kampus, dan madrasah) memiliki kapasitas dan kapabilitas yang cukup dan niat yang suggguh-sunguh untuk mengantarkan pelajar (siswa-siswinya) menjadi warga negara yang mandiri, dan bermanfaat bagi lingkungannya.
  2. Bagaimana jika dalam proses pembelajaran, suatu lembaga pendidikan melakukan suatu tindakan yang merugikan masa depan siswa-siswinya, baik disengaja ataupun tidak disengaja?

Jaminan untuk masa depan pelajar

Semua orang mengetahui bahwa sekolah merupakan jembatan emas bagi siswa-siswinya untuk menuju masa depan yang lebih baik. Untuk harapan dan tujuan mulia tersebutlah, maka para orang tua rela mengorbankan anggaran, dan perasaan untuk menyekolahkan putra-putrinya. Juga untuk alasan yang sama pemerintah mengeluarkan anggaran yang besar (hingga  mencapai 20 % APBN) untuk membiayai sektor pendidikan. Nalar yang menyatakan bahwa sekolah sebagai jembatan emas masa depan tersebut selalu terbukti pada sekolah-sekolah yang berkualitas dengan mengeluarkan output dan outcome yang dikenal masyarakat memiliki keunggulan personal, ekonomi, social, politik, dan budaya.

Persoalan yang muncul kemudian adalah fakta bahwa tidak semua orang yang bersekolah akan keluar dari sekolah menjadi orang yang mandiri dan membawa manfaat bagi dirinya, keluarganya, dan lingkungannya (bangsa dan negaranya atau masyarakat dunia). Dan secara apologetic, mudah untuk menyatakan bahwa hal tersebut disebabkan oleh banyak hal yang kompleks, dan bukan hanya institusi dan system pendidikan yang patut disalahkan, tetapi sistem lain di luar pendidikan seperti ekonomi dan lingkungan sosial politik juga turut berkontribusi.

Lembaga dan dunia pendidikan harus tegas mengenali dan mengakui peran dan tanggung jawabnya secara gentle tanpa apologi atau mengkambing hitamkan pihak lain, misalnya situasi social ekonomi politik, input siswa dan partisipasi orang tua siswa yang minim atas kegagalan mengantarkan para pelajar menjadi manusia yang mandiri dan bermanfaat bagi lingkungannya. Lembaga pendidikan mesti memiliki sarana dan instrument yang terukur secara kuantitatif dan kualitatif merupakan penjamin bagi masa depan pelajar yang ada dilingkungannya.

Dalam konteks akuntabilitas, maka lembaga pendidikan mesti secara proaktif menunjukkan kepada masyarakat kemampuan dan keunggulannya untuk menjamin bahwa proses pembelajaran yang dilakukan akan membawa pelajar ke masa depan yang lebih baik. Pada sisi lain, masyarakat (pelajar) sebagai konsumen dan  pelanggan pendidikan memiliki hak untuk menuntut (bahkan memperkarakan secara hukum) lembaga pendidikan yang secara sengaja atau tidak sengaja telah merugikan dirinya.

Harapan dan gambaran tentang akuntabilitas lembaga pendidikan seperti diuraikan di atas, dinyataakn secara eksplisit dalam undang – undang Badan Hukum Pendidikan  bahwa salah satu prinsip pengelolaan pendidikan adalah akuntabilitas, yakni kemampuan dan komitmen untuk mempertanggungjawabkan semua kegiatan yang dijalankan  kepada pemangku kepentingan (UU No. 9 tahun 2009, fasal 4, ayat 2). Tantangan selanjutnya adalah komitment dan perhatian semua pihak (stakeholders pendidikan) untuk mengimplementasikan isi dari undang-undang tersebut.

BACA JUGA:

* BPH untuk Pelajar

* Kebijakan Pembangunan untuk Pelajar


The Leader in Me

December 3rd, 2008 ayad No comments

The Leader in Me adalah sebuah Buku Baru yang ditulis oleh Stephen R. Covey. Bagi mereka yang pernah membaca buku Beliau yang populer sejak awal 1990an berjudul ” The 7 Habbits of Highly Effective People” atau pernah menghadiri seminar Beliau, tentu sudah paham dan kenal dengan gaya berpikir dan Visi beliau yang humanis, persuasif dan konprehensif.

KLIK Gambar untuk Membeli.

KLIK Gambar untuk Membeli.

Dalam Buku ini, beliau fokus membahas tentang dunia Anak-anak dan Pelajar yang diyakininya (kitapun juga meyakininya) sebagai penerus kehidupan dan peradaban di planet ini. Bagi saya ini adalah fenomena umum yang lahir dikalangan pemimpin besar dunia yang sukses untuk kembali kepada inti persoalan Pendidikan, dan menyoroti Masa Depan Pelajar sebagai Obyek dan Subyek utamanya.

Dalam buku “The Leader in ME”, Stephen R. Covey berusaha menginspirasi para orang tua, para pendidik dan bahkan para pelaku dunia Industri untuk serius memberikan perhatian kepada Masa Depan anak-anak dan pelajar. Ditengah perubahan dunia yang sangat cepat dan kacau (fast-changing and turbulent world) salah satu tempat menyandarkan harapan bagi terciptanya masa depan kehidupan dunia yang lebih baik adalah melalui dunia Pendidikan.

Secara eksplisit beliau menyerukan agar dunia pendidikan melakukan gerakan menciptakan pemimpin sejak usia dini atau pada level anak-anak dan pelajar (Creating Leaders, One Child at a time). Di kepala dan pundak mereka inilah masa depan dunia yang lebih baik dapat di ciptakan. Para orang tua, guru, dan pemimpin sepuh tentu akan merasa nyaman, hidup dan menikmati kehidupannya. Bandingkan jika anak-anak dan pelajar tidak dididik dengan baik untuk menghadapi masa depan yang kacau (turbulence) , tentu para orang uta, guru dan pemimpin sepuh tidak dapat hidup nyaman.