Salah satu gaya belajar yang populer adalah gaya belajar visual. Orang dengan gaya belajar Visual kecenderungan memproses informasi melalui mata atau indra penglihatan. Mereka belajar dengan cara melihat. Mereka memiliki kemampuan memvisualisasi yang kuat. Orang visual dapat melihat apa yang mereka baca. Apakah ini termasuk Anda?
Beberapa ciri dari orang visual adalah sebagai berikut:
§ Berbicara dengan cepat
§ Teliti terhadap detail
§ MEngeja hurf dan kata dengan baik
§ Melihat kata-kata yang sebenarnya dalam pikiran
§ Mengingat dari apa yang dilihat daripada yang didengar
§ Mengingat dengan asosiasi visual
§ Lebih suka membaca daripada dibacakan
Jika Anda memiliki kecenderungan yang kuat dengan gaya visual, saya menyarankan Anda untuk duduk di kursi paling depan. Dengan demikian Anda dapat melihat langsung kepada guru / pengajar tanpa ada yang menghalangi. Anda juga akan efektif membuat catatan ringkasan setiap pelajaran, untuk memantapkan penyerapan Anda.
Hari ini adalah 1 Muharam 1430 Hijriyah bertepatan dengan 29 Desember 2008. Bagi kaum Muslimin tentu paham bahwa tahun Hijriyah ditetapkan berdasarkan Momentum Hijrahnya Nabi Besar Muhammad S.A.W dari Mekkah ke Madinah. Momentum Hijrah tersebut merupakan saat yang menentukan bagi keberhasilan Misi Beliau. Dari perspektif ini, Hijrah dipandang sebagai strategi mencapai Tujuan. Strategi Berpindah dan berubah (Change and Moving) dari status quo kepada kondisi baru yang meskipun penuh tantangan tetapi juga melahirkan harapan (New Emerging Hope).
Berbeda dengan kelender Masehi (Syamsiyah), Kalender HIjriyah ditetapkan berdasarkan rotasi bulan mengelilingi bumi. Dimulai dari Bulan Muharam, Safar, Jumadil awal, Jumadil akhir, Rabiulawal, Rabiulakhir, Rajab, Sya’ban, Ramadhan, Syawal, Zulkaidah, Zulhijah.
Adanya penanggalan tersebut merupakan pertanda bahwa Agama Islam memberikan apresiasi dan perhatian yang besar terhadap WAKTU secara eksak. Waktu dinilai sebagai variabel penting dalam kehidupan Manusia. Dan waktu harus di hitung. Bukan hanya untuk dinikmati atau dilalui tanpa Hitungan. Dalam setahun tercatat (terhitung) sebanyak 354 hari merupakan rentang waktu yang relatif panjang. Setiap orang memiliki pencapaian dengan rentang waktu seperti itu.
Adalah suatu kearifan jika seorang Muslim mempertanyakan apa yang sudah ia kerjakan sepanjang rentang waktu tersebut? Apa prestasi yang telah diukirnya selama kurun waktu tersebut. Atau dengan kata yang lebih sederhana, “Digunakan untuk apakah 354 hari yang dimilikinya?”.
Seorang pelajar patut merenungkan, “Prestasi apakah yang dapat saya ukir sepanjang tahun ini?”. SEjauh mana saya mencapai tujuan-tujuan hidup saya atau cita-cita saya?. Apakah saya termasuk pelajar ideal?
Ok. Setiap orang pasti punya catatan pencapaiannya masing-masing. Catatan tersebut selalu berbeda antara satu dengan yang lainnya. Mari kita lengkapi catatan akhir tahun kita dengan melakukan Perenungan atas prestasi yang dapat kita raih sebagai Rahmat dan Bukti kecintaan Allah S.W.T. Dan pun kita catat tujuan atau cita-cita atau harapan atau rencana yang belum tercapai sebagai tantangan baru untuk kita lanjutkan pada tahun berikutnya. Tidak ada kata gagal jika kita masih mau meneruskan perjalanan. Dan kita kita masih akan tetap bergerak, berubah (moving and change) sebagaimana alam raya dan seluruh kehidupan berubah dan bergerak.
Recent Comments