Your Ad Here

Search Results

Keyword: ‘orientasi profesional’

chevening 2010

October 12th, 2009 ayad No comments

Beasiswa Chevening

Oleh Admin

Kesempatan bagi Anda yang berminat belajar ke luar negeri dengan memanfaatkan beasiswa kedutaan Negara Inggris. Pada tahun 2010, Foreign and Commonwealth Office (FCO), melalui the British Council di Indonesia kembali membuka pendaftaran beasiswa chevening untuk berbagai program seperti: Climate Change and Forestry, Counter-Terrorism and International Security, Democracy and Governance, Religion and Islamic Studies, Economic Reform and International Trade, Human Rights, Conflict, Justice and Peace-Building.

Persyaratan pendaftaran adalah: Warga negara Indonesia; Memiliki gelar sarjana dengan minimum Indeks Prestasi ?3,0; Mampu berbahasa Inggris lisan dan tulisan; Memiliki pengalaman kerja minimum 2 tahun setelah lulus S1; Memiliki prospek karir yang baik; Memiliki komitmen untuk mengembangkan karir dan kemampuan untuk menunjukkan motivasi; Bidang studi harus relevan dengan latar belakang pendidikan atau pekerjaan saat ini; Mampu menunjukkan potensi sebagai pemimpin masa depan dan kapasitas untuk memainkan peranan penting dalam pembangunan Indonesia.

Pendaftaran dimulai 1 Oktober – 31 Desember 2009 secara On-Line.

Chevening merupakan skema beasiswa utama pemerintah United Kingdom (UK) yang ditujukan bagi pemimpin masa depan, mereka yang berprestasi sangat baik, kalangan pembentuk opini dan para pengambil keputusan. Program yang didanai oleh Foreign dan Commonwealth Office (FCO) dan dikelola oleh British Council memberikan dukungan bagi lebih dari 2.300 pelajar internasional tiap tahunnya untuk belajar di UK.
Banyak dari para lulusan dan profesional muda berbakat Indonesia telah meraih sukses melalui British Chevening Awards, yang telah memberikan sebanyak 1,000 beasiswa untuk Indonesia sejak skema ini dimulai pada tahun 1984.

Info selanjutnya hubungi kantor British Council Indonesia atau www.britishcouncil.or.id

Berita Relevan lainnya:

Pelajar Ideal

Mempertegas orientasi Masa Depan


Akademis vs. Vokasional

July 14th, 2009 ayad No comments

Orientasi Akademis Vs. Vokasional

Apresiasi atas Debat Cawapres (Selasa 30 Juni 2009)

Oleh Hayadin

Salah satu pertanyaan yang diajukan oleh moderator debat cawapres (Dr. dr. Fachmi Idris) adalah porsi pendidikan berorientasi akademis yang melahirkan lulusan dengan pengetahuan dan wawasan luas plus gelar dan ijazah, versus pendidikan berorientasi vokasional yang melahirkan lulusan trampil dan siap kerja. Pertanyaan dan jawaban atas isu tersebut patut mendapatkan apresiasi, karena hal tersebut menyangkut Desain Besar (Grand Design) dari Pendidikan suatu Bangsa.

Pelajar berprestasi

Pelajar berprestasi

Jika kita mengamati model pendidikan yang diselenggarakan di negara-negara maju maka secara filosofis dan axiologis, orientasi yang dikembangkan adalah untuk menciptakan lulusan (out-put dan out-come) yang tidak tergantung (menggantungkan hidupnya) kepada pihak lain, baik kepada orang tua, masyarakat atau negara. Pendidikan didesain untuk menciptakan manusia yang mandiri, baik secara mental, emosi, intelektual, dan ekonomi. Dengan kata lain, secara pragmatis pendidikan didesain untuk tidak menciptakan pengangguran. Setiap pelajar lulusan dari suatu institusi pendidikan diarahkan agar memiliki kompetensi pengetahuan, wawasan untuk meniti jalur hidup tertentu baik yang bersifat profesional ataupun entrepreneur.

Negara Jerman, misalnya menjadi contoh dari model pendidikan yang cenderung lebih vokasional. Pendidikan mereka tidak menghasilkan banyak gelar, tetapi menekankan pada penguasaan keterampilan berbasiskan disiplin ilmu tertentu. Pelajarnya-pun tidak termotivasi belajar untuk mengejar gelar tetapi untuk menguasai kompetensi dengan pembuktian (pengujian) yang bersifat empiris.

Mungkin sedikit berbeda dengan model pendidikan di Negara Amerika yang cenderung menekankan penguasaan ilmu murni, filosofis dan eksploratif. Lembaga Pendidikannya banyak menghasilkan teori (spekulatif-teoretik) yang radikal dan menantang untuk suatu perubahan cara pandang. Model ini didukung oleh dunia usia, lembaga bisnis dan lembaga riset yang senantiasa siap untuk mengadopsi dan mengembangkan teori yang ada (ditemukan) di dunia perguruan tinggi.

Di Indonesia? Sampai hari ini kita masih mencari bentuk.

Lalu kemana grand design pendidikan dan masa depan pelajar Indonesia akan diarahkan oleh Pemimpin Bangsa ini? Ada tiga isu yang sempat mengemuka dalam debat tadi malam, yakni: penguasaan ilmu-ilmu dasar, pengembangan manajemen modern, dan pengembangan keterampilan kerja atau vokasional.

Pengembangan Ilmu Dasar, Matematik dan Skolastik

Setiap orang harus memiliki ilmu dasar seperti kecakapan berhitung, membaca, dan menulis. Karena ini adalah alat dasar yang utama bagi setiap orang untuk belajar lebih lanjut. Oleh karena itu, setiap lembaga pendidikan dasar memiliki kewajiban untuk menuntaskan pengetahuan dan keterampilan tersebut kepada setiap pelajar Indonesia. Dengan kemampuan skolastik dan ilmu dasar lainnya termasuk matematika setiap orang (pelajar) memiliki landasan untuk melanjutkan level pendidikan dan materi pelajaran ke jenjang dan tahap yang lebih tinggi.

Pengembangan ilmu Manajemen Modern

Pada sisi lain, lembaga pendidikan kita harus juga menghasilkan output yang memiliki pengetahuan, wawasan dan keterampilan manajemen modern. Ini merupakan pengetahuan dan keterampilann yang memungkinkan berbagai potensi ilmu pengetahuan, kreativitas, dan inovasi terwadahi dan menghasilkan sesuatu produk yang bernilai ekonomi. Dengan kemampuan manajemen modern berbagai konsep ilmu pengetahuan dapat dikelolah dalam konteks ‘knowledge management, pendekatan sistem, dan bisnis. Melalui manajemen modern dimungkinkan bakat kreativitas seni, dan science, teknologi dikelolah hingga menghasilkan sesuatu yang bernilai ekonomi.

Pengembangan Keterampilan kerja

Untuk mengatasi pengangguran terpelajar dan tingkat kemiskinan yang masih besar jumlahnya di tanah air, maka pengembangan pendidikan berorientasi keterampilan kerja sangat relevan. Hal ini untuk sebagian orang akan terlihat pragmatis, tetapi secara rasional adalah solusi yang masuk akal. Banyak pelajar yang tamat universitas dengan  berbagai macam gelar tidak memiliki kecakapan kerja yang relevan dengan dunia industri. Di sisi lain mereka juga tidak memiliki basis pengetahuan, keterampilan dan pengalaman enterpreneur untuk berwira usaha. Mereka inilah yang harus dipikirkan untuk diselamatkan oleh negara.

Pelajar Tumpuan Masa Depan Bangsa

Pelajar Tumpuan Masa Depan Bangsa

Sudah saatnya, pemerintah berani membuat grand desain pendidikan yang terarah, sistemik, dan sistematis. Modal jumlah penduduk yang besar (tentu jumlah pelajarnya juga besar) merupakan kekuatan potensial bagi Negara Indonesia untuk menyongsong masa depan yang cerah dan ikut bermain di tengah percaturan global. Tentu tengan syarat bahwa penduduk (pelajar) tersebut mendapat menu pendidikan yang relevan, tepat, dan bermanfaat.

BACA JUGA:

* Pembangunan Berorientasi pada kepentingan Pelajar

* Relasi Pendidikan, pengangguran dan Kemiskinan

Incoming search terms:


Orientasi Masa depan

April 13th, 2009 ayad 1 comment

Mempertegas Orientasi Masa Depan

Oleh: Mr. p-m-d

Hal terpenting untuk masa depan Anda (sebagai Pelajar dan Pemuda) adalah membuat pilihan (mengambil keputusan) untuk profesi dan peran masa depan Anda. Secara sederhana , ada dua opsi yang dapat anda pilih hari ini: pertama, menjadi professional, atau kedua menjadi entrepreneur.

Menjadi professional.

Ini berarti anda menjadi pekerja terampil yang menguasai teknologi, prosedur, atau system yang dapat membawa manfaat bagi tempat anda bekerja. Profesionalisme anda akan dibayar mahal oleh perusahaan, agen, lembaga, atau organisasi tempat anda bekerja. Anda dapat memperoleh keterampilan dan pengetahuan tersebut melalui lembaga pendidikan seperti sekolah, kursus, akademi dan Universitas.

Untuk menjadi pekerja professional anda dapat melamar di berbagai instansi pemerintah, BUMN, Perusahaan Swasta baik dalam atau luar negeri, bahkan juga di kantor-kantor LSM/NGO. Untuk itu, Anda perlu mencari informasi tentang peluang kerja (lowongan kerja) dan membuat serta mengajukan surat lamaran kerja.

Menjadi Pengusaha

Ini berarti anda menciptakan pekerjaan (lapangan kerja), membayar para pekerja, dan menggaji diri anda sendiri. Menjadi entrepreneur, berarti anda merintis usaha mandiri, baik berbentuk Perusahaan, Usaha Kecil, LSM/NGO. Anda tidak perlu capek-capek membuat dan mengajukan surat lamaran kerja. Anda hanya perlu membuat rencana, dan strategi aksi untuk menjalankan usaha Anda.

Menjadi pengusaha bahkan tidak membutuhkan gelar dan ijazah. Anda hanya perlu IDE atau gagasan yang dapat memberi manfaat kepada masyarakat luas, dan lalu menjualnya. Ujian menjadi pengusaha ada di masyarakat atau di kehidupan nyata. Kesuksesan ditentukan oleh kemampuan merealisasi gagasan atau ide dan mempertahankan jalannya usaha dan pengembangan usaha dan gagasan anda.

Baca juga yang ini

Incoming search terms:


gagasan & ide dasar

January 15th, 2008 ayad No comments

Peta Masa Depanku (PMD) adalah suatu gagasan mengenai perencanaan studi dan masa depan pelajar. Dalam hal ini terutama dipersembahkan kepada pelajar Indonesia. Gagasan ini dilatarbelakangi oleh kesadaran akan status dan posisi pelajar sebagai generasi muda penerus cita-cita perjuangan bangsa. Pelajar dan generasi muda umumnya adalah pemimpin di masa depan. Dan kini saatnya pelajar merancang jalan ke sana, ke masa depan.

Gagasan ini lahir di tengah kondisi bangsa yang masih terpuruk dengan jumlah pengangguran terpelajar (scolar unemployment) sebesar 41,2 % dari jumlah total penggangguran. Disamping itu berbagai penyakit sosial ikut mengepung kehidupan sehari-hari pelajar dan pemuda Indonesia. Penyakit sosial tersebut antara lain: kekerasan, narkoba, minuman keras, budaya konsumtif, tidak disiplin dan belum sadar untuk mengatur waktu.

Lalu, untuk apa kita BERSEKOLAH?

Sekolah merupakan jembatan emas menuju masa depan yang gemilang. Dengan bersekolah orang belajar berbagai ilmu pengetahuan dan keterampilan untuk mempersiapkan masa depan. Mereka yang sukses selalu mereka yang bersekolah. Jarang (bahkan tidak ada) buta huruf & buta aksara yang meraih sukses. Meskipun demikian, tidak berarti bahwa setiap orang yang bersekolah (automaticly) akan memiliki masa depan yang cerah. Karena masa depan merupakan sesuatu yang berbeda dengan masa sekarang. Masa sekarang (bersekolah) terasa sangat indah, romantis, bersahabat dan nyaman. Sementara masa depan yang berjarak lima, delapan, atau sepuluh tahun dari sekarang akan diwarnai oleh persaingan (kompetisi), dan tuntutan kebutuhan hidup yang kompleks.

Di masa depan pada era globalisasi, kita tidak hanya berkompetisi dengan kerabat sekampus atau sekampung. Tetapi setiap orang (mau atau tidak mau) akan berkompetisi dengan orang lain dari berbagai belahan bumi. Ada orang Amerika, Inggris, Australia, Malaisia, Singapore, Arab Saudi, dan lain-lain. Jaminan untuk bertahan (eksis) adalah keterampilan dan profesionalisme. Setiap orang mesti memiliki keterampilan dan/untuk menjalani profesi tertentu.

Keterampilan merupakan seperangkat keahlian (teknis) untuk menyelesaikan pekerjaan atau tugas tertentu dalam tempo yang relatif singkat. Keterampilan yang didukung oleh konsep dan apresiasi terhadap pekerjaan secara fokus, konprehensif dan utuh akan melahirkan profesionalisme. Untuk memiliki profesi (menyandang status profesional) orang mesti memiliki keterampilan, pekerjaan dan kualifikasi pendidikan yang koheren. Artinya, keterampilan, dan pekerjaannya didasari oleh kualifikasi pendidikan yang relevan; atau sebaliknya kualifikasi pendidikan mendukung keterampilan dan pekerjaannnya.

Oleh karena itu, perencanaan studi, profesi, karier dan masa depan merupakan salah satu hal yang penting bagi anak sekolah selain prestasi akademik. Sejak di bangku sekolah keputusan tentang profesi yang akan dipilih harus dibuat.

Untuk menjawab tuntutan tersebut , kami persembahkan konsep/gagasan PETA MASA DEPANKU, yang boleh juga disingkat pmd. Pmd dikembangkan untuk membantu adik-adik pelajar Indonesia merencanakan masa depan secara jelas dan merumuskan jalan menuju ke sana. “Ku” pada kalimat “Peta Masa Depanku” berarti Anda yang sedang membaca dan atau sedang membuat rencana masa depan. Bukan penulis buku. Secara umum “ku” tersebut merujuk kepada generasi pelajar dan pemuda Indonesia yang sedang belajar, baik di bangku sekolah ataupun di luar sekolah.

Secara umum tujuan Peta Masa DepanKu adalah:
1. Memberikan arah dan orientasi yang jelas kepada orangtua tentang masa depan pendidikan (studi), profesi dan karir anak-anak mereka.
2. Memberikan arah dan orientasi yang jelas kepada pelajar (siswa dan mahasiswa) tentang rencana studi dan karir mereka.
3. Pemberikan petunjuk dan pegangan kepada para tenaga kependidikan (utamanya guru BP, wali kelas serta Kepala Sekolah) untuk membina siswa-siswinya dalam menempuh studi dan merencanakan karir sejak dini.

Sasaran dari konsep Peta Masa DepanKu adalah: siswa/mahasiswa, orang tua siswa, tenaga kependidikan, guru BP, Kepala Sekolah, Komite Sekolah, dan dan stakeholder pendidikan lainnya.

Konsepsi “Peta Masa DepanKu” disusun atas landasan berbagai ilmu pengetahuan yang saling terkait antara lain:
1. Psikologi; berkaitan dengan konsepsi kebutuhan manusia untuk senantiasa belajar memperbaharui diri.
2. Konselling; berkaitan dengan konsepsi bantuan dan pencerahan jiwa manusia untuk mencapai kemajuan dan keutamaan secara sistematis dan rasional.
3. Manajemen (self-management); berkaitan dengan konsepsi pengelolaan berbagai aspek yang mempengaruhi keberhasilan atau kesuksesan manusia.
4. Pendidikan; berkaitan dengan konsepsi upaya manusia untuk menciptakan suasana pembelajaran dalam rangka menggali potensinya.
5. Ekonomi; berkaitan dengan konsepsi penggunaan sumberdaya yang terbatas dalam menggapai cita-cita yang setinggi-tingginya.
6. Sosiologi; berkaitan dengan konsepsi masyarakat dan kebudayaan sebagai faktor pendukung atau penghambat upaya manusia dalam merealisasi cita-citanya.

Kami berharap dengan membuat Peta Masa Depanku, perencanaan studi dan karier ANAK SEKOLAH Indonesia menjadi jelas dan relevan.

Incoming search terms:


Categories: Uncategorized Tags: