Your Ad Here

Search Results

Keyword: ‘orientasi pendidikan di indonesia’

Beasiswa PPM School of Management

October 26th, 2009 ayad No comments

MENANGKAN 10 BEASISWA MM di PPM SCHOOL OF MANAGEMENT

PPM School of Management kembali menyelenggarakan “The Future Leaders (TFL) seri 2″, sebuah program pencarian talent untuk menjadi pemimpin masa depan di bidang
manajemen bisnis di Indonesia .

TFL 2 merupakan suatu kompetisi untuk memperebutkan 10 beasiswa Prof. Dr. A.M.
Kadarman untuk mengikuti program MM Reguler Wijawiyata Manajemen di PPM School of Management.

Melalui program ini, PPM School of Management hendak mewujudkan pembangunan
bangsa melalui lebih banyak anak-anak Indonesia yang dapat menikmati pendidikan
yang lebih baik.

Persyaratan Peserta: Lulus S1 dari perguruan tinggi di seluruh Indonesia; IPK minimal 3.00 dari skala 4,00; Usia maksimal 26 tahun; Memenuhi persyaratan administrasi; Melengkapi formulir data calon peserta (download :
http://www.ppm-manajemen.ac.id/data/stm/application_form_TFL.pdf)

Website: www.ppm-manajemen.ac.id

Berita Relevan lainnya:

Pelajar Ideal

Beasiswa sampoerna

Mempertegas orientasi Masa Depan

Beasiswa chevening 2010

Riotinto scholarship


Beasiswa Sampoerna

October 15th, 2009 ayad 4 comments

Beasiswa Sampoerna 2009/2010

Pada tahun ini (2009/2010) Sampoerna Foundation menyediakan program beasiswa S1 Bidang Studi Ekonomi dan Teknik kepada 6 (enam) anak muda Indonesia, yang tidak mampu secara ekonomi namun menunjukkan prestasi akademis cemerlang dan memiliki kepribadian yang terpuji serta jiwa kepemimpinan yang tinggi, untuk menempuh pendidikan sarjana di bidang Ekonomi di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia dan bidang Teknik Institut Teknologi Bandung untuk jangka waktu tidak lebih dari 4 (empat) tahun.

Beasiswa yang diberikan mencakup hal-hal sebagai berikut:
(i)    Biaya pendaftaran
(ii)    Biaya pendidikan
(iii)    Uang saku, untuk mendukung biaya hidup selama masa kuliah.
(iv)    Tunjangan buku, untuk membeli buku teks yang dibutuhkan selama masa kuliah.
(v)    Tunjangan internet, agar siswa dapat memperoleh akses internet untuk keperluan pendidikan.

Pendaftar harus memenuhi SELURUH persyaratan berikut:
a.    Warga Negara Indonesia.
b.    Membuktikan kebutuhan tunjangan keuangan untuk melanjutkan sekolah, berdasarkan surat keterangan tidak mampu dan/atau fotokopi tagihan listrik rumah.
c.    Memiliki nilai akademik minimum rata-rata 7.00 selama masa SMA (kelas 10 sampai dengan kelas 12)
d.    Sudah diterima sebagai mahasiswa baru angkatan tahun akademik 2009/2010 di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia atau Institut Teknologi Bandung dengan menunjukkan Bukti Penerimaan Mahasiswa Baru angkatan tahun akademik 2009/2010

Formulir pendaftaran dapat diperoleh di Universitas atau di situs web Sampoerna Foundation, www.sampoernafoundation.org atau dapat diambil langsung di kantor Sampoerna Foundation, Putera Sampoerna School of Education Lantai 5, Jl. Kapt. Tendean No. 88C, Jakarta Selatan. Formulir harus masuk selambat-lambatnya (batas akhir pendaftaran) tanggal 30 Oktober 2009.

Berita Relevan lainnya:

Pelajar Ideal

Mempertegas orientasi Masa Depan

Beasiswa chevening 2010

Riotinto scholarship


Beasiswa RioTinto

October 15th, 2009 ayad No comments

Beasiswa RioTinto

PT. Rio Tinto Indonesia bekerja sama dengan Sampoerna Foundation memberikan beasiswa penuh kepada 1 (satu) orang untuk menempuh pendidikan S2 di bidang Sains, Ilmu Sosial, atau Commerce di University of New South Wales, Sydney, Australia.

Beasiswa meliputi: Biaya sekolah dan asuransi kesehatan, Tunjangan hidup dan tunjangan buku, Tiket pesawat pulang pergi: Sulawesi – Sydney – Sulawesi, Biaya aplikasi visa pelajar, Biaya pendaftaran ke universitas, Biaya persiapan tes IELTS

Persyaratan untuk diterima sebagai berikut: Warga Negara Indonesia; memiliki KTP Sulawesi Tengah atau Sulawesi Tenggara; berusia maksimal 35 tahun; Lulus S1 dari jurusan apa saja, dengan IPK minimal 3.00 (dalam skala 4.00); Setelah lulus dari semua tahapan seleksi beasiswa, finalis penerima beasiswa dapat menyerahkan hasil tes Bahasa Inggris (TOEFL / IELTS) dan Graduate Admission Test sesuai dengan persyaratan yang diminta oleh program S2 (Master) yang diminati: • Skor International TOEFL minimal 577 (PBT) atau 233 (CBT) atau 90 (IBT), ATAU • Skor IELTS minimal 6.5; Belum memiliki gelar S2 atau sederajat; Bukan lulusan dari universitas di luar negeri, ataupun pernah terdaftar di universitas di luar negeri, kecuali karena menerima beasiswa; Tidak sedang menerima beasiswa dari pihak lain; Membuktikan bahwa tanpa beasiswa ini, yang bersangkutan tidak mampu melanjutkan studi S2 di luar negeri; Siswa S2 dari universitas lokal dan bersedia melanjutkan studinya di University of New South Wales, Australia, diperbolehkan untuk mendaftar.

Informasi lebih lanjut dapat menghubungi:

Universitas Haluoleo (Bapak La Otjo Oti)
Staf Pembantu Rektor I
Rektorat, Lantai 4
Kampus Bumi Tridharma Anduonuho
Jl. H.E.A Mokodompit
Kendari, Sulawesi Tenggara – Indonesia

Universitas Tadulako (Ibu Utik Widaryanti)
Bagian Pelayanan Kesejahteraan Mahasiswa
PKM BAK PSI
Kampus Bumi Tadulako Tondo
Jl. Sukarno Hatta Km.9, Tondo
Palu, Sulawesi Tengah – Indonesia

Kirimkan segera formulir aplikasi Anda ke
Sampoerna Foundation
Sampoerna Strategic Square, North Tower 27th Floor
Jl. Jendral Sudirman Kavling 45
Jakarta 12930
(Harap tuliskan “RIO TINTO S2″ di sisi kanan atas amplop aplikasi Anda). Batas akhir penerimaan lamaran tanggal 11 Desember 2009.

Berita Relevan lainnya:

Pelajar Ideal

Mempertegas orientasi Masa Depan

Beasiswa chevening 2010

Incoming search terms:


chevening 2010

October 12th, 2009 ayad No comments

Beasiswa Chevening

Oleh Admin

Kesempatan bagi Anda yang berminat belajar ke luar negeri dengan memanfaatkan beasiswa kedutaan Negara Inggris. Pada tahun 2010, Foreign and Commonwealth Office (FCO), melalui the British Council di Indonesia kembali membuka pendaftaran beasiswa chevening untuk berbagai program seperti: Climate Change and Forestry, Counter-Terrorism and International Security, Democracy and Governance, Religion and Islamic Studies, Economic Reform and International Trade, Human Rights, Conflict, Justice and Peace-Building.

Persyaratan pendaftaran adalah: Warga negara Indonesia; Memiliki gelar sarjana dengan minimum Indeks Prestasi ?3,0; Mampu berbahasa Inggris lisan dan tulisan; Memiliki pengalaman kerja minimum 2 tahun setelah lulus S1; Memiliki prospek karir yang baik; Memiliki komitmen untuk mengembangkan karir dan kemampuan untuk menunjukkan motivasi; Bidang studi harus relevan dengan latar belakang pendidikan atau pekerjaan saat ini; Mampu menunjukkan potensi sebagai pemimpin masa depan dan kapasitas untuk memainkan peranan penting dalam pembangunan Indonesia.

Pendaftaran dimulai 1 Oktober – 31 Desember 2009 secara On-Line.

Chevening merupakan skema beasiswa utama pemerintah United Kingdom (UK) yang ditujukan bagi pemimpin masa depan, mereka yang berprestasi sangat baik, kalangan pembentuk opini dan para pengambil keputusan. Program yang didanai oleh Foreign dan Commonwealth Office (FCO) dan dikelola oleh British Council memberikan dukungan bagi lebih dari 2.300 pelajar internasional tiap tahunnya untuk belajar di UK.
Banyak dari para lulusan dan profesional muda berbakat Indonesia telah meraih sukses melalui British Chevening Awards, yang telah memberikan sebanyak 1,000 beasiswa untuk Indonesia sejak skema ini dimulai pada tahun 1984.

Info selanjutnya hubungi kantor British Council Indonesia atau www.britishcouncil.or.id

Berita Relevan lainnya:

Pelajar Ideal

Mempertegas orientasi Masa Depan


BPH dan Akuntabilitas Lembaga Pendidikan

August 10th, 2009 ayad No comments

BHP untukPelajar (bag. 2)

Oleh Hayadin

Salah satu isu penting dalam merancang masa depan pelajar Indonesia adalah akuntabilitas lembaga pendidikan dimana para pelajar menuntut ilmu pengetahuan dan memulai masa depannya. Setidaknya ada dua pertanyaan strategis yang relevan untuk dijawab terkait dengan akuntabilitas lembaga pendidikan, yakni:

  1. Apakah lembaga pendidikan (sekolah, kampus, dan madrasah) memiliki kapasitas dan kapabilitas yang cukup dan niat yang suggguh-sunguh untuk mengantarkan pelajar (siswa-siswinya) menjadi warga negara yang mandiri, dan bermanfaat bagi lingkungannya.
  2. Bagaimana jika dalam proses pembelajaran, suatu lembaga pendidikan melakukan suatu tindakan yang merugikan masa depan siswa-siswinya, baik disengaja ataupun tidak disengaja?

Jaminan untuk masa depan pelajar

Semua orang mengetahui bahwa sekolah merupakan jembatan emas bagi siswa-siswinya untuk menuju masa depan yang lebih baik. Untuk harapan dan tujuan mulia tersebutlah, maka para orang tua rela mengorbankan anggaran, dan perasaan untuk menyekolahkan putra-putrinya. Juga untuk alasan yang sama pemerintah mengeluarkan anggaran yang besar (hingga  mencapai 20 % APBN) untuk membiayai sektor pendidikan. Nalar yang menyatakan bahwa sekolah sebagai jembatan emas masa depan tersebut selalu terbukti pada sekolah-sekolah yang berkualitas dengan mengeluarkan output dan outcome yang dikenal masyarakat memiliki keunggulan personal, ekonomi, social, politik, dan budaya.

Persoalan yang muncul kemudian adalah fakta bahwa tidak semua orang yang bersekolah akan keluar dari sekolah menjadi orang yang mandiri dan membawa manfaat bagi dirinya, keluarganya, dan lingkungannya (bangsa dan negaranya atau masyarakat dunia). Dan secara apologetic, mudah untuk menyatakan bahwa hal tersebut disebabkan oleh banyak hal yang kompleks, dan bukan hanya institusi dan system pendidikan yang patut disalahkan, tetapi sistem lain di luar pendidikan seperti ekonomi dan lingkungan sosial politik juga turut berkontribusi.

Lembaga dan dunia pendidikan harus tegas mengenali dan mengakui peran dan tanggung jawabnya secara gentle tanpa apologi atau mengkambing hitamkan pihak lain, misalnya situasi social ekonomi politik, input siswa dan partisipasi orang tua siswa yang minim atas kegagalan mengantarkan para pelajar menjadi manusia yang mandiri dan bermanfaat bagi lingkungannya. Lembaga pendidikan mesti memiliki sarana dan instrument yang terukur secara kuantitatif dan kualitatif merupakan penjamin bagi masa depan pelajar yang ada dilingkungannya.

Dalam konteks akuntabilitas, maka lembaga pendidikan mesti secara proaktif menunjukkan kepada masyarakat kemampuan dan keunggulannya untuk menjamin bahwa proses pembelajaran yang dilakukan akan membawa pelajar ke masa depan yang lebih baik. Pada sisi lain, masyarakat (pelajar) sebagai konsumen dan  pelanggan pendidikan memiliki hak untuk menuntut (bahkan memperkarakan secara hukum) lembaga pendidikan yang secara sengaja atau tidak sengaja telah merugikan dirinya.

Harapan dan gambaran tentang akuntabilitas lembaga pendidikan seperti diuraikan di atas, dinyataakn secara eksplisit dalam undang – undang Badan Hukum Pendidikan  bahwa salah satu prinsip pengelolaan pendidikan adalah akuntabilitas, yakni kemampuan dan komitmen untuk mempertanggungjawabkan semua kegiatan yang dijalankan  kepada pemangku kepentingan (UU No. 9 tahun 2009, fasal 4, ayat 2). Tantangan selanjutnya adalah komitment dan perhatian semua pihak (stakeholders pendidikan) untuk mengimplementasikan isi dari undang-undang tersebut.

BACA JUGA:

* BPH untuk Pelajar

* Kebijakan Pembangunan untuk Pelajar