Your Ad Here

Search Results

Keyword: ‘kebiasaan pelajar indonesia’

Ritual Sukses

August 18th, 2010 ayad No comments

Ritual untuk Kesuksesan

Oleh: Hayadin

Perjalanan menuju sukses adalah akumulasi dari berbagai faktor yang ada dalam diri manusia seperti ikhtiar fisik yang berkeringat hingga pada aktivitas ritual, atau bahkan faktor lain yang berada di luar kontrol diri manusia yang hadir bersama kekuatan sang waktu. Melakukan ritual menjadi salah satu bagian dari aktivitas manusia, terutama mereka yang menganut agama tertentu (bukan atheis).

Saya pernah berjumpa dengan seorang ibu di dalam Bis Kota, ketika dalam perjalanan melakukan penelitian dan secara kebetulan duduk disamping saya, tanpa saya minta menceritakan dengan bangga bahwa seluruh anak-anaknya (kalau tidak saya berjumlah 8 orang) menjadi orang yang sukses di Jakarta. Ia menyebutkan bahwa ada anaknya yang bekerja di PT. Pertamina, ada yang menjadi dokter, dan lain-lain. Lalu ia menyatakan bahwa rahasia dari kesuksesan anak-anaknya adalah ketika hamil ia melakukan ibadah puasa dan mendoakan agar anak yang dikandungnya menjadi orang yang sukses. Lalu, ia juga menambahkan, kalau sudah besar seperti Anda, maka lakukan saja sendiri ibadah puasa tersebut. Saya manggut-manggut dan teringat pada hadits Rasulullah Muhammad SW tentang fadhilah ibadah puasa, bahwa salah satu doa yang paling mustajab adalah doa yang dipanjatkan kepada Allah menjelang berbuka puasa.

Pada saat itu, saya hanya mendengarkan tanpa berpikir panjang tentang hakikat kesuksesan. Dan sekarang ketika menulis judul ’ritual sukses’, untuk diposting di web-site ini, saya teringat kembali dengan ibu tersebut. Bahwa untuk mencapai kesuksesan diperlukan pengorbanan, serta ikhtiar fisik, mental dan spiritual. Sebuah kesuksesan tidak datang seketika. Ia datang melalui proses dan perjalanan yang panjang.

Diawali dengan niat yang teguh serta pendirian yang kokoh (konsisten) untuk melakukan serangkaian ikhtiar dalam rangka mencapai tujuan tertentu. Pernyataan niat (intention) yang teguh untuk melakukan dan mencapai sesuatu diwujudkan dengan berbagai bentuk upacara. Di masyarakat Indonesia terdapat berbagai praktek dan kebiasaan yang memulai sesuatu dengan melakukan upacara ritual, dengan maksud agar proses pengerjaan dan penyelesaian project yang dimaksud berjalan lancar dan sukses. Upacara tersebut juga mengandung arti sebagai awal dimulainya (starting point) suatu perjalanan ikhtiar merealisasikan sesuatu.

Ada kelompok masyarakat yang melakukan upacara doa bersama ketika mendirikan rumah, atau ketika meletakkan batu pertama pendirian sebuah rumah; ada pula melakukan doa bersama ketika melepas kepergian sang anak untuk menuntut ilmu ke negeri orang. Bahkan ada upacara doa bersama yang dilakukan oleh jemaah haji ketika akan memulai perjalanan menunaikan ibadah haji.

Sebagai pelajar, praktek ritual sukses dapat juga ditiru, yakni dengan menetapkan niat untuk mencapai prestasi tertentu. Apakah juara kelas, juara lomba, kelulusan, dan lain sebagainya dapat diawali dengan statement niat yang kuat dan jelas apa yang hendak diraih, dan bagaimana proses dan teknik merealisasikannya. Tulislah niat tersebut agar menjadi jelas dan kuat. Lakukanlah doa bersama keluarga atau teman-teman Anda (yang dapat dipercaya dan mendukung Anda). Secara personal Anda dapat berpuasa untuk melengkapi ritual sukses Anda. Puasa sunah merupakan salah satu bentuk ibadah yang berkaitan dengan upaya mendekatkan diri kepada Allah dalam rangka memohon sesuatu. Karena Allah akan mengabulkan doanya orang yang berpuasa.

Dalam ajaran Islam kita menemukan banyak hal tenang ibadah atau ritual yang berkaitan dengan kesuksesan, antara lain:

Sholat sunat Tahajud (Qiyamullail); yakni ibadah sholat sunnah yang dilakukan pada duapertiga malam, sembari meminta petunjuk atau permintaan yang lain terkait denga cita-cita dan tujuan hidup kita kepada Allah. Banyak firman Allah dan hadits Rasulullah yang menerangkan bahwa do’a yang diucapkan pada duapertiga malam tersebut (waktu yang baik tuntuk sholat tahajud) akan dikabulkan oleh Allah SWT.  Allah SWT berfirman dalam surah al-Isra’; 79: “Dan pada sebagian malam hari, lakukanlah sholat tahajjud sebagai ibadah ambahan bagimu, mudah-mudahan Tuhan  mengangkat derajadmu ke tempat yang terpuji. Dan dalam salah satu hadits yang diriwayatkan oleh ImamMuslim, Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya di waktu malam itu, ada satu saat, yang apabila seorang musliim pada saat itu memohon satu  kebaikan kepada Allah SWT, baik urusan keduniaan maupun akhirat, pasti Allah akan mengabulkan permohonannya tadi. Dan hal itu ada di setiap malam.” Karena sifatnya untuk mewadahi permohonan atau hajad manusia, maka sholat ini (qiyamullail) juga disebut sholat hajad, yakni ibadah sholat yang diniatkan untuk memohonkan hajat tertentu agar dikabulkan oleh Allah Yang Maha Kuasa.

Sholat Dhuha, yakni ibadah sholat sunnah yang dilakukan di pagi hari (ketika mata hari terbit hingga tergelincir mata hari pada beberapa saat sebelum sholat Zhuhur) . Sholat ini bahkan jika ditilik dari makna do’a yang dipajatkan, sangat konkrit menggambarkan permintaan hamba tentang rezeki kepada Allah Yang Maha Kaya. Cuplikan dari doa yang disunatkan dibaca sesudah sholat Dluha adalah : Yaa Allah jika sekiranya Rezekiku berada di langit, maka turunkanlah; jika sekiranya berada berada di dalam perut bumi, maka keluarkanlah; jika sekiranya sumber rezekiku sukar, mudahkanlah Yaa Allah; jika sekiranya jauh, maka dekatlah dengan segala kemaha kuasaanMu Yaa Allah.

Sholat Istikhara, yakni sholat meminta petunjuk dalam memutuskan di antara banyak hal. Rasulullah SAW, bersabda: Jika seseorang dari kalian berkehendak pada suatu perkara, maka hendaklah sholat dua rakaat selain sholat fardhu, kemudian ucapkanlah (berdo’a); Ya Allah, sesungguhnya aku  mohon pilihan kepada-Mu dengan ilmu-Mu dan aku mohon ditakdirkan (untuk mendapatkan yang terbaik diantara dua atau beberapa perkara) dengan kekuasaan-Mu, juga aku mohon kepada-Mu karunia-Mu yang agung. Karena sesungguhnya Engkau adalah Maha Kuasa sedang aku tidak. Engkau adalah Maha Mengetahui, sedang aku tidak mengetahui apa-apa, dan Engkau Maha Mengetahui segala yang Ghaib. Ya Allah, jika perkara ini memang baik untukku dalam agamaku, baik untuk urusanku sekarang maupun urusanku di kemudian hari, maka takdirkanlah itu untukku dan mudahkanlah aku untuk mendapatkannya, selanjutnya berilah keberkahan padaku dalam urusan itu. Namun jika perkara ini buruk untuk agamaku, baik untuk sekarang maupun di kemudian  hari, maka palingkanlah itu dari diriku dan palingkanlah aku darinya, lalu takdirkanlah mana yang baik untukku dimana saja adanya kebaikan itu dan jadikanlah aku ridha terhadapnya.

Ibadah (sholat istikharah) ini sangat cocok dilakkan bagi pelajar dalam melakukan keputusan tentang pilihan-pilihan masa depan. Baik itu terkait dengan pilihan jurusan, pilihan fakultas, pilihan sekolah atau universitas, pilihan negara atau kota tempat studi, dan lain sebagainya.

Selain ibadah puasa sunah dan sholat sunnah, banyak pula do’a dan wirid yang dapat diamalkan untuk mendukung kesuksesan. Hanya perlu kemauan untuk sukses, dan tanyalah para Ustadz/Ustadzah apa do’a dan ritual yang mujarab.


Pelajar vs. Industri Rokok

July 14th, 2009 ayad No comments

Pelajar Vs. Industri Rokok

Apresiasi atas Debat Cawapres (Selasa 30 Juni 2009)

Oleh Hayadin

Lindungi Pelajar dari asap Rokok

Lindungi Pelajar dari asap Rokok

Menarik sekali karena ketiga kontestan Cawapres mengemukakan pentingnya melindungi pelajar Indonesia dari racun tembakau (rokok). Bahkan moderator (Dr. dr. Fachmi Idris) memberikan stressing kalau tembakau adalah pintu menuju narkoba yang mematikan. Di sisi lain para capres juga menyadari kalau keberadaan tembakau (sebagai salah satu unsur penting dari industri rokok) erat kaitannya dengan kelangsungan hidup jutaan petani tembakau di tanah air, sehingga kebijakan menghapus industri tembakau akan mengakibatkan hilangnya pendapatan dan sumber penghidupan jutaan rakyat Indonesia. Lalu bagaimana jalan keluar yang bijaksana agar masa depan pelajar Indonesia tidak direnggut oleh narkoba dan rokok, serta juga tetap menyelamatkan kelangsungan industri tembakau di tanah air.

Kepentingan Pelajar Indonesia

Salah satu prasyarat utama berlangsungnya proses belajar yang efektif adalah kesehatan. Belajar hanya dapat berlangsung efektif jika mereka dalam kondisi yang fit, dan segar untuk menerima dan mengolah informasi yang diperoleh dari guru, media dan sumber belajar lainnya. Kehadiran tembakau atau rokok dalam proses belajar membawa pengaruh negative baik secara langsung ataupun tidak langsung. Pengaruh langsung rokok adalah memecah konsentrasi belajar. Mereka (pelajar) yang sedang merokok tentu berhenti dari aktivitas belajar. Mereka mengalihkan aktivitas untuk menikmati tembakau.

Beberapa orang berdalih agar bisa konsentrasi harus merokok terlebih dahulu. Ini adalah kasus (apologi) dimana orang tersebut sudah memiliki penyakit ketergantungan terhadap rokok. Setelah menghisap rokok, mungkin ia dapat kembali belajar, tetapi ritme dan pola belajarnya, tentu sudah terganggu. Dalam konteks kelompok, perilaku perokok sangat mengganggu teman lain yang tidak merokok. Baik karena aroma tembakau yang khas ataupun asapnya yang beracun, tidak disukai oleh orang yang tidak merokok.

Secara ekonomi, pelajar yang merokok tentu sangat buruk, terutama untuk mereka yang orang tuanya yang kurang mampu (standard ekonomi menengah ke bawah). Ia harus mengambil jatah biaya hidupnya untuk membeli rokok, bahkan tidak jarang mengambil jatah pembayaran sekolah seperti iuran, atau harga buku. Banyak sekali kita menyaksikan pelajar yang tidak memiliki buku catatan yang rapi atau buku paket atau alat belajar lainnya bahkan tidak punya pakaian seragam lengkap, tetapi punya frekwensi merokok yang tinggi. Artinya, mereka lebih memilih menggunakan anggaran yang dimiliki (berasal dari orang tua) untuk membeli rokok ketimbang membeli perlengkapan belajar.

Kepentingan Industri Tembakau

Dari sisi industri, tembakau adalah devisa, aset, mata pencaharian, dan sumber pendapatan, serta keuntungan atau profit. Untuk alasan itulah, perusahaan tembakau tetap eksis dan berkembang hingga saat ini dengan berbagai macam merk dagang. Untuk alasan itu pula dibuat iklan rokok yang sangat menarik dan menantang rasa penasaran orang untuk mencoba dan menikmatinya. Hingga pada akhirnya orang akan ketagihan (kecanduan) dan menjadi konsumen setia industri rokok.

Melalui iklannya, industri rokok berusaha membujuk calon konsumennya tanpa pandang bulu untuk menjadi perokok dengan asosiasi citra kejantanan, kesempurnaan, hero, mocho, maskulin, dan lain-lain. Seseorang dibuat naif untuk menerima asosiasi citra tersebut, dan menerima nalar bahwa tanpa merokok seseorang tidak layak menyandang citra tersebut. Tentu salah satu kelompok yang menjadi sasaran iklan tersebut (disengaja ataupun tidak disengaja) adalah pelajar. Terbukti banyak pelajar yang menjadi konsumen tembakau.

Menyelamatkan Masa Depan Pelajar

Banyak orang sepakat kalau pelajar sebaiknya jangan merokok, baik karena alasan ekonomi ataupun oleh alasan kesehatan dan medis yang akan mempengaruhi prestasi belajarnya dan masa depannya. Tetapi kenyataannya, tidak demikian. Kita menemukan pelajar merokok dimana-mana bahkan di lingkungan sekolah. Kenyataan tersebut merupakan hal yang harus dipikirkan secara serius karena akan membawa dampak jangka panjang terhadap masa depan bangsa.

Sejauh ini, belum ada instrumen kebudayaan dan kebijakan yang cukup untuk menjaga dan memelihara pelajar dari bahaya rokok. Dalam perspektif  budaya, kita melihat para orang tua bahkan tokoh masyarakat dan tokoh agama memberikan contoh yang kurang baik kepada pelajar tentang kebiasaan merokok. Demikian pula dalam perspektif kebijakan, negara kita belum memiliki aturan yang dapat menyelamatkan pelajar dari bahaya rokok. Beberapa daerah yang sudah menginisiasi PERDA larangan merokok di tempat umum, belum berlaku secara efektif. Di sekolah sebagai pusat kegiatan belajar formal anak sekolah, masih terdapat Pejabat  Sekolah yang mengkonsumsi tembakau (rokok) bahkan ada guru yang merokok di sekolah, atau merokok sambil mengajar. Tempat-tempat publik, gedung pemerintah, bahkan tempat ibadah masih dipenuhi asap rokok pada saat-saat tertentu.

Pelajar cerdas, bebas rokok dan narkoba

Pelajar cerdas, bebas rokok dan narkoba

Untuk menyelamatkan masa depan pelajar dari racun tembakau dan narkoba, tidak perlu menutup industri tembakau, juga tidak harus mematikan perkebunan tembakau milik rakyat. Industri rokok dapat memproduksi rokok untuk ekspor ke negara lain, atau untuk konsumsi domestik secara terbatas kepada kelompok tertentu. Para perokok dididik untuk menghargai pelajar dan menghargai orang yang tidak  merokok. Secara etis nalar bangsa kita membenarkan bahwa memberikan asap atau bau khas mulut atau racun kepada orang lain adalah perbuatan tidak terpuji (bahkan berdosa).

Kita sangat bangga karena para Cawapres mengapresiasi isu ini dalam debatnya. Giliran mereka yang terpilih untuk mengimplementasikan agenda tersebut, yakni menyelamatkan masa depan pelajar Indonesia dari bahaya rokok dan narkoba.


Memaknai Ujian Nasional

June 17th, 2009 ayad No comments

Memaknai Ujian Nasional (Momok UN 2)

Oleh Hayadin

Hari hari dalam bulan ini (Juni 09) pelajar SMA, SMP, M.Ts, MA, SMK, tengah mengekspresikan perasaan terhadap hasil pengumuman Ujian Nasional. Mereka yang lulus mengekspresikannya dengan melakukan konvoi hingga memacetkan jalan publik, corat-coret baju sekolah, dan berpesta pora saking gembiranya. Mereka yang tidak lulus ujian menangis sejadi-jadinya (kurang lebih sama seperti ditinggal oleh orang yang dicintai, atau kehilangan sesuatu yang berharga), mungkin merasa kehilangan harapan dan masa depan. Bahkan bukan hanya pelajar, pihak lain seperti orang tua dan guru-pun juga turut terlibat merespon pengumuman hasil Ujian Nasional tersebut. Mereka para orang tua dan guru turut bergembira dan bersedih merespon pengumuman Ujian Nasional.

Seremonial Pendidikan Nasional

Ujian Nasional yang selalu mengundang perhatian media

Ujian Nasional yang selalu mengundang perhatian media

Lalu apa arti dari semua peristiwa tersebut? Mereka yang bergembira bahkan euphoria? Ada juga mereka yang menangis dengan sangat pilu sekali? Apa sesungguhnya yang terjadi.

Secara faktual harus diakui dengan jujur bahwa Ujian Nasional (dalam bentuknya yang sekarang) telah melahirkan kebiasaan atau cara pandang tertentu di dalam kehidupan masyarakat Indonesia umumnya dan anak sekolah khususnya. Di dalam kepala masyarakat Indonesia dan pelajar khususnya (menurut saya) telah terbangun cara pandang bahwa belajar dan ikhtiar untuk menjadi pintar harus ditempuh dalam sebuah siklus yang panjang dengan sedemikian rupa proses dan prosedur. Belajar tidak cukup hanya dengan mencerap informasi baru dan merubah perspektif atau wawasan untuk maju dan lebih baik. Belajar haruslah dilakukan secara sempurna dimana Ujian Nasional merupakan momentum untuk menguji kesempurnaan tersebut. Seseorang juga dinilai pintar kalau ia Lulus Ujian Nasional.

Anak yang lulus Ujian Nasional merayakan keberhasilannya secara berlebihan, seakan-akan mereka sudah memperoleh sesuatu yang menjamin masa depan mereka. Demikian pula sebaliknya, anak anak pelajar yang tidak lulus Ujian Nasional meratapi kegagalan mereka secara berlebihan, seakan-akan masa depan mereka sudah hancur.

Seorang pelajar Sekolah Dasar yang telah belajar selama lima tahun lebih, pada tahun ke enam ia akan menjalani Ujian Nasional. Seorang pelajar sekolah jenjang pendidikan menengah yang telah belajar 2 tahun lebih, pada tahun ketiga akan menjalani Ujian Nasional. Mereka yang tidak lulus (cenderung) menilai dirinya gagal dan sia-sia belajar selama enam tahun atau tiga tahun di sekolah tersebut.

Ujian Nasional telah menjadi sebuah Seremonial Bangsa yang sakral, dramatis, penuh dengan ketegangan, kecemasan, ketakutan, dan ancaman psikologis terhadap masa depan pelajar Indonesia. Untuk itu diperlukan kreativitas, dan kearifan dalam mengelolah Ujian Nasional.

Baca juga:

* Momok Ujian Nasional

Incoming search terms: