Your Ad Here

Search Results

Keyword: ‘arti masa depan’

Belajar untuk masa depan

August 28th, 2010 ayad No comments

Belajar sebagai Modal Masa Depan Anda

Kehidupan di masa yang akan datang memerlukan kompetensi yang dilandasi oleh disiplin ilmu tertentu. Orang yang akan eksis adalah mereka yang memiliki profesi dan atau pekerjaan yang berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi. Satu-satunya strategi pendekatan yang dapat digunakan untuk memiliki kompetensi tertentu dengan ditopang oleh  landasan keimuan tertentu, adalah belajar (studi). Tidak ada cara lain yang dapat kita gunakan selain belajar. Oleh karena itu, belajarlah sejak dini untuk menguasai suatu kompetensi dan disiplin ilmu tertentu. Belajar merupakan modal dasar yang dimiliki oleh setiap orang untuk bisa eksis dan mengejar kehidupan yang lebih baik di masa depan.

Dalam al-Qur’an disebutkan bahwa Allah akan mengangkat beberapa derajad lebih tinggi bagi orang-orang yang beriman dan memiliki ilmu pengetahuan yang lebih. Secara formil, setiap jenis profesi, pekerjaan dan karir selalu memerlukan persyaratan dalam bentuk kualifikasi akademik dan/atau kompetensi tertentu. Artinya untuk diterima bekerja pada suatu perusahaan, kantor pemerintah atau swasta, maka Anda perlu memiliki ijazah atau sertifikat yang menerangkan level akademis dan kompetensi Anda. Tanpa hal tersebut, maka sulit bagi anda untuk meniti profesi dan karir secara baik. Ijazah atau sertifikat pada hakikatnya adalah bukti yang menjelaskan pengakuan dan kepercayaan suatu lembaga pendidikan tempat Anda belajar atas kompetensi dan kemampuan yang kita miliki. Atas dasar pengakuan dari Universitas tersebut maka dunia kerja dimana kebanyakan pelajar akan melamar pekerjaan, mempertimbangkan dan menerima seseorang untuk bekerja di tempat tersebut dengan posisi dan karier tententu.

Tentu ada kemungkinan seseorang dapat bekerja dan berkarir tanpa mengandalkan ijazah dan sertifikat. Para enterpreneur atau wirausahawan yang merintis usaha sendiri dan mendirikan perusahaan merupakan  contoh orang yang tidak mengandalkan ijazah atau sertifikat. Meskipun demikian, mereka bukanlah orang yang tidak belajar, mereka justru belajar lebih keras dan lebih dalam dari kehidupan sehari-hari dari berbagai sumber. Mereka adalah orang yang belajar sambil bekerja, bahkan merani mengambil resiko dengan belanjar dari kegagalan membangun usaha sendiri.

Meskipun demikian halnya, fakta menunjukkan bahwa mereka yang sukses membangun perusahaan atau kerajaan bisnis di era modern sekarang, juga memiliki sertifikat atau ijazah yang menerangkan bahwa mereka dapat membaca menulis dan berhitung serta kompetensi tertentu. Kisah sukses orang tanpa sekolah semakin berkurang seiring dengan perkembangan zaman. Bahkan seorang Bill Gates, pemilik Microsoft Corporation beberapa tahun yang lalu kembali ke kampus untuk mengambil gelar Doktornya, setelah pada musa mudanya lebih senang belajar secara bebas dari berbagai sumber di luar kampus.

Oleh karena itu jangan sia-siakan masa muda Anda sekarang. Belajar hari ini, sukses di masa depan. Those who learn today, will be leader tomorrow.

Incoming search terms:


Rencana Sukses

August 28th, 2010 ayad No comments

Hidup Terencana dan Terarah

Oleh: Hayadin

Salah satu kutipan yang menarik adalah: “if You Fail to Plan, You Plan to fail”. Artinya, jika anda gagal membuat rencana, maka Anda membuat rencana untuk gagal. Kutipan di atas sangat tepat, dengan menyandingkan kegagalan sebagai konsekwensi perencanaan. Kegagalan menjadi konsekwensi mutlak dari buruknya perencanaan dan atau ketiadaan perencanaan.

Gagal membuat rencana (Fail to Plan) dapat dimaknai sebagai kekurangmampuan dalam membuat rencana, menentukan orientasi masa depan, dan arah dari suatu perjalanan atau akhir dari suatu ikhtiar. Dalam perspektif lain, dapat pula dikatakan sebagai ketidakjelasan niat dalam menjalankan sesuatu. Sesuatu dikerjakan atau dijalankan hanya karena mengikuti kehendak orang lain, ikut-ikutan, atau latah.

Para pakar manajemen memandang bahwa perencanaan merupakan hal yang penting dan utama dari suatu pekerjaan, projek, perjalanan, usaha, dan tujuan. Dengan adanya rencana yang terarah dan jelas, menurut ahli manajemen, maka setengah dari tujuan telah dicapai.

Lalu, bagaimana kalau tidak ada perencanaan? Tentu kita tidak akan mencapai apa-apa. Apa yang kita lakukan hanyalah melanjutkan rutinitas dari orang-orang terdahulu,  mengikuti irama lingkungan, merespon secara reaktif berbagai hal yang terjadi di sekitar kita dengan mengandalkan naluri dan perasaan tanpa ada bingkai yang terarah. Kita mengerjakan sesuatu hanya karena orang lain mengerjakannya, atau terdesak oleh situasi dan kondisi, bukan  berdasarkan tujuan pribadi yang kita inginkan.

Hidup terencana secara praktis dilakukan dengan merumuskan apa yang mau kita raih dalam limit waktu tertentu. Boleh jadi batasannya adalah apa yang mau kita raih dalam satu minggu, dalam satu bulan, dalam satu tahun atau lebih, bahkan apa yang mau kita raih atau mau kita capai hari ini terumuskan secara jelas. Merumuskannya adalah di dalam otak atau melalui tulisan. Orang bijak menganjurkannya agar rencana tersebut dituliskan di atas kertas agar mudah dilihat, dapat menjadi pedoman, serta dapat ditinjau ulang seiring dengan pergantian sang waktu.

Sejarah gemilang yang dicapai oleh manusia diukir melalui pemimpin-pemimpin besar yang memiliki perencanaan. Baik di dunia industri, militer, maupun di dunia keilmuan. Mereka semua memiliki rencana. Tidak atas kebetulan dan keberuntungan semata atas pencapaian mereka. Sebagian besar rencana mereka dituangkan dalam tulisan, sehingga menjadi obyek kajian para ahli sejarah di masa kini. Sebagian yang lain juga ada yang tidak sempat menuliskan rencana tersebut dan hanya tersimpan dalam memori mereka.

Orang yang memiliki rencana tertentu, akan memiliki motivasi besar yang lahir dari dirinya sendiri untuk melakukan serangkaian ikhtiar mencapai tujuannya; secara sadar ia akan membangun strategi dan disiplin yang dibutuhkan sebagai prasyarat mencapai tujuannya; dengan rencana dan tujuan yang jelas, ia akan memiliki daya tahan dan kesabaran terhadap berbagai masalah dan tantangan yang mungkin hadir mengganggu perjalanannya mencapai tujuan tersebut.

Oleh karena itu, merumuskan tujuan pribadi dan menuangkannya dalam perencanaan yang jelas dan terarah merupakan awal dari kesuksesan pribadi. Ungkapan tersebut di atas ”if You fail to Plan, You Plan to Fail”, sangat tepat, yang jika dibalik dengan mengganti kata fail (gagal) dengan success (sukses) akan berbunyi, “if You success to Plan, You Plan to Success”, artinya: “Jika Anda sukses membuat rencana, maka Anda telah berencana untuk sukses”. It’s great!

Untuk itu, di sekolah selain belajar (matematika, bahasa, ilmu pengetahuan lain) dan mengembangkan bakat, akan lebih baik masa depan kita jika kita juga belajar membuat rencana untuk hari esok yang lebih baik. Let’s make planning.

Incoming search terms:


Ritual Sukses

August 18th, 2010 ayad No comments

Ritual untuk Kesuksesan

Oleh: Hayadin

Perjalanan menuju sukses adalah akumulasi dari berbagai faktor yang ada dalam diri manusia seperti ikhtiar fisik yang berkeringat hingga pada aktivitas ritual, atau bahkan faktor lain yang berada di luar kontrol diri manusia yang hadir bersama kekuatan sang waktu. Melakukan ritual menjadi salah satu bagian dari aktivitas manusia, terutama mereka yang menganut agama tertentu (bukan atheis).

Saya pernah berjumpa dengan seorang ibu di dalam Bis Kota, ketika dalam perjalanan melakukan penelitian dan secara kebetulan duduk disamping saya, tanpa saya minta menceritakan dengan bangga bahwa seluruh anak-anaknya (kalau tidak saya berjumlah 8 orang) menjadi orang yang sukses di Jakarta. Ia menyebutkan bahwa ada anaknya yang bekerja di PT. Pertamina, ada yang menjadi dokter, dan lain-lain. Lalu ia menyatakan bahwa rahasia dari kesuksesan anak-anaknya adalah ketika hamil ia melakukan ibadah puasa dan mendoakan agar anak yang dikandungnya menjadi orang yang sukses. Lalu, ia juga menambahkan, kalau sudah besar seperti Anda, maka lakukan saja sendiri ibadah puasa tersebut. Saya manggut-manggut dan teringat pada hadits Rasulullah Muhammad SW tentang fadhilah ibadah puasa, bahwa salah satu doa yang paling mustajab adalah doa yang dipanjatkan kepada Allah menjelang berbuka puasa.

Pada saat itu, saya hanya mendengarkan tanpa berpikir panjang tentang hakikat kesuksesan. Dan sekarang ketika menulis judul ’ritual sukses’, untuk diposting di web-site ini, saya teringat kembali dengan ibu tersebut. Bahwa untuk mencapai kesuksesan diperlukan pengorbanan, serta ikhtiar fisik, mental dan spiritual. Sebuah kesuksesan tidak datang seketika. Ia datang melalui proses dan perjalanan yang panjang.

Diawali dengan niat yang teguh serta pendirian yang kokoh (konsisten) untuk melakukan serangkaian ikhtiar dalam rangka mencapai tujuan tertentu. Pernyataan niat (intention) yang teguh untuk melakukan dan mencapai sesuatu diwujudkan dengan berbagai bentuk upacara. Di masyarakat Indonesia terdapat berbagai praktek dan kebiasaan yang memulai sesuatu dengan melakukan upacara ritual, dengan maksud agar proses pengerjaan dan penyelesaian project yang dimaksud berjalan lancar dan sukses. Upacara tersebut juga mengandung arti sebagai awal dimulainya (starting point) suatu perjalanan ikhtiar merealisasikan sesuatu.

Ada kelompok masyarakat yang melakukan upacara doa bersama ketika mendirikan rumah, atau ketika meletakkan batu pertama pendirian sebuah rumah; ada pula melakukan doa bersama ketika melepas kepergian sang anak untuk menuntut ilmu ke negeri orang. Bahkan ada upacara doa bersama yang dilakukan oleh jemaah haji ketika akan memulai perjalanan menunaikan ibadah haji.

Sebagai pelajar, praktek ritual sukses dapat juga ditiru, yakni dengan menetapkan niat untuk mencapai prestasi tertentu. Apakah juara kelas, juara lomba, kelulusan, dan lain sebagainya dapat diawali dengan statement niat yang kuat dan jelas apa yang hendak diraih, dan bagaimana proses dan teknik merealisasikannya. Tulislah niat tersebut agar menjadi jelas dan kuat. Lakukanlah doa bersama keluarga atau teman-teman Anda (yang dapat dipercaya dan mendukung Anda). Secara personal Anda dapat berpuasa untuk melengkapi ritual sukses Anda. Puasa sunah merupakan salah satu bentuk ibadah yang berkaitan dengan upaya mendekatkan diri kepada Allah dalam rangka memohon sesuatu. Karena Allah akan mengabulkan doanya orang yang berpuasa.

Dalam ajaran Islam kita menemukan banyak hal tenang ibadah atau ritual yang berkaitan dengan kesuksesan, antara lain:

Sholat sunat Tahajud (Qiyamullail); yakni ibadah sholat sunnah yang dilakukan pada duapertiga malam, sembari meminta petunjuk atau permintaan yang lain terkait denga cita-cita dan tujuan hidup kita kepada Allah. Banyak firman Allah dan hadits Rasulullah yang menerangkan bahwa do’a yang diucapkan pada duapertiga malam tersebut (waktu yang baik tuntuk sholat tahajud) akan dikabulkan oleh Allah SWT.  Allah SWT berfirman dalam surah al-Isra’; 79: “Dan pada sebagian malam hari, lakukanlah sholat tahajjud sebagai ibadah ambahan bagimu, mudah-mudahan Tuhan  mengangkat derajadmu ke tempat yang terpuji. Dan dalam salah satu hadits yang diriwayatkan oleh ImamMuslim, Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya di waktu malam itu, ada satu saat, yang apabila seorang musliim pada saat itu memohon satu  kebaikan kepada Allah SWT, baik urusan keduniaan maupun akhirat, pasti Allah akan mengabulkan permohonannya tadi. Dan hal itu ada di setiap malam.” Karena sifatnya untuk mewadahi permohonan atau hajad manusia, maka sholat ini (qiyamullail) juga disebut sholat hajad, yakni ibadah sholat yang diniatkan untuk memohonkan hajat tertentu agar dikabulkan oleh Allah Yang Maha Kuasa.

Sholat Dhuha, yakni ibadah sholat sunnah yang dilakukan di pagi hari (ketika mata hari terbit hingga tergelincir mata hari pada beberapa saat sebelum sholat Zhuhur) . Sholat ini bahkan jika ditilik dari makna do’a yang dipajatkan, sangat konkrit menggambarkan permintaan hamba tentang rezeki kepada Allah Yang Maha Kaya. Cuplikan dari doa yang disunatkan dibaca sesudah sholat Dluha adalah : Yaa Allah jika sekiranya Rezekiku berada di langit, maka turunkanlah; jika sekiranya berada berada di dalam perut bumi, maka keluarkanlah; jika sekiranya sumber rezekiku sukar, mudahkanlah Yaa Allah; jika sekiranya jauh, maka dekatlah dengan segala kemaha kuasaanMu Yaa Allah.

Sholat Istikhara, yakni sholat meminta petunjuk dalam memutuskan di antara banyak hal. Rasulullah SAW, bersabda: Jika seseorang dari kalian berkehendak pada suatu perkara, maka hendaklah sholat dua rakaat selain sholat fardhu, kemudian ucapkanlah (berdo’a); Ya Allah, sesungguhnya aku  mohon pilihan kepada-Mu dengan ilmu-Mu dan aku mohon ditakdirkan (untuk mendapatkan yang terbaik diantara dua atau beberapa perkara) dengan kekuasaan-Mu, juga aku mohon kepada-Mu karunia-Mu yang agung. Karena sesungguhnya Engkau adalah Maha Kuasa sedang aku tidak. Engkau adalah Maha Mengetahui, sedang aku tidak mengetahui apa-apa, dan Engkau Maha Mengetahui segala yang Ghaib. Ya Allah, jika perkara ini memang baik untukku dalam agamaku, baik untuk urusanku sekarang maupun urusanku di kemudian hari, maka takdirkanlah itu untukku dan mudahkanlah aku untuk mendapatkannya, selanjutnya berilah keberkahan padaku dalam urusan itu. Namun jika perkara ini buruk untuk agamaku, baik untuk sekarang maupun di kemudian  hari, maka palingkanlah itu dari diriku dan palingkanlah aku darinya, lalu takdirkanlah mana yang baik untukku dimana saja adanya kebaikan itu dan jadikanlah aku ridha terhadapnya.

Ibadah (sholat istikharah) ini sangat cocok dilakkan bagi pelajar dalam melakukan keputusan tentang pilihan-pilihan masa depan. Baik itu terkait dengan pilihan jurusan, pilihan fakultas, pilihan sekolah atau universitas, pilihan negara atau kota tempat studi, dan lain sebagainya.

Selain ibadah puasa sunah dan sholat sunnah, banyak pula do’a dan wirid yang dapat diamalkan untuk mendukung kesuksesan. Hanya perlu kemauan untuk sukses, dan tanyalah para Ustadz/Ustadzah apa do’a dan ritual yang mujarab.


Goddard List

August 15th, 2010 ayad No comments

Inspirasi dari John Goddard

Oleh: Hayadin

Ini adalah contoh daftar keinginan yang ditulis oleh seorang anak ketika berusia 14 tahun. Keinginan ini timbul dari hasil mendengar percakapan orang terutama orang tua dan kolega bisnis ayahnya. Ia mendengar ayahnya dan teman-teman ayahnya menyesal tidak melakukan banyak hal ketika mereka masih muda, dan diusia yang sudah tua hal tersebut sudah susah untuk dilakukan. Nama anak ini adalah John Goddard. Oleh karena itu sering juga disebut dengan Goddard List.

Daftarnya sangat sederhana, inilah contohnya. Mungkin dapat memberikan inspirasi kepada kita.

Daftar keiningnan Goddard:

  1. Mengunjungi sungai Nil
  2. Mengunjungi sungai Amazon
  3. Mengunjungi sungai Kongo
  4. Mengunjungi sungai Colorado
  5. Mengunjungi sungai Yangtze di China
  6. Mengunjungi sungai Niger
  7. Mengunjungi sungai Orinoci, di Venezuela
  8. Mengunjungi sungai Rio Coco
  9. Mempelajari Budaya (primitive) orang Congo
  10. Mempelajari Budaya (primitive) orang New Guinea / Papua nugini
  11. Mempelajari Budaya (primitive) orang Brazil
  12. Mempelajari Budaya (primitive) orang Kalimantan
  13. Mempelajari Budaya (primitive) orang Sudan
  14. Mempelajari Budaya (primitive) orang Australia
  15. Mempelajari Budaya (primitive) orang Kenya
  16. Mempelajari Budaya (primitive) orang Philipina
  17. Mempelajari Budaya (primitive) orang Tanzania
  18. Mempelajari Budaya (primitive) orang Ethiopia
  19. Mempelajari Budaya (primitive) orang Nigeria
  20. Mempelajari Budaya (primitive) orang Alaska
  21. Mendaki Pegunngan Everest
  22. Mendaki gunung Aconcagua, Argentina
  23. Mendaki gunung Mckinley
  24. Mendaki  gunung Huascaran, Peru.
  25. Mendaki gunung Kilimanjaro
  26. Mendaki gunung Ararat Turki
  27. Mendaki gunung Kenya
  28. Mendaki gunung Cook Selandia baru
  29. Mendaki gunung Popocatepeti, Meksiko
  30. Mendaki gunung Matterhorn
  31. Mendaki  gunung Rainer
  32. Mendaki gunung Fuji
  33. Mendaki  gunung Vesuvius
  34. Mendaki gunung Bromo Jawa
  35. Mendaki Grand Tetons
  36. Mendaki gunung  Baldy, California
  37. Berkarir di bidang kesehatan dan eksplorasi
  38. Belajar kedokteran dan mengobati penyakit orang primitif
  39. Mengunjungi semua negara di dunia
  40. Belajar tentang Navajo dan India Hopi
  41. Belajar menerbangkan pesawat
  42. Memotret air terjun Iguaku, Brazil
  43. Memotret Air terjun victoria, Rodesia
  44. Memotret air terjun sutherland, Selandia baru
  45. Memotret air terjun Yosemite
  46. Memotret air terjun niagara
  47. Memotret napak tilas perjalanan Marco polo dan Alexander Agung
  48. Melakukan Eksplorasi bawah laut coral reefs di Florida, dan great garrier reefs Australia
  49. Melakukan Eksplorasi laut merah
  50. Melakukan Eksplorasi kepulauan fiji
  51. Melakukan Eksplorasi kepulauan Bahama
  52. Eksplorasi Okefenokee Swamp dan Everglades
  53. Mengunjungi kutb utara dan kutub selatan
  54. Mengunjungi tembok China
  55. Mengunjungi Terusan Suez dan Panama
  56. Mengunjungi Pulau Easter
  57. Mengunjungi Pulau galapagos
  58. Mengunjungi Kota Vatikan
  59. Mengunjungi Taj Mahal
  60. Mengunjungi Menara Eiffel
  61. Mengunjungi Grotto birru, Capri
  62. Mengunjungi Menara London
  63. Mengunjungi Manara miring Pissa
  64. Mengunjungi sumur suci Chich n-Itza, Meksiko
  65. Mendaki Ayers Rock, australia
  66. Mengikuti sungai Jordan dan laut Galilee.
  67. Mengunjungi laut Mati
  68. Berenang di danau  viktoria
  69. Berenang di danau Superior
  70. Berenang di danau Tanganyika
  71. Berenang di  danau Titicaca, Ameriak Selatan
  72. Berenang di danau Nikaragua
  73. Menjadi anggota pramuka
  74. Menyelam dengan kapal selam
  75. Mendarat dan take off dengan pesawat
  76. Terbang dengan balon udara , gantole
  77. Menunggang gajah, unta, ostrih, bronco,
  78. Menunggang kuda di parade bunga mawar
  79. Menyelam di kedalaman 40 kaki, dan menahan napas 2,5 menit di bawah air;
  80. Menangkap lobster seberat 10 pound dan 10 inchi abalone
  81. Memainkan flute dan violin
  82. Mengetik 50 kata permenit
  83. Belajar ski air dan ski salju
  84. Belajar Terjun payung
  85. Mengikuti misi  gereja
  86. Mengikuti jejak John Muir
  87. Mempelajar obat-obatan tradisional dan membawa pulang  yang bermanfaat
  88. Mengabadikan gambar gajar, singa, kadal, cheetah, tanjung buffalo, dan paus
  89. Belajar ilmu bela diri
  90. Belajar Jujitsu
  91. Mengajar di Universitas
  92. Melihat Upacara Kremasi di Bali
  93. Eksplorasi ke dasar laut
  94. Berperan di film Tarzan
  95. Memiliki kuda, simpanse, cheetah, ocelot, coyote;
  96. Menjadi orator radio HAM
  97. Membuat Teleskom ?????? sendiri
  98. Menulis buku perjalanan di sungai Nil
  99. Menerbitkan Artikel di Majalah National Geographic.
  100. Lompat setinggi 5 kaki
  101. Melompat jauh sepanjang 15 kaki
  102. Lari satu mill dalam 5 menit
  103. Memiliki berat konstant sebesar 175 pound (masih seperti itu sampai sekarang)
  104. Melakukan sit-up 200 kali dan pull-up 20 kali
  105. Belajar bahasa Prancis, Spanyol, dan bahasa Arab
  106. Belajar lizard naga di pulau Komodo
  107. Mengunjungi tempat kelahiran kakek Sorenson di Denmark
  108. Mengunjungi tempat kelahiran kakek Goddard di Inggris
  109. Naik kapal laut dan menjadi pelaut
  110. Membaca seluruh isi ensiklopea Britanica
  111. Menamatkan membaca Injil
  112. Membaca karya Shakespeare, Plato, Aristoteles, Dickens, Thoreau, Rousseau, Hemingway, Twain, Burrough, Keat, Poe, Bacon, Whittier, dan Emerson. (Tidak seluruh karya mereka)
  113. Mengenali komposisi musik Bach, Beethoven, Debussy, Ibert, Lalo, Mendelssohn, Milhaud, Pagamini, Rachmaninonff, Ravel, Respighi, Rimsky Korsakov, Stravinsky, Tchaikovsky, Toch, Verdi.
  114. Menjadi terampil meggunakan pesawat, sepeda motor, traktor, surfboard, senapan, pistol, perahu, mikroskop, football, basket, panah, lariat, boomerang.
  115. Membuat komposisi musik
  116. Memainkan “Claire de Lune” di Piano
  117. Menyaksikan upacara Fire Walking di Bali dan Suriname
  118. Memeras susu ular berbisa
  119. Menyulut api dengan 0,22 Rifle
  120. Mengunjungi studio Film
  121. Mendaki pyramid
  122. Menjadi anggota klub pecinta alam dan petualang
  123. Belajar bermain polo
  124. Menjelajahi Grand Canyon dan mengelilingi dunia (sudah empat kali)
  125. Pergi Ke bulan (suatu hari nanti)
  126. Menikah dan mempunyai lima orang anak
  127. Menyaksikan abad 21 (dalam usia  75 tahun).

Daftar Harapan

August 15th, 2010 ayad No comments

Membuat Daftar Harapan atau Mimpi

Oleh: Hayadin

Salah satu keunikan manusia adalah pada keinginan atau kehendaknya. Para filosof bahkan memandang kehendak sebagai salah satu unsur dasar kehidupan manusia, selain intelek atau rasio. Jika rasio dipandang sebagai alat kehidupan manusia yang bersumber dari akal sehat atau pada otak, sebaliknya kehendak dipandang sebagai alat kehidupan manusia yang berasal dari dunia bawah sadar yang tidak rasional. Kehendak tidak memerlukan alasan atau penjelasan untuk muncul. Ia dapat saja muncul secara tiba-tiba dari dalam diri manusia.

Masa depan yang dapat dikatakan masih bersifat abstrak menyimpan berbagai harapan bagi setiap orang. Dalam pandangan yang sederhana kita dapat mendefinisikan masa depan sebagai ”Harapan”. Pemilik masa depan adalah mereka yang mempunyai Harapan. Dan mereka yang tidak memiliki harapan berarti tidak memiliki masa depan.

Harapan dapat muncul dimana saja dan kapan saja. Tidak perlu kecerdasan tinggi untuk memiliki harapan. Setiap orang memiliki harapan.

Karena setiap orang memiliki harapan, lalu apakah setiap orang dapat dikatakan merupakan pemilik masa depan?

Mestinya: YA. Tetapi kebanyakan harapan tersebut hanya muncul sekejap lalu hilang entah  kemana. Pada suatu kesempatan tertentu, entah pada kesempatan menonton pertunjukkan konser musik, menonton sinetron, di depan TV, atau di dalam pesawat, muncul harapan dan keinginan besar untuk meraih ini itu, memiliki ini itu, dan menjadi ini itu. Tetapi pada beberapa jam kemudian harapan tersebut menjadi hilang. Bahkan tertimbun oleh rutinitas dan beban belajar, tugas atau pekerjaan. Sehingga harapan dan keinginan besar tadi menjadi terkubur seakan tak pernah muncul.

Ini merupakan kasus yang sering terjadi pada kebanyakan orang. Karena kita tidak terbiasa untuk menulis harapan dan keinginan tersebut. Lalu mengapa kita tidak menulisnya. Siapa yang melarang dan apa hambatannya untuk menulis harapan dan keinginan tersebut? Tidak peduli realistik atau imposible harapan dan keinginan tersebut, ia adalah sesuatu yang muncul dari dalam diri Anda. Keinginan dan harapan tersebut lahir dari diri Anda. Lalu mengapa kita meremehkanya? Kehidupan dan waktu memiliki hukumnya sendiri yang terkadang tidak dimengerti dalam mewujudkan harapan dan keinginan seseorang. Disamping ikhtiar, dan berdo’a, juga alam semesta dan perputaran waktu menjadi faktor yang mempengaruhi terwujudnya keinginan dan harapan seseorang.

Oleh karena itu, buatlah daftar harapan dengan cara menulisnya. Jangan biarkan ia hadir hanya di otak dan kemudian hilang entah kemana. Dengan menulisnya, kita dapat membacanya, mengoreksinya, menertawakannya, bahkan memilah atau memilih mana yang bisa diraih dan mana yang mustahil. Meskipun mustahil menurut pikiran kita, tetapi biarkanlah ia dalam daftar harapan. Pada kesempatan yang lain kita dapat membukanya dan melihatnya kembali. Tidak ada yang melarang dan itu hanya untuk Anda bukan untuk dipublikasi.

Caranya: Siapkan selembar kertas, atau sebuah buku khusus untuk menulis daftar harapan atau keinginan Anda. Jika menggunakan buku, tulislah Judul buku tersebut sebagai Daftar Harapan (Hope List). Setiap kali Anda memiliki keinginan harapan bahkan ide gila (maid idea), tulislah pada hari dan tanggal berapa Anda mendapatkan keinginan tersebut, lalu tulislah di bawahnya  keinginan Anda. Jika Anda memiliki lebih dari satu keinginan, tulislah secara berurut dengan menggunakna nomor urut. Tulis sesingkat dan sejelas mungkin. Apapun yang Anda tulis, itu adalah hak Anda. Bukan untuk dipublikasi. Simpanlah untuk diri Anda sendiri. Jika menggunakan kertas (karena Anda tidak membawa Buku Daftar Harapan: tulislah hari dan tanggal Anda mendapatkan keinginan tersebut, lalu tulislah dibawahnya harapan dan keinginan Anda. Anda dapat memindahkan catatan kertas tersebut ke dalam Buku, atau Anda dapat menggunakan File atau FolderMap untuk mengumpulkannya.