Your Ad Here

Search Results

Keyword: ‘apa itu ekspresi diri’

Melatih Kemandirian

August 10th, 2010 ayad No comments

Melatih Kemandirian

Oleh: Hayadin

Kemandirian (independence) atau hidup mandiri secara personal merupakan kontinum perkembangan manusia yang lebih tinggi setelah melewati face ketergantungan (dependence – independence – interdependence). Seperti kita ketahui bersama, bahwa setiap manusia pada saat mengawali hidupnya di dunia pasti bergantung (dependence)  pada kedua orang tua dan keluarganya untuk bisa hidup. Urusan makan, mandi, memakai pakaian, bahkan hingga tidur dibantu oleh orang lain.

Seiring dengan perkembangan waktu, manusia menjadi besar dan cerdas karena didikan dan hasil belajar sejak kecil. Manusia kemudian bisa melakukan banyak tugas dan pekerjaan tanpa ditopang oleh orang lain. Pada tahap ini, manusia berusaha untuk menjadi pribadi yang mandiri (independent) , dan berusaha memenuhi kebutuhan hidup dengan ikhtiar dan pandangannya sendiri.

Dalam agama Islam, fase ini paralel dengan fase dimana manusia memiliki tanggung jawab dan status di depan hukum, yang biasa dikenal dengan istilah aqil-baligh. Status ini, selain faktor usia, juga ditentukan oleh rasionalitas atau berfungsinya akal secara baik sehat, yakni mampu membedakan mana /apa yang bermanfaat dan mana / apa yang membawa mudharat (malapetaka).

Bulan suci Ramdhan dimana kita sebagai kaum muslimin berpuasa merupakan bulan penuh rahmat yang dapat dijadikan sebagai momentum membangun kemandirian. Prosesi ibadah ramadhan yang dimulai dengan bangun pagi pada saat terbit fajar dan berniat (berkomitment) untuk tidak makan, minum, berdusta/bohong, dan berbuatan tercela lainnya, hingga terbenam mata hari, merupakan latihan penting bagi anak anak untuk membangun sifat jujur,  mandiri, percaya diri, konsisten dan lain sebagainya.

Sarana pelatihan ’kejujuran’ bagi anak dapat dirasakan atau dialami oleh anak, dimana ketika menjalankan ibadah puasa, maka yang dapat mengontrol sang anak untuk tidak makan dan minum adalah dirinya sendiri. Orang tua dapat saja berpesan dan memberikan nasehat untuk tidak melakukan perbuatn yang membatalkan puasa, yakni antara lain adalah makan dan minum. Tetapi mengawasinya sepanjang hari dari waktu Subuh hingga Maghrib, adalah pekerjaan yang berat dan hampir tidak mungkin. Bahkan dengan memakai jasa ”Body Guard” sekalipun tidak akan efektif, jika Sang anak tidak memiliki kesadaran sendiri untuk menjalankan puasa dan melaksanakan niatnya yang telah dilafalkan tadi malam sebelum sahur. Pada diri sang anaklah ketuntasan ritual menahan lapan dan dahaga dari waktu Shubuh hingga Maghrib. Anak yang jujur akan betul-betul menahan lapar dan dahaga meskipun ia memiliki kesempatan atau dirayu oleh lingkungannya baik oleh teman sebayanya ataupun oleh media yang ia tonton seperti Televisi. Berbeda halnya dengan anak yang tidak jujur, ia akan mencari-cari kesempatan untuk memuaskan rasa dahaga dan laparnya di belakang pengawasan orang tuanya. Bahkan tanpa ragu ia dapat saja memperlihatkan ekspresi lapar, letih, haus kepada orang tuanya, dan ikut prosesi buka puasa bersama dengan anggota keluarga yang berpuasa penuh.

Sarana pelatihan ’kemandirian’ dapat dirasakan atau dialami oleh anak, dimana selama menjalani ibadah puasa di bulan suci Ramadhan, orang yang berpuasa melakukan rutinitas bangun subuh melawan kantuk untuk melaksanakan ibadah sahur. Ini merupakan prasyarat bagi kebaikan dan keutamaan puasa, karena dengan melaksankan sahur, kita memiliki stok kalori dan nutrisi untuk  menopang stamina dan daya tahan tubuh selama menjalankan aktivitas keseharian. Dan bangun tidur merupakan urusan pribadi karena terkait perasaan dan organ pribadi seseorang. Bagi anak, adalah pengalaman yang asing dan tidak biasa untuk bangun dikala mata sedang tidur nyenyak berhiaskan mimpi. Dan pengalaman berpuasa di bulan suci ini, menjadikan sang anak menikmati irama bangun tidur, sahur, sholat shubuh. Dan semua itu dilakukan tanpa perwakilan.

Sarana pelatihan ’percaya diri’ karena pada saat sahur dan berniat untuk berpuasa, pada dasarnya (di lubuk hati paling dalam) tertanam keyakinan atau mungkin juga perjuangan untuk melawan keraguan, bahwa kita dapat menahan lapar, haus, syahwat, serta perilaku negatif lain sampai terbenam matahari.  Hal ini terkait dengan kesehatan fisik, mental, psikologis, bahwa kita dapat melewatinya sampai terbenam mata hari. Bagi anak, yang baru belajar berpuasa, tentu merupakan tantangan yang berat untuk tidak makan sampai pada jam tertentu. Dan pada saat sahur bagi anak yang baru belajar puasa maka ”kontrak waktu toleransi” yang disepakati bersama orang tua untuk boleh berbuka merupakan ujian mental untuk mengukur kemampuan dan staminanya, baik secara fisik maupun secara psikis. Ada anak yang berusia 5 atau 6 tahun pada saat sahur menyatakan sanggup untuk bertahan sampai maghrib; ada juga yang menyatakan sanggup samapi waktu zuhur; dan ada juga yang mungkin sebelum zuhur. Kapan waktu berbbuka yang diyakininya, itu mencerminkan rasa percaya diri sang anak tentang kemampuan. Bagi orang tua yang melakukan kontrak waktu toleransi untuk berbuka puasa, yang perlu diperhatikan adalah keyakinan sang anak untuk menyatakankesanggupannya. Bagi anak usia 7 atau 8 tahun tentu pernyataan sangup untuk menyelesaikan ibadah puasa hingga maghrib, merupakan pertanda yang baik bagi rasa percaya diri (dengan tanda kutip: anak tersebut jujur).

Sarana melatih ’kesabaran’ karena melalui ibadah puasa yang dijalani mulai dari terbit fajar hingga terbenam mata hari (kurang lebih 14 jam) selama 30 hari penuh dengan cobaan dan godaan. Kebiasaan makan dan minum di siang hari, dengan pilihan rasa menu yang beragam merupakan sesuatu yang sulsit dan berat untuk dihentikan begitu saja. Dan ketika kita berpuasa, kebiasaan tersebut harus berhenti total, tanpa ada tawar menawar. Bahkan bagi orang yang kecanduan tembakau (rokok) harus menghentikan kebiasaan tersebut pada saat puasa. Perjuangan menghentikan kebiasaan tersebut memerlukan kesabaranyang tinggi. Bagi anak, tentu lebih berat lagi. Ia harus melawan godaan makan dan minum, bahkan godaan iklan makanan dan minuman yang ditayangkan media televisi.

Sarana pelatihan ”konsistensi”, karena ibadah puasa yang dilaksanakan pada bulan suci Ramadhan berlangsung selama 29 atau 30 hari secara rutin dan terus-menerus (tanpa terputus-putus dan bosan). Prosesi ibadah yang dilakukan pada hari pertama dan seterusnya, adalah berulang-ulang: mulai sahur – menahan lapar, dahaga, dan sikap serta perilaku yang negatif – berbuka puasa – tarawweh – sahur lagi – menahan lapar, dahaga lagi – berbuka lagi, dan seterusnya selama sebulan. Pengalaman lapar, letih, haus yang dialami pada hari sebelumnya mungkin saja menggoda dan menjadi alasan pembenar bagi seseorang untuk tidak berpuasa pada hari berikut dan selanjutnya. Tetapi bagi kaum mukminin, konsistensi untuk menjalani seluruh prosesinya secara rutin hingga tuntas mulai dari hari pertama hingga hari terakhir Ramadhan adalah harga mati dankenikmatan yang tiada tandingannya. Dan bagi anak, tentu ini merupakan momentum yang berharga untuk menanamkan perilaku konsisten dalam beribadah, yang diharapkan akan menjadi landasan sikap dan perilaku sosial lainya.

Semoga ibadah puasa Ramadhan ini menjadi momentum bagi kita semua (terutama kaum muslimin wabil khusus pelajar yang menjalaninya sambil bersekolah dan belajar) untuk membangun perilaku terpuji dalam rangka menciptakan kehidupan yang lebih baik di hari esok. Amien.


Memaknai Ujian Nasional

June 17th, 2009 ayad No comments

Memaknai Ujian Nasional (Momok UN 2)

Oleh Hayadin

Hari hari dalam bulan ini (Juni 09) pelajar SMA, SMP, M.Ts, MA, SMK, tengah mengekspresikan perasaan terhadap hasil pengumuman Ujian Nasional. Mereka yang lulus mengekspresikannya dengan melakukan konvoi hingga memacetkan jalan publik, corat-coret baju sekolah, dan berpesta pora saking gembiranya. Mereka yang tidak lulus ujian menangis sejadi-jadinya (kurang lebih sama seperti ditinggal oleh orang yang dicintai, atau kehilangan sesuatu yang berharga), mungkin merasa kehilangan harapan dan masa depan. Bahkan bukan hanya pelajar, pihak lain seperti orang tua dan guru-pun juga turut terlibat merespon pengumuman hasil Ujian Nasional tersebut. Mereka para orang tua dan guru turut bergembira dan bersedih merespon pengumuman Ujian Nasional.

Seremonial Pendidikan Nasional

Ujian Nasional yang selalu mengundang perhatian media

Ujian Nasional yang selalu mengundang perhatian media

Lalu apa arti dari semua peristiwa tersebut? Mereka yang bergembira bahkan euphoria? Ada juga mereka yang menangis dengan sangat pilu sekali? Apa sesungguhnya yang terjadi.

Secara faktual harus diakui dengan jujur bahwa Ujian Nasional (dalam bentuknya yang sekarang) telah melahirkan kebiasaan atau cara pandang tertentu di dalam kehidupan masyarakat Indonesia umumnya dan anak sekolah khususnya. Di dalam kepala masyarakat Indonesia dan pelajar khususnya (menurut saya) telah terbangun cara pandang bahwa belajar dan ikhtiar untuk menjadi pintar harus ditempuh dalam sebuah siklus yang panjang dengan sedemikian rupa proses dan prosedur. Belajar tidak cukup hanya dengan mencerap informasi baru dan merubah perspektif atau wawasan untuk maju dan lebih baik. Belajar haruslah dilakukan secara sempurna dimana Ujian Nasional merupakan momentum untuk menguji kesempurnaan tersebut. Seseorang juga dinilai pintar kalau ia Lulus Ujian Nasional.

Anak yang lulus Ujian Nasional merayakan keberhasilannya secara berlebihan, seakan-akan mereka sudah memperoleh sesuatu yang menjamin masa depan mereka. Demikian pula sebaliknya, anak anak pelajar yang tidak lulus Ujian Nasional meratapi kegagalan mereka secara berlebihan, seakan-akan masa depan mereka sudah hancur.

Seorang pelajar Sekolah Dasar yang telah belajar selama lima tahun lebih, pada tahun ke enam ia akan menjalani Ujian Nasional. Seorang pelajar sekolah jenjang pendidikan menengah yang telah belajar 2 tahun lebih, pada tahun ketiga akan menjalani Ujian Nasional. Mereka yang tidak lulus (cenderung) menilai dirinya gagal dan sia-sia belajar selama enam tahun atau tiga tahun di sekolah tersebut.

Ujian Nasional telah menjadi sebuah Seremonial Bangsa yang sakral, dramatis, penuh dengan ketegangan, kecemasan, ketakutan, dan ancaman psikologis terhadap masa depan pelajar Indonesia. Untuk itu diperlukan kreativitas, dan kearifan dalam mengelolah Ujian Nasional.

Baca juga:

* Momok Ujian Nasional

Incoming search terms:


Facebook untuk Pelajar

May 27th, 2009 ayad 1 comment

Facebook untuk Pelajar

Oleh: Hayadin

Facebook merupakan salah satu situs jaringan social internasional yang tidak berbayar alias gratis. Mungkin karena gratis, maka anggotanyapun menjadi berlimpah dan ada di seluruh pelosok dunia. Kini facebook pun dapat diakses dengan menggunakan bahasa selain bahasa Inggris bahkan dengan bahasa Indonesia. Berbagai macam aplikasi dan fitur teknologi hadir setiap saat.

Mark Zuckerberg pelajar Pencipta Facebook

Mark Zuckerberg pelajar Pencipta Facebook

Pada awalnya, oleh Mark Zuckerbe sang inisiator facebook, membuat situs ini hanya untuk iseng semata dengan tujuan membangun jaringan pertemanan sesama mahasiswa di Universitas tempat ia belajar (Harvard University). Namun karena sifat teknologi informasi internet (International Network) yang bersifat global, maka dalam waktu singkat mahasiswa dan pelajar dari universitas lain bahkan dari Negara lain mendaftarkan diri sebagai member atau pemakai facebook. Lagi-lagi karena sifatnya yang gratis, sehingga tidak ada perasaan merugi ketika mencoba untuk menggunakannya.

Pada perkembangan selanjutnya, dengan jumlah ratusan juta anggota di seluruh dunia, maka berbagai tampilan dan fitur atau aplikasi pun mulai diciptakan baik oleh perusahaan pengelolah facebook, ataupun oleh penggunanya (dengan menggunakan bahasa pemprograman yang disiapkan oleh facebook) yang beragam. Demikian pula karakter dan tujuan orang bergabung di situs tersebut menjadi tidak terkendali. Sekali lagi karena sifatnya gratis. Mungkin ada orang yang bergabung untuk mencari teman, membangun jaringan secara global, mencari pendukung, menyebarkan gagasan tertentu, dan lain-lain atau untuk sekedar ekspresi narsisme.

Mengambil Manfaat yang sebesar-besarnya

Karena sifatnya yang terbuka, bebas, dan netral, serta gratis, maka pilihan-pilihan selalu berada di tangan penggunanya. Mau dipakai untuk apakah teknologi ini? Ada pilihan baik dan ada pula pilihan buruk.

Pilihan baiknya adalah: menggunakan facebook untuk mencari, menemukan dan menambah teman bergaul, berbagi, dan berdiskusi di dunia maya (tentu dapat ditindak lanjuti di dunia real). Menggunakannya untuk share informasi, berita, gambar dan atau video yang memberikan nilai tambah dan nilai ekonomi bagi pemiliknya atau mereka yang tertarik, menggunakannya untuk membangun group (kelompok) yang concern pada isu-isu public, pendidikan, social budaya dan ekonomi (bisnis). Bahkan beberapa organisasi internasional melakukan kampanye isu dan dana melalui facebook. Pilihan buruknya adalah, menggunakan facebook untuk meshare gambar, cerita, dan video yang berbau pornografi.

Kepentingan Pelajar

Bagi anak sekolah yang sedang belajar dan menapaki perjalanan menuju masa depan, maka situs jejaring social seperti facebook dapat memberikan manfaat yang besar. Karena sifatnya yang terbuka, para pelajar dapat berinteraksi, dan berkomunikasi dengan pelajar di Negara lain, membahas isu-isu yang diminati secara global. Para pelajar bahkan dapat berkomunkasi dengan tokoh-tokoh hebat Internasional seperti Bill Clinton, dan Obama. Tokoh-tokoh nasional Indonesiapun mulai banyak yang menggunakan facebook.

Tentu saja, Anda dapat mengorek informasi tentang factor yang mendukung kesuksesan mereka. Dan Anda mendapatkan pelajaran berharga. Gratis lagi. Anda bisa memilih mentor (virtual mentor) dengan pilihan yang banyak. Oleh karena itu, gunakanlah Teknologi secara Bijak.

Incoming search terms:


Bagaimana membangun rasa PD

November 20th, 2008 ayad 3 comments





Bagi beberapa orang, tampil percaya diri bukan merupakan masalah. Namun bagi beberapa orang yang lain adalah masalah. Mereka kebanyakan minder, malu tampil dan berbicara dimuka umum, bahkan malu untuk berteman.

Jika Anda termasuk orang yang kurang percaya diri, maka untuk berubah menjadi percaya diri, Anda butuh waktu dan proses. Jangan putus asa, karena ada jalan keluar.

Berikut Mr. pmd berbagi tips:  

1.       Ketahuilah sumber ketidaknyamanan Anda. Mengapa anda malu, atau minder untuk tampil di depan publik? Mungkin  penyebabnya adalah hal-hal kecil seperti: model rambut, warna kulit, atau kendaraan yang anda pakai ke sekolah atau mungkin latar belakang sosial ekonomi keluarga anda. Bahkan mugkijnj karena jerawat, he he he. Apapun itu, anda perlu tahu, dan TULISLAH dengan satu kata, atau satu frase.

2.       Diskusikan dengan teman baik yang Anda percayai. Ada hal yang Anda harus rubah dan perbaiki, dan ada pula yang anda tidak dapat perbaiki. Lakukan perubahan untuk hal-hal yg dapat diperbaiki, dan lakukakn perdamaian dengan hal-hal yang tidak dapat anda perbaiki.

3.       Camkan dalam-dalam, bahwa tidak ada seorangpun manusia yang sempurna. Bahkan mereka yang anda nilai paling percaya diri juga memiliki kelemahan.

4.       Kenali keunggulan Anda. Setiap orang memiliki kelebihan yang mungkin tidak dimiliki oleh orang lain. Temukan kelebihan Anda pada bidang tertentu dan kembangkan atau tonjolkanlah  diri Anda pada aspek tersebut. Anda berhak memuji diri sendiri (dalam hati) atau bahkan memberi hadiah untuk diri sendiri ketika Anda mencapai prestasi tertentu. Jangann menunggu orang yang menghargai karya Anda. Anda berhak menentukan kriteria suskses sesuai dengan pikiran anda. Jangan biarkan diri Anda diremehkan oleh orang lain. Bertemanlah dengan mereka yang mau mengakui keunggulan atau kemampuan dan prestasi Anda.

5.       Terimalah keterbatasdan Anda serta bertwerima kasihatas segala hal yang Anda miliki. Kesehatan, panca indera yang lengkap, bahkan keluarga dan teman-teman yang dapat memberi inspirasi dan pelajaran hidup.

6.       Berpikir dan bersikap positif. Hindari rasa dendah diri, atau menilai diri sendiri secara negatif dan rendah. Jangan pula biarkan orang lain memandang diri anda rendah. Segera temukan kelemahan diri Anda sendiri dan perbaiki, atau terima jika itu sesuatu yang tidak mungkin di rubah. Terkadang orang memandang rendah mereka yang berasal dari kampung, dan mendapat label:’Kampungan’. Kalau terjadi demikian, terima aja karena memang Anda berasal dari kampung (bukan kota) tapi tiu bukan alasan untuk tampil rendah diri. Temukan kompensasi, atau keunggulan tertentu untuk menutupi hal tersebut. Misalnya: dengan ketangkasan berolah rga atau kepandaian dalam berhitung, dll.

7.       Lihatlah wajah Anda yang tersenyum lebarrrrr di depan cermin. Teori “facial feedback theory” menyatakan bahwa ekspresi muka seseorang dapat memicu otak untuk bereaksi seperti tampilan muka. Jadi dengan senyum di depan cermin bercermin maka orak anda  akan merasa senang menikmati senyum tersebut. Lakukan setiap hari, dan otak anda akan menciptakan rasa bahagia dan percaya diri.

8.       Pegang teguh prinsip hidup Anda.  Ini biasanya terkait erat dengan ajaran atau pesan-pesan moral yang diberikan oleh orang tua kita, atau bahkan guru agama. Mungkin beberapa orang sulit atau belum menemukan prinsip hidup yang dimaksud. Secara sederhana saya mau memberikan masukan, dengan pertanyaanya: apa nasehat dari orang tua yang paling anda ingat dan berpengaruh pada hidup Anda? Jika Anda tidak tahu jawabannya, maka sebaiknnya Anda perlu banyak minta maaf dan bersikap lebih sopan kepada orang tua.

9.       Rajin menolong orang lain. Ini akan memberikan pengaruh yang luar biasa pada rasa percaya diri Anda. Mereka yang Anda tolong secara sadar atau tidak akan menghaturkan terima kasih baik diucapkan atupun melalui sikap dan perbuatannya. Tetapi perlu diingat, jangan pernah menolong orang lain karena mengharap pamrih. Lakukanlah dengan ikhlas. Anda menolong orang karena itu tidak membawa kerugian kepada Anda atau itu akan membuat hati Anda senang.

10.   Buang kekhawatiran Anda. Terkadang kita mengkhawatirkakn hal-hal yang kurang rasional. Apa yang kita khawatirkan hari ini, terkadang juga menjadi kehatiran kita pada beberapa hari yang lalu, dan terbukti tidak terjadi apa-apa. Untuk itu mengapa Anda harus menghawatirkannya, sementara itu tidak real.


Categories: TIPs Tags: