Your Ad Here

Search Results

Keyword: ‘konsep disiplin belajar dalam pendidikan’

Akademis vs. Vokasional

July 14th, 2009 ayad No comments

Orientasi Akademis Vs. Vokasional

Apresiasi atas Debat Cawapres (Selasa 30 Juni 2009)

Oleh Hayadin

Salah satu pertanyaan yang diajukan oleh moderator debat cawapres (Dr. dr. Fachmi Idris) adalah porsi pendidikan berorientasi akademis yang melahirkan lulusan dengan pengetahuan dan wawasan luas plus gelar dan ijazah, versus pendidikan berorientasi vokasional yang melahirkan lulusan trampil dan siap kerja. Pertanyaan dan jawaban atas isu tersebut patut mendapatkan apresiasi, karena hal tersebut menyangkut Desain Besar (Grand Design) dari Pendidikan suatu Bangsa.

Pelajar berprestasi

Pelajar berprestasi

Jika kita mengamati model pendidikan yang diselenggarakan di negara-negara maju maka secara filosofis dan axiologis, orientasi yang dikembangkan adalah untuk menciptakan lulusan (out-put dan out-come) yang tidak tergantung (menggantungkan hidupnya) kepada pihak lain, baik kepada orang tua, masyarakat atau negara. Pendidikan didesain untuk menciptakan manusia yang mandiri, baik secara mental, emosi, intelektual, dan ekonomi. Dengan kata lain, secara pragmatis pendidikan didesain untuk tidak menciptakan pengangguran. Setiap pelajar lulusan dari suatu institusi pendidikan diarahkan agar memiliki kompetensi pengetahuan, wawasan untuk meniti jalur hidup tertentu baik yang bersifat profesional ataupun entrepreneur.

Negara Jerman, misalnya menjadi contoh dari model pendidikan yang cenderung lebih vokasional. Pendidikan mereka tidak menghasilkan banyak gelar, tetapi menekankan pada penguasaan keterampilan berbasiskan disiplin ilmu tertentu. Pelajarnya-pun tidak termotivasi belajar untuk mengejar gelar tetapi untuk menguasai kompetensi dengan pembuktian (pengujian) yang bersifat empiris.

Mungkin sedikit berbeda dengan model pendidikan di Negara Amerika yang cenderung menekankan penguasaan ilmu murni, filosofis dan eksploratif. Lembaga Pendidikannya banyak menghasilkan teori (spekulatif-teoretik) yang radikal dan menantang untuk suatu perubahan cara pandang. Model ini didukung oleh dunia usia, lembaga bisnis dan lembaga riset yang senantiasa siap untuk mengadopsi dan mengembangkan teori yang ada (ditemukan) di dunia perguruan tinggi.

Di Indonesia? Sampai hari ini kita masih mencari bentuk.

Lalu kemana grand design pendidikan dan masa depan pelajar Indonesia akan diarahkan oleh Pemimpin Bangsa ini? Ada tiga isu yang sempat mengemuka dalam debat tadi malam, yakni: penguasaan ilmu-ilmu dasar, pengembangan manajemen modern, dan pengembangan keterampilan kerja atau vokasional.

Pengembangan Ilmu Dasar, Matematik dan Skolastik

Setiap orang harus memiliki ilmu dasar seperti kecakapan berhitung, membaca, dan menulis. Karena ini adalah alat dasar yang utama bagi setiap orang untuk belajar lebih lanjut. Oleh karena itu, setiap lembaga pendidikan dasar memiliki kewajiban untuk menuntaskan pengetahuan dan keterampilan tersebut kepada setiap pelajar Indonesia. Dengan kemampuan skolastik dan ilmu dasar lainnya termasuk matematika setiap orang (pelajar) memiliki landasan untuk melanjutkan level pendidikan dan materi pelajaran ke jenjang dan tahap yang lebih tinggi.

Pengembangan ilmu Manajemen Modern

Pada sisi lain, lembaga pendidikan kita harus juga menghasilkan output yang memiliki pengetahuan, wawasan dan keterampilan manajemen modern. Ini merupakan pengetahuan dan keterampilann yang memungkinkan berbagai potensi ilmu pengetahuan, kreativitas, dan inovasi terwadahi dan menghasilkan sesuatu produk yang bernilai ekonomi. Dengan kemampuan manajemen modern berbagai konsep ilmu pengetahuan dapat dikelolah dalam konteks ‘knowledge management, pendekatan sistem, dan bisnis. Melalui manajemen modern dimungkinkan bakat kreativitas seni, dan science, teknologi dikelolah hingga menghasilkan sesuatu yang bernilai ekonomi.

Pengembangan Keterampilan kerja

Untuk mengatasi pengangguran terpelajar dan tingkat kemiskinan yang masih besar jumlahnya di tanah air, maka pengembangan pendidikan berorientasi keterampilan kerja sangat relevan. Hal ini untuk sebagian orang akan terlihat pragmatis, tetapi secara rasional adalah solusi yang masuk akal. Banyak pelajar yang tamat universitas dengan  berbagai macam gelar tidak memiliki kecakapan kerja yang relevan dengan dunia industri. Di sisi lain mereka juga tidak memiliki basis pengetahuan, keterampilan dan pengalaman enterpreneur untuk berwira usaha. Mereka inilah yang harus dipikirkan untuk diselamatkan oleh negara.

Pelajar Tumpuan Masa Depan Bangsa

Pelajar Tumpuan Masa Depan Bangsa

Sudah saatnya, pemerintah berani membuat grand desain pendidikan yang terarah, sistemik, dan sistematis. Modal jumlah penduduk yang besar (tentu jumlah pelajarnya juga besar) merupakan kekuatan potensial bagi Negara Indonesia untuk menyongsong masa depan yang cerah dan ikut bermain di tengah percaturan global. Tentu tengan syarat bahwa penduduk (pelajar) tersebut mendapat menu pendidikan yang relevan, tepat, dan bermanfaat.

BACA JUGA:

* Pembangunan Berorientasi pada kepentingan Pelajar

* Relasi Pendidikan, pengangguran dan Kemiskinan

Incoming search terms:


gagasan & ide dasar

January 15th, 2008 ayad No comments

Peta Masa Depanku (PMD) adalah suatu gagasan mengenai perencanaan studi dan masa depan pelajar. Dalam hal ini terutama dipersembahkan kepada pelajar Indonesia. Gagasan ini dilatarbelakangi oleh kesadaran akan status dan posisi pelajar sebagai generasi muda penerus cita-cita perjuangan bangsa. Pelajar dan generasi muda umumnya adalah pemimpin di masa depan. Dan kini saatnya pelajar merancang jalan ke sana, ke masa depan.

Gagasan ini lahir di tengah kondisi bangsa yang masih terpuruk dengan jumlah pengangguran terpelajar (scolar unemployment) sebesar 41,2 % dari jumlah total penggangguran. Disamping itu berbagai penyakit sosial ikut mengepung kehidupan sehari-hari pelajar dan pemuda Indonesia. Penyakit sosial tersebut antara lain: kekerasan, narkoba, minuman keras, budaya konsumtif, tidak disiplin dan belum sadar untuk mengatur waktu.

Lalu, untuk apa kita BERSEKOLAH?

Sekolah merupakan jembatan emas menuju masa depan yang gemilang. Dengan bersekolah orang belajar berbagai ilmu pengetahuan dan keterampilan untuk mempersiapkan masa depan. Mereka yang sukses selalu mereka yang bersekolah. Jarang (bahkan tidak ada) buta huruf & buta aksara yang meraih sukses. Meskipun demikian, tidak berarti bahwa setiap orang yang bersekolah (automaticly) akan memiliki masa depan yang cerah. Karena masa depan merupakan sesuatu yang berbeda dengan masa sekarang. Masa sekarang (bersekolah) terasa sangat indah, romantis, bersahabat dan nyaman. Sementara masa depan yang berjarak lima, delapan, atau sepuluh tahun dari sekarang akan diwarnai oleh persaingan (kompetisi), dan tuntutan kebutuhan hidup yang kompleks.

Di masa depan pada era globalisasi, kita tidak hanya berkompetisi dengan kerabat sekampus atau sekampung. Tetapi setiap orang (mau atau tidak mau) akan berkompetisi dengan orang lain dari berbagai belahan bumi. Ada orang Amerika, Inggris, Australia, Malaisia, Singapore, Arab Saudi, dan lain-lain. Jaminan untuk bertahan (eksis) adalah keterampilan dan profesionalisme. Setiap orang mesti memiliki keterampilan dan/untuk menjalani profesi tertentu.

Keterampilan merupakan seperangkat keahlian (teknis) untuk menyelesaikan pekerjaan atau tugas tertentu dalam tempo yang relatif singkat. Keterampilan yang didukung oleh konsep dan apresiasi terhadap pekerjaan secara fokus, konprehensif dan utuh akan melahirkan profesionalisme. Untuk memiliki profesi (menyandang status profesional) orang mesti memiliki keterampilan, pekerjaan dan kualifikasi pendidikan yang koheren. Artinya, keterampilan, dan pekerjaannya didasari oleh kualifikasi pendidikan yang relevan; atau sebaliknya kualifikasi pendidikan mendukung keterampilan dan pekerjaannnya.

Oleh karena itu, perencanaan studi, profesi, karier dan masa depan merupakan salah satu hal yang penting bagi anak sekolah selain prestasi akademik. Sejak di bangku sekolah keputusan tentang profesi yang akan dipilih harus dibuat.

Untuk menjawab tuntutan tersebut , kami persembahkan konsep/gagasan PETA MASA DEPANKU, yang boleh juga disingkat pmd. Pmd dikembangkan untuk membantu adik-adik pelajar Indonesia merencanakan masa depan secara jelas dan merumuskan jalan menuju ke sana. “Ku” pada kalimat “Peta Masa Depanku” berarti Anda yang sedang membaca dan atau sedang membuat rencana masa depan. Bukan penulis buku. Secara umum “ku” tersebut merujuk kepada generasi pelajar dan pemuda Indonesia yang sedang belajar, baik di bangku sekolah ataupun di luar sekolah.

Secara umum tujuan Peta Masa DepanKu adalah:
1. Memberikan arah dan orientasi yang jelas kepada orangtua tentang masa depan pendidikan (studi), profesi dan karir anak-anak mereka.
2. Memberikan arah dan orientasi yang jelas kepada pelajar (siswa dan mahasiswa) tentang rencana studi dan karir mereka.
3. Pemberikan petunjuk dan pegangan kepada para tenaga kependidikan (utamanya guru BP, wali kelas serta Kepala Sekolah) untuk membina siswa-siswinya dalam menempuh studi dan merencanakan karir sejak dini.

Sasaran dari konsep Peta Masa DepanKu adalah: siswa/mahasiswa, orang tua siswa, tenaga kependidikan, guru BP, Kepala Sekolah, Komite Sekolah, dan dan stakeholder pendidikan lainnya.

Konsepsi “Peta Masa DepanKu” disusun atas landasan berbagai ilmu pengetahuan yang saling terkait antara lain:
1. Psikologi; berkaitan dengan konsepsi kebutuhan manusia untuk senantiasa belajar memperbaharui diri.
2. Konselling; berkaitan dengan konsepsi bantuan dan pencerahan jiwa manusia untuk mencapai kemajuan dan keutamaan secara sistematis dan rasional.
3. Manajemen (self-management); berkaitan dengan konsepsi pengelolaan berbagai aspek yang mempengaruhi keberhasilan atau kesuksesan manusia.
4. Pendidikan; berkaitan dengan konsepsi upaya manusia untuk menciptakan suasana pembelajaran dalam rangka menggali potensinya.
5. Ekonomi; berkaitan dengan konsepsi penggunaan sumberdaya yang terbatas dalam menggapai cita-cita yang setinggi-tingginya.
6. Sosiologi; berkaitan dengan konsepsi masyarakat dan kebudayaan sebagai faktor pendukung atau penghambat upaya manusia dalam merealisasi cita-citanya.

Kami berharap dengan membuat Peta Masa Depanku, perencanaan studi dan karier ANAK SEKOLAH Indonesia menjadi jelas dan relevan.

Incoming search terms:


Categories: Uncategorized Tags:

pelatihan

January 15th, 2008 ayad No comments

PMD (PETA MASA DEPANKU) dirancang sebagai instrumen untuk memandang masa depan secara realistik. Gagasan Peta Masa Depanku yang sudah diterbitkan menjadi buku telah dilengkapi dengan paket pelatihan bagi adik-adik pelajar Indonesia. Dengan pelatihan ini diharapkan setiap pelajar Indonesia dapat memiliki Masa Depan yang lebih baik.

Tanpa perencanaan yang jelas dan terarah, maka anak-anak dan remaja bersekolah hanya atas tuntutan irama sosial, dan kesenangan atau paksaan semata. Mereka tidak memiliki harapan sebagai alasan untuk belajar, berjuang mengukir prestasi dan kesuksesan sejak dari sekolah. Potensi dan gejolak emosi kemudaan dan keremajaan mestinya dibingkai dan diarahkan secara fokus (goal oriented) sehingga teraktualisasi secara positif.

PETAMASADEPANKU.NET (pmd Management Center) hadir untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Bersama-sama dengan pendidik dan tenaga kependidikan di sekolah; Dinas, Kantor, Agen atau Lembaga Pendidikan bersinergi untuk menciptakan pelajar yang rajin, disiplin, kreatif, patuh pada orang tua dan guru, serta berorientasi tujuan.

Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional telah memberikan dasar dan arahan agar setiap pelajar (anak sekolah) menjadi manusia yangn lebih baik di masa yang akan datang. Kemudian diperkuat dengan Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2005 tentang Standard Nasional Pendidikan dan juga Permendiknas No. 22, 23, dan 24 Tahun 2006 tentang Standard Isi (SI), Standard Kompetensi Lulusan (SKL) dan strategi pelaksanaannya. Kebijakan Pemerintah yang terakhir secara tersurat menyatakan perlunya setiap anak sekolah mendapat bimbingan “Pengembangan Diri”.

Secara khusus kami menyuguhkan program pelatihan kepada Pelajar Sekolah Menengah Pertama, dan Tsanawiyah atau yang sederajad kejar paket B, Sekolah Menegah Atas, Menengah Keterampilan, Pelajar Madrasah Aliyah dan sederajad, kejar paket C.

Ada 4 MATERI POKOK yang digunakan dalam pelatihan pmd, yakni: Garis Waktu, Peta Masa Depanku, Portopolio Masa Depanku, dan Self-Assesment (penilaian Diri).

TUJUAN UTAMA kegiatan ini adalah menanamkan Peta konsep Masa Depan dalam pikiran (otak dan jiwa) pelajar Indonesia.
Dan secara terperinci tujuan dari kegiatan ini adalah:
1). Memberikan pengetahuan tentang pengambilan keputusan dan perencanaan masa depan kepada pelajar.
2). Memberikan orientasi tentang Peta Masa DepanKu, sebagai instrumen perencanaan studi & masa depan pelajar Indonesia.

MANFAAT yang diperoleh peserta pelatihan pmd adalah sbb:
1). Sikap positif, dan Wawasan tentang pengetahuan yang mengedepankan kemajuan dan masa depan yang lebih baik;
2). Wawasan tentang strategi meraih cita-cita;
3). Sikap positif dan Wawasan tentang perilaku hidup sehat dan terencana
4). Motivasi berprestasi dan motivasi belajar.
5). Keterampilan membuat keputusan dan rencana pribadi tentang studi, profesi, karier, dan masa depan.

WAKTU Pelatihan dapat diselenggarakan dengan durasi 1 hari (8 jam) efektif dan 3 hari (27 jam) efektif. Paket pelatihan 1 hari BERTEMPAT di Sekolah. Sementara untuk paket pelatihan 3 hari, dapat dilaksanakan di sekolah dan dapat pula di tempat lain yang aman dan nyaman.

Kegiatan ini BERBENTUK Semi – Training (seminar & pelatihan). Dengan METODE ceramah, mentorship, games, simulasi, self-reflection, puzzle, dan Brain-Gym. Kegiatan BERSIFAT Terbuka, funky, bersahabat, disiplin, DAN focus. INDIKATOR keberhasilan setelah mengikuti pelatihan pmd adalah:
a. Setiap peserta dapat membuat Peta Masa Depan mereka sendiri
b. Setiap peserta dapat mengetahui proses (steps) membuat keputusan dan rencana pribadi tentang studi, profesi, karier dan masa depan.
c. Respon pasca pelatihan (menggunakan PMD ID Card)

Peserta yang telah mengikuti pelatihan pmd, mendapat kesempatan untuk menjadi mentor pada pelatihan pmd. Mereka mendapat kesempatan terlibat pada kegiatan pmd yang lain seperti: diskusi dan dialog masa depan. Selain itu PMD akan memberikan laporan kepada Sekolah dan orang tua murid (melalui sekolah) tentang status, kondisi, dan kecenderungan orientasi masa depan anak. Laporan tersebut dibuat berdasarkan penilaian yang dilakukan selama dan sesudah pelatihan.

So, mari kita bekerjasama dalam membangun generasi muda bangsa yang cemerlang.

Masa depan bangsa tergantung pada kesiapan dan kualitas individu pelajar hari. Terima kasih. Hubungi kami di: petamasadepanku007@yahoo.co.id

Cheeersssssssssssss!!!!!


Categories: Uncategorized Tags: