Your Ad Here

Archive

Posts Tagged ‘ketahanmalangan’

Mental Tahan Banting

August 20th, 2010 ayad No comments

Mental Pendaki Puncak Gunung yang Tahan Banting

Oleh: Hayadin

Pendaki Gunung yg Ulet dan tangguh

Pendaki Gunung yg Ulet dan tangguh

Ketahanmalangan (sifat tahan banting) merupakan salah satu faktor pembentuk sukses orang-orang besar. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Stoltz, ditemukan fakta bahwa orang hebat dan sukses adalah mereka yang tahan terhadap penderitaan, berani menghadapi tantangan, dan resiko dalam perjalaan hidupnya.

Lebih lanjut Stoltz dalam bukunya (Adversity Quotient), menjelaskan bahwa dalam menjalani kehidupan, manusia dapat dibagi atas tiga kategori, yakni: Quitters (diam dan tidak dinamis), camper (selal mencoba tetapi gampang menyerah setelah mendapat tantangan), dan Climber (orang yang berani dan bertahan menghadapii tantangan kehidupan). Kesuksesan menurut Stoltz ibarat puncak gunug tertinggi yang mampu didaki oleh manusia. Orang sukses adalah mereka yang mau dan mampu mendaki/memanjat (climb) hingga ke puncak gunung ( to reach the top of the hill). Inilah yang termasuk kategori orang Climber atau pendaki.

Sementara karakter orang Camper adalah mereka yang ingin sukses tapi tidak sampai di puncak gunung (top of the mountain). Mereka ingin mendaki gunung sebagaimana halnya mereka yang Climber. Tetapi mereka cepat menyerah ketika mendapatkan tantangan, badai, salju, atau hujan yang menghadang dalam perjalanan mendaki atau memanjat ke puncak bukit. Mereka tidak melanjutkan perjalanan dan memilih untuk mendirikan tenda/kemah (camp) di tengah perjalanan tersebut. Mereka berharap bahwa tantangan, rintangan, badai, salju, tersebut akan berhenti dan mereka dapat melanjutkan perjalanan. Namun hingga pada akhirnya, tantangan dan badai tersebut tetap ada karen merupakan bawaan yang bersifat alami dari sebuah ketinggian. Dan mereka selamanya berada pada tempat tersebut. Mereka tetap berada pada kemah tersebut dan menikmati serta berpuas diri sampai di situ, meskipun mereka tidak pernah sampai di puncak sukses yang sesungguhnya (top of the mountain).

Quitters, lebih buruk lagi. Mereka adalah orang yang menghindari tantangan mendaki gunung.  Mereka adalah tipe orang yang mencari kesenangan dan zona nyaman dalam hidupnya. Mereka menghindari perlombaan, pertandingan, kompetisi, tugas berat, menolak tawaran kerjasama bahkan menolak peluang yang idberikan kepada mereka. Mereka adalah tipe orang yang tidak mau berubah. Mereka sudah merasa mapan dan nyaman dalam kemapanan tersebut. Mereka berpikir, bahwa menerima tantangan dan kesempatan tersebut akan mendatangkan masalah baru bagi kehidupan mereka. Oleh karena itu menghabiskan waktu dengan aktivitas dan tugas tugas yang tidak berebobot, bahkan sesekali mereka menipu diri sendiri dengan berpura-pura sibuk (memperlihatkan kesibukkan dirinya).

Sebagai pelajar, karakter apa yang sebaiknya kita pilih? Quitters…?, Campers…?, atau Climbers…?

Bagi pelajar, karakter Quitters adalah pelajar yang menghindari tugas tambahan, les tambahan atau beban belajar dari sekolah atau gurunya. Mereka tidak ingin diketahui belum mampu. Tes dan latihan hanya akan membuat kelemahan mereka diketahui oleh guru dan orang lain. Bahkan mereka memilih untuk tidak melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi. Sementara karakter Campers adalah pelajar baik yang mengikuti segalah peraturan sekolah. Mereka menerima tantangan, dan tugas-tugas baru dari guru, tetapi kemampuan mereka yang kurang (yang semua orang mengalaminya) membuat mereka menyerah. Mereka akan menyerahkan tugas sampai pada batas yang dikuasai, dan merasa cukup sampai disitu sambil menunggu penjelasan lebih lanjut dari guru.

Hal tersebut berbeda dengan orang Climbers yang tidak hanya menerima pelajaran, tugas, dan tantangan dari sekolah, tetapi mencari tantangan atau tugas di luar sekolah. Mereka akan menyelesaikan pelajaran dan tugas dari sekolah, dan pada saat yang sama juga menyelesaikan tugas pelajaran lain dari luar sekolah. Bagi mereka sekolah bukanlah satu-satunya tempat untuk belajar. Mereka tidak lekas puas dengan prestasi yang diperoleh di sekolah. Bagi mereka belajar dan mengukir prestasi sebanyak-banyaknya adalah tantangan yang menyenangkan. Mereka sangat menikmati tantangan dan kesulitan yang dihadapi dalam menyelesaikan tugas-tugasya. Semakin berat dan sulit tantangan yang dihadapi mereka semakin tertarik.

Incoming search terms: