Alhamdulillah, Syukur kepada Sang Pencipta dan Penguasa waktu, yang telah mempertemukan kita semua dengan Ramadhan tahun 1431 H. Semoga kita sehat, kuat, sabar, dan mendapatkan hidayah serta barakah dari Ibadah yang kita jalani selama sebulan di bulan suci ini. Amien, Yaa Rabbal Alamin.
Setelah sebelumnya, di senja akhir hari tahun 1430 H, kini di pagi hari bersamaan dengan cahaya fajar yang menghantarkan Sang Surya menerangi tahun baru 1431H, marilah kita awali dengan bermunajat kepada Allah SWT semoga segala cita-cita, rencana, keinginan dan harapan yang kita tulis untuk tahun 1431 H, dapat terwujud dengan baik.
Do'a awal tahun Hijriyah
Segala puji hanya bagi Allah, Tuhan yang memelihara dan menguasai alam semesta. Salawat dan salam ke atas junjungan kami Nabi Muhammad S.A.W. serta ahli keluarga dan para sahabatnya.
Ya Alllah, Engkaulah yang kekal abadi untuk selama-lamanya. Demi kelebihanMu yang Maha Agung dan kemurahanMu yang melimpah, sesungguhnya pada tahun ini aku memohon kepadaMu perlindungan daripada syaitan yang terkutuk, dari sekalian kroni-kroninya, tenteranya dan penolongnya. Aku juga memohon perlindungan dari nafsu amarah yang sentiasa mendorong ke arah kejahatan dan melalaikan dengan perkara yang tidak bermanfaat daripada mendekatkan diriku kepadaMu.
Salawat dan salam kepada junjungan kami Nabi Muhammad. Segala puji hanya bagi Allah, Tuhan yang memelihara dan menguasai alam semesta.
Do’a merupakan salah satu senjata dan kekuatan orang yangn beriman kepada Allah SWT. Di dalamnya terkandung renungan, harapan, kecemasan, dan (sekaligus) optimisme terhadap kondisi yang lebih baik. Berdoa merupakan perwujudan sikap dan perilaku yang rendah di hadapan Tuhan Sang Pencipta. Berda’a juga merupakan perwujudan sikap pantang menyerah menghadapi realitas kehidupan. Karena di balik do’a tersirat harapan yang besar.
Doa akhir tahun
Segala puji hanya bagi Allah, Tuhan yang memelihara dan menguasai sekalian alam semesta. Salawat dan Salam kepada junjungan kami Nabi Muhammad S.A.W. serta ahli keluarga dan para sahabatnya.
Ya Allah, sesungguhnya pada tahun ini aku telah melakukan laranganMu tetapi aku masih belum bertaubat sedangkan Engkau tidak ridlo dan melupakan perkara itu. Engkau telah menangguhkan azabMu yang telah ditetapkan kepadaku. Engkau telah memerintahkan supaya aku bertaubat dari kesalahan itu. Sesungguhnya pada hari ini aku memohon keampunan dariMu, ampunilah aku dan apa yang telah aku lakukan pada tahun ini yang Engkau redai dan Engkau janjikan pahala maka aku memohonnya daripada Engkau. Ya Allah, ya Karim, ya Zaljalali wal ikram.
Salawat dan salam kepada junjungan kami Nabi Muhammad S.A.W serta ahli keluarga dan para sahabatnya. Segala puji hanya bagi Allah, Tuhan yang memelihara dan menguasai sekalian alam.
Salah satu isu yang dikemukakan oleh para capres dan cawapres terkait dengan visi, misi, kebijakan dan program kerja yang akan dikerjakan pada lima tahun ke depan jika terpilih menjadi Presiden dan Wakil presiden RI adalah mengurangi tingkat kemiskinan dan pengangguran, serta meningkatkan mutu pendidikan dan kualitas SDM bangsa Indonesia. Mereka memiliki konsep dan pandangan yang hampir sama bahwa kemiskinan, pengangguran, dan pendidikan memiliki keterkaitan yang erat. Kemiskinan umumnya disebabkan oleh karena seseorang tidak memiliki pekerjaan atau mata pencaharian yang dapat menopang kehidupannya atau biasa disebut dengan pengangguran, dan pengangguran tersebut terjadi karena mereka memiliki pengetahuan dan keterampilan kerja serta pendidikan yang rendah.
Capres - Cawapres RI 2009 - 2014
Oleh karena itu secara sederhana dapat dinyatakan bahwa kemiskinan adalah akibat dari pengangguran, dan pengangguran merupakan akibat dari pendidikan yang gagal (baik dalam tataran mikro maupun dalam tataran makro – sistem). Sehingga secara logis sangat masuk akal jika upaya mengurangi kemiskinan harus juga melibatkan dunia pendidikan. Dunia pendidikan harus bertanggung jawab secara proaktif untuk menghasilkan output dan outcome yang mandiri dan tidak menganggur.
Menciptakan Pelajar Enterpreneur
Salah satu isu (konsep) yang menarik adalah perlunya menanamkan semangat kewirausahaan kepada pelajar Indonesia. Para capres menyatakan perlunya penekanan pada pendidikan keterampilan dan sekolah kejuruan yang dapat memberikan bekal keterampilan kerja untuk menopang kehidupan para pelajar di masa depan. Dengan menjadi enterpreneurs maka para pelajar akan belajar untuk mandiri, dan tidak bergantung pada pasar kerja.
pelajar enterpreneur yang dibutuhkan negeri ini
Dengan semangat enterprenership para pelajar diarahkan untuk menjadi kreatif, inovatif, berani bekerja keras dan menciptakan tantangan untuk masa depan yang lebih baik. Pelajar akan menjadi anak yang berjuang untuk memutus garis kemiskinan dan kebodohan yang diwariskan oleh orang tuanya sehingga ia tidak akan melanjutkan status orang tuanya yang tidak mampu. Sebaliknya mereka akan mengangkat harkat dan martabat orang tua dan keluarganya dan secara makro adalah mengangkat harkat dan martabat bangsa.
Menjadi enterpreneur berarti berusaha untuk menciptakan usaha sendiri yang dapat menopang hidupnya dan kehidupan sosial di sekitarnya. Dan dalam bentuk yang luas, semangat enterpreneurship (kewirausahaan) berarti berusaha untuk menciptakan lapangan kerja kepada publik.
Intervensi Pemerintah
Berbagai ragam inisiatif terkait dengan ke-wira usaha-an pelajar (student enterpreneurship) sudah diperkenalkan baik oleh pemerintah ataupun oleh dunia usaha dan industri di tanah air. Tetapi sejauh ini semangat enterpreneurship yang diintrodusir ke dunia pendidikan tersebut belum bersifat sistematis dan sistemik. Pemerintah, pemerintah daerah, dunia usaha dan industri serta sekolah atau kampus belum memiliki arah dan orientasi yang sama dan jelas tentang kewirausahaan pelajar (student enterpreneurship). Di tingkat sekolah atau kampus misalnya masih ada dikotomi mengenai prestasi akademik dan proses belajar mengajar yang diperoleh melalui pembelajaran di kelas (class room learning based) dengan prestasi atau pencapaian belajar di luar sekolah atau di luar kampus (field learning based). Demikian pula halnya budaya (cara pandang) masyarakat yang memandang menjadi karyawan terutama karyawan pemerintah adalah lebih baik juga merupakan tantangan dan permasalahan yang harus diatasi.
Keterbatasan modal untuk memulai (merealisasi) rencana usaha juga merupakan salah satu alasan klasik yang dihadapi oleh pelajar-pelajar Indonesia. Banyak sekali gagasan usaha yang terpikir oleh para pelajar, tetapi selalu berhenti ketika membahas pendanaannya. Banyak sekali proposal usaha dan program kegiatan yang tersimpan dipojok kamar atau terbuang di tong sampah. Semua itu terjadi karena kesulitan memperoleh dana kegiatan. Oleh karena itu gagasan program untuk memberikan bantuan modal usaha kepada pelajar merupakan solusi yang tepat. Pemerintah yang akan datang harus memikirkan bentuk intervensi yang tepat dan komprehensif dalam rangka membangun kewirausahaan pelajar.
Recent Comments