Daftar Harapan
Membuat Daftar Harapan atau Mimpi
Oleh: Hayadin
Salah satu keunikan manusia adalah pada keinginan atau kehendaknya. Para filosof bahkan memandang kehendak sebagai salah satu unsur dasar kehidupan manusia, selain intelek atau rasio. Jika rasio dipandang sebagai alat kehidupan manusia yang bersumber dari akal sehat atau pada otak, sebaliknya kehendak dipandang sebagai alat kehidupan manusia yang berasal dari dunia bawah sadar yang tidak rasional. Kehendak tidak memerlukan alasan atau penjelasan untuk muncul. Ia dapat saja muncul secara tiba-tiba dari dalam diri manusia.
Masa depan yang dapat dikatakan masih bersifat abstrak menyimpan berbagai harapan bagi setiap orang. Dalam pandangan yang sederhana kita dapat mendefinisikan masa depan sebagai ”Harapan”. Pemilik masa depan adalah mereka yang mempunyai Harapan. Dan mereka yang tidak memiliki harapan berarti tidak memiliki masa depan.
Harapan dapat muncul dimana saja dan kapan saja. Tidak perlu kecerdasan tinggi untuk memiliki harapan. Setiap orang memiliki harapan.
Karena setiap orang memiliki harapan, lalu apakah setiap orang dapat dikatakan merupakan pemilik masa depan?
Mestinya: YA. Tetapi kebanyakan harapan tersebut hanya muncul sekejap lalu hilang entah kemana. Pada suatu kesempatan tertentu, entah pada kesempatan menonton pertunjukkan konser musik, menonton sinetron, di depan TV, atau di dalam pesawat, muncul harapan dan keinginan besar untuk meraih ini itu, memiliki ini itu, dan menjadi ini itu. Tetapi pada beberapa jam kemudian harapan tersebut menjadi hilang. Bahkan tertimbun oleh rutinitas dan beban belajar, tugas atau pekerjaan. Sehingga harapan dan keinginan besar tadi menjadi terkubur seakan tak pernah muncul.
Ini merupakan kasus yang sering terjadi pada kebanyakan orang. Karena kita tidak terbiasa untuk menulis harapan dan keinginan tersebut. Lalu mengapa kita tidak menulisnya. Siapa yang melarang dan apa hambatannya untuk menulis harapan dan keinginan tersebut? Tidak peduli realistik atau imposible harapan dan keinginan tersebut, ia adalah sesuatu yang muncul dari dalam diri Anda. Keinginan dan harapan tersebut lahir dari diri Anda. Lalu mengapa kita meremehkanya? Kehidupan dan waktu memiliki hukumnya sendiri yang terkadang tidak dimengerti dalam mewujudkan harapan dan keinginan seseorang. Disamping ikhtiar, dan berdo’a, juga alam semesta dan perputaran waktu menjadi faktor yang mempengaruhi terwujudnya keinginan dan harapan seseorang.
Oleh karena itu, buatlah daftar harapan dengan cara menulisnya. Jangan biarkan ia hadir hanya di otak dan kemudian hilang entah kemana. Dengan menulisnya, kita dapat membacanya, mengoreksinya, menertawakannya, bahkan memilah atau memilih mana yang bisa diraih dan mana yang mustahil. Meskipun mustahil menurut pikiran kita, tetapi biarkanlah ia dalam daftar harapan. Pada kesempatan yang lain kita dapat membukanya dan melihatnya kembali. Tidak ada yang melarang dan itu hanya untuk Anda bukan untuk dipublikasi.
Caranya: Siapkan selembar kertas, atau sebuah buku khusus untuk menulis daftar harapan atau keinginan Anda. Jika menggunakan buku, tulislah Judul buku tersebut sebagai Daftar Harapan (Hope List). Setiap kali Anda memiliki keinginan harapan bahkan ide gila (maid idea), tulislah pada hari dan tanggal berapa Anda mendapatkan keinginan tersebut, lalu tulislah di bawahnya keinginan Anda. Jika Anda memiliki lebih dari satu keinginan, tulislah secara berurut dengan menggunakna nomor urut. Tulis sesingkat dan sejelas mungkin. Apapun yang Anda tulis, itu adalah hak Anda. Bukan untuk dipublikasi. Simpanlah untuk diri Anda sendiri. Jika menggunakan kertas (karena Anda tidak membawa Buku Daftar Harapan: tulislah hari dan tanggal Anda mendapatkan keinginan tersebut, lalu tulislah dibawahnya harapan dan keinginan Anda. Anda dapat memindahkan catatan kertas tersebut ke dalam Buku, atau Anda dapat menggunakan File atau FolderMap untuk mengumpulkannya.






Recent Comments