Your Ad Here

Search Results

Keyword: ‘apa harapan setelah lulus’

Korban Ujian Nasional

May 2nd, 2010 ayad No comments

Mengapa ujian nasional menakutkan?

GUSTI Ayu Riska Lestari duduk bersandar di kursi. Dara enam belas tahun itu mengeluh pusing. Mulutnya masih bau sisa racun serangga. Mukanya pucat. Dengan wajah muram, dia bercerita tentang prahara pada Senin 26 April 2010: tatkala dia gagal Ujian Nasional.

Pagi itu, siswa SMU PGRI I Maros, Sulawesi Selatan ini galau menanti hasil ujian. Dia teringat kata-kata ayahnya: jangan sampai tak lulus. Hasil ujian itu kini terbentang di depan mata. Pada bidang studi matematika Riska dapat angka 3. Lalu ada tulisan ‘UL’ alias ulang. Sekejap, dunia Riska pun seperti runtuh.

Dia berlari pulang. Perasaannya tak menentu, kecewa campur takut. Dia mampir ke warung depan rumah, membeli obat anti serangga seharga Rp 16.000. Pikirannya kacau. Lalu diteguknya cairan maut itu. “Saya tidak bisa menerima kenyataan tidak lulus. Saya stres dan putus asa,” kata Ika kepada VIVAnews, Kamis 29 April 2010.

Tak lama, Riska pun roboh. “Tiba-tiba kepala saya langsung pusing, dan terasa panas,” ujarnya. Ketika sadar, dia berada di Rumah Sakit Salewangan, Maros. Untung, nyawanya terselamatkan.

Dia sangat menyesal telah berbuat bodoh seperti itu.  “Saat itu saya kalap dan nggak tahu harus berbuat apa,” kata dia. Dengan senyum lemah, Riska mengaku masih punya harapan, yakni bisa lulus dalam ujian ulangan pada 11-14 Mei 2010 nanti.

Kalap, takut, dan galau itu ternyata menyebar. Di Wonogiri, Jawa Tengah, Virginia Indah Hargarini, siswi SMU Pancasila di kabupetan itu turut gelap mata.  Setelah paman sekaligus gurunya, Tukijo mengabarkan kabar buruk dia gagal ujian nasional, Indah menyambar kaleng semprot di dekatnya, dan menenggak isinya.

Untung, dia juga selamat setelah dilarikan ke Rumah Sakit Marga Husada. Rupanya kaleng semprot itu berisi cairan pengharum ruangan.

Tapi di Jambi, ada tragedi lain. Wahyuningsih, 19 tahun, kaget ketika membuka amplop pengumuman pada Senin 26 April 2010. Siswi SMKN 3 Muaro Jambi itu tak lulus. Padahal untuk pelajaran Bahasa Indonesia, dia paling tinggi di sekolahnya. Tapi nilai matematikanya hancur, 3,8, kurang 0,2 poin dari batas lulus.

Dia sebelumnya adalah juara kelas. Tapi kini, dia satu-satunya murid yang tak lulus. Hartinya hancur. Ningsih histeris, tubuhnya berguncang dan jatuh. Dalam kondisi galau, Ningsih diantar pulang. Lalu, entah bagaimana, dia ditemukan tergeletak dengan mulut berbusa. Sisa-sisa fungisida ada di dekatnya. Meski sempat dilarikan ke rumah sakit, nyawa Ningsih tak selamat. Dia tewas. Ujian nasional telah memakan korban.

Artikel ini di adopt dari VIVANews.Com


BHP untuk Pelajar

August 5th, 2009 ayad No comments

HBP untuk Pelajar

Oleh Hayadin

Badan Hukum Pendidikan biasa disingkat BHP merupakan salah satu isu yang hangat dalam kampanye pilpres 2009 -2014. BHP yang ditetapkan oleh DPR melalui Undang-Undang No 9 tahun 2009, sejak awal (dibahas oleh DPR) telah menuai protes dari berbagai kalangan masyarakat (juga mahasiswa). Beberapa kelompok masyarakat menilai bahwa produk hukum tentang pendidikan tersebut akan melahirkan praktek liberalisasi dan kapitalisme di dunia pendidikan, yang pada gilirannya akan membawa dampak dimana dunia pendidikan akan dikuasai oleh institusi swasta dan asing dan kesempatan pendidikan masyarakat miskin akan hilang.

Kepentingan Pelajar terhadap Dunia Pendidikan

Salah satu hal utama yang dibutuhkan oleh pelajar adalah kesempatan untuk memperoleh pendidikan (menu pembelajaran) yang relevan, bermutu dan terjangkau atau murah mulai dari tingkat usia dini hingga tingkat lanjut. Setiap pelajar dan anak Indonesia membutuhkan menu pembelajaran yang sesuai dengan minat dan bakatnya serta tuntutan masa depannya. Menu pelajaran tersebut memiliki bobot mutu yang tinggi sehingga dapat diandalkan untuk bersaing secara terbuka di era globalisasi, dan semua itu dapat diperoleh secara terjangkau (murah atau gratis).

Capres Cawapres 2009 - 2014

Capres Cawapres 2009 - 2014

Menu pelajaran seperti itu akan dapat menjamin teraktualisasikannya segala potensi yang dimiliki oleh anak dan teratasinya segala kelemahan yang dimiliki oleh anak dalam rangka meraih masa depannya yang gemilang. Prasyarat  untuk memperoleh menu pelajaran seperti tersebut di atas adalah tersedianya institusi pendidikan yang dilengkapi dengan fasilitas pembelajaran dan sumber daya manusia kependidikan yang berkualitas pula. Sampai disini, maka logika bangsa kita (baik masyarakat ataupun pemerintah) akan selalu merujuk pada faktor dana yang kurang sebagai alasan pembenar dari belum terpenuhinya harapan dan kepentingan pelajar untuk menikmati menu pembelajaran yang ideal.

Praktek Kapitalisme dan Liberalisasi Pendidikan

Logika minimnya anggaran (baik oleh pemerintah ataupun oleh masyarakat) sebagai masalah untuk melahirkan menu pembelajaran yang bermutu dan relevan mendorong lahirnya pemikiran untuk melibatkan pihak swasta pemilik modal (kapital) dan bahkan pihak asing (yang memiliki modal besar) dalam praktek pendidikan nasional. Keterlibatan mereka oleh pemerintah dianggap akan menjadi solusi dalam praktek pendidikan. Dan bagi pihak swasta dan asing itu adalah kesempatan untuk merealisasi dan menunjukan jati dirinya yang berorientasi kapitalisme. Keterlibatan mereka dalam dunia pendidikan merupakan siklus bisnis yang secara langsung atau tidak langsung harus membawa keuntungan baik jangka pendek ataupun jangka panjang.

Filosofi bisnis menjadi salah satu landasan dalam praktek pengelolaan pendidikan oleh pihak swasta. Aset untuk investasi dan kapitalisasi merupakan pertimbangan yang lazim dalam dunia bisnis yang juga diterapkan dalam dunia pendidikan. Melalui landasan seperti ini, maka lembaga pendidikan swasta atau asing selalu survive dan unggul baik pada tampilan fisik ataupun pada kualitas output dan outcome pendidikannya.

Dengan dukungan modal (kapital) yang besar, mereka mampu mendirikan bangunan dan lingkungan pendidikan (sekolah atau kampus) yang luas dan megah dengan ditunjang oleh fasilitas pembelajaran yang memadai. Mereka mampu membuka jurusan atau fakultas keilmuan yang baru dan relevan dengan tuntutan persaingan zaman yang didukung oleh tenaga pengajar yang ahli dibidangnya. Customernyapun dijanjikan dan dijamin puas dengan layanan akademis yang dimiliki.

Tentu, aset yang megah dan menelan biaya besar tersebut, harus menghasilkan revenue bagi Institusi. Dan mahasiswa menjadi salah satu sumber pemasukan untuk mendanai atau membiayai anggaran pendirian lembaga dan membiayai tenaga pengajar yang berkualitas. Oleh karena itu pada prakteknya, kita menemukan bahwa biaya yang harus dikeluarkan oleh pelajar pada sekolah swasta atau sekolah asing lebih mahal dari pada lembaga pendidikan lainnya di tanah air. Walhasilnya, hanya pelajar yang berasal dari tingkat ekonomi menengah ke ataslah yang dapat menikmati pendidikan tersebut.

Keberpihakan pada Pelajar

Berdasarkan gambaran tentang liberalisasi dan kapitalisme pendidikan seperti di atas, maka sudah barang tentu pelajar Indonesia yang berasal dari keluarga dengan status ekonomi menengah ke bawah tidak akan memiliki kesempatan mengakses pendidikan yang relevan, bermutu dan bermanfaat yang mayoritas disediakan oleh lembaga pendidikan swasta atau asing. Hal ini jika dibiarkan dapat membawa dampak sosial politik yang kompleks. Oleh karena itu negara melalui pemerintah wajib menjamin agar seluruh warga negara usia sekolah (pelajar) termasuk mereka yang memiliki kemampuan finansial rendah, mendapat kesempatan untuk memperoleh menu pembelajaran yang berkualitas, relevan dan bermanfaat.

Secara eksplisit dalam teks Badan Hukum Pendidikan seperti tertuang dalam Undang-Undang No. 9 tahun 2009, fasal 40 ayat 3, menjamin hal tersebut di atas, sebagai berikut: “Badan Hukum Pendidikan (BHP) menyediakan anggaran untuk membantu peserta didik Warga Negara Indonesia yang tidak mampu membiayai pendidikannya, dalam bentuk: beasiswa, bantuan biaya pendidikan, kredit mahasiswa, dan pemberian pekerjaan kepada mahasiswa. Dan pada bagian yang lain disebutkan bahwa “Badan Hukum Pendidikan (BHP) wajib menjaring dan menerima sebanyak 20% mahasiswa yang kurang mampu dan memiliki potensi akademik tinggi”.

BACA JUGA:

Kebijakan Pembangunan untuk Pelajar


Kemana setelah Lulus

July 3rd, 2009 ayad No comments

Kemana setelah lulus???

Oleh: Mr. pmd

Pelajar harapan bangsa

Pelajar harapan bangsa

Barusan saja kita menyaksikan tontonan yang fenomenal tentang perayaan suka cita dan tangis duka adik-adik yang duduk di jenjang sekolah menengah yang menerima hasil pengumuman ujian nasional. Hal tersebut merupakan prosesi pelengkap dari irama kehidupan sekolah zaman sekarang. Ada yang setuju dan ada yang kurang respek..

Terlepas dari pro-konta terhadap perilaku pelajar tersebut, satu hal yang penting dan utama untuk diingatkan kepada para pelajar yang baru saja tamat adalah, “kemana setelah lulus“?

Apa langkah selanjutnya?

So, what?

Lulus?  Lalu apa!

Bagi pihak sekolah, kelulusan merupakan momentum untuk melepaskan para siswa. Sekolah secara formil telah menyelesaikan tugas dan fungsinya untuk membentuk masa depan sang anak, terlepas dari relevan atau tidaknya materi, pengetahuan, informasi, serta pengalaman yang diberikan. Apapun yang terjadi dengan sang anak dalam kehidupannya, sekolah tidak bertanggung jawab bahkan sekolah tidak mau tahu. Karena sekolah telah melepaskan siswanya. Sekolah bahkan tidak mau tau kemana anak-anak ini pergi setelah lulus. Pokoknya adalah lepas.

Nah, untuk para orang tua dan anak, tentu berbeda (dengan sekolah) status dan posisinya. Sang anak harus melanjutkan proses belajarnya, dan orang tua harus menjadi pihak pendukungnya. Tentu bagi mereka yang beruntung masih memiliki orang tua, mampu dan peduli. Bagi sebagian anak yang tidak memiliki orang tua tentu semuanya harus dipikul sendiri. Yah, tanpa lembaga sekolah tentunya. Karena sudah lepas.

Bagi para orang tua dan anak yang akan melanjutkan proses belajarnya, kami memberikan saran sebagai berikut:

  • Kenalilah sasaran profesi yang mau diraih pada tiga, atau lima tahun yang akan datang.
  • Kemudian pilihlah jalur pendidikan yang mendukung untuk meraih pilihan anda (anak anda).
  • Secara umum, ada dua jenis jalur pendidikan, yakni: pendidikan vokasional (berorientasi keterampilan kerja) dan pendidikan non-vokasional (berorientasi gelar).
  • Secara sederhana, pilihannya dapat berupa: kuliah, kursus, magang, langsung kerja.
  • Kuliah? Ada beberapa pilihan, yakni: diploma, akademi, politeknik, universitas, pendidikan tinggi dan / atau sekolah tinggi. Beberapa ada yang bersifat ikatan dinas. Lakukan pengamatan terlebih dahulu lembaga pendidikan tinggi yang mau anda masuki. Sebaiknya lakukan dulu penelitian (searching) melalui internet.
  • Kursus? Ada banyak pilihan sesuai bakat dan minat anda. Dari satu bulan hingga satu tahun.
  • Magang atau langsang kerja, ini juga pilihan yang tidak kalah bagus.
  • Perhatikan bakat, minat, dan kemampuan anda dalam memilih beberapa pilihan tersebut; jangan ikut-ikutan teman. Masing-masing pilihan punya konsekwensi masa depan yang berbeda.

Kekuatan Harapan

May 9th, 2009 ayad 3 comments

Audacity of Hope, Karya: Barack Husein Obama

Oleh: Pmd

Harapan merupakan salah satu sumber motivasi manusia untuk melakukan sesuatu. Ia berasal dari dalam dirinya sendiri, bukan atas dorongan atau godaan orang lain. Orang yang memiliki harapan biasanya memiliki motivasi yang tinggi karena ia punya alasan mengapa ia melakukan sesuatu, yakni untuk memenuhi harapannya.

Klik Gambar ntuk dapatkan Bukunya (pakai kartu kredit)

Klik Gambar ntuk dapatkan Bukunya (pakai kartu kredit)

Kekuatan sebuah harapan (the audacity of Hope) merupakan salah satu buku terbaru dari Barack Hussein Obama, yang kini menjadi Presiden Negara Adi Kuasa Amerika.

Buku tersebut merupakan rangkuman pengalaman dan pikiran beliau sejak tahun 2004, dimana ia berprofesi sebagai dosen Hukum di salah satu perguruan TInggi di Amerika. Ketika itu juga ia telah mulai berkecimpung di dunia politik, yang menjadi Kendaraan Beliau menuju orang nomor satu di USA.

Isu buku tersebut secara umum merupakan respon beliau atas berbagai issu sosial politik yang terjadi di Amerika, mulai dari issu pendidikan, kesehatan hingga peran di Iraq. Salah satu ucapan Beliau yang paling populer dan menarik adalah : “There is not a Black America and White America and Latino America and Asian America – there’s the United States of America.”

Salah seorang editor buku menyatakan “Obama’s title hence attempts to elicit a subconscious feeling that “Obama has the audacity of Dean, but with Clinton’s chances of success.”

Pelajar Indonesia, gantungkan harapan Anda setinggi langit, dan kejarlah. Jika Anda tidak menggapai Matahari, anda akan tersangkut di pepohonan atau di atas gunung yang tinggi, atau bahkan mencapai bintang.

Setelah ujian (semoga lulus) tentukan pilihan studi dan masa depan dengan bijak. Kejarlah harapan Anda. Apapun yang ada dalam pikiran Anda, itu tidak salah. Anda harus mencobanya.

Incoming search terms:


pelatihan

January 15th, 2008 ayad No comments

PMD (PETA MASA DEPANKU) dirancang sebagai instrumen untuk memandang masa depan secara realistik. Gagasan Peta Masa Depanku yang sudah diterbitkan menjadi buku telah dilengkapi dengan paket pelatihan bagi adik-adik pelajar Indonesia. Dengan pelatihan ini diharapkan setiap pelajar Indonesia dapat memiliki Masa Depan yang lebih baik.

Tanpa perencanaan yang jelas dan terarah, maka anak-anak dan remaja bersekolah hanya atas tuntutan irama sosial, dan kesenangan atau paksaan semata. Mereka tidak memiliki harapan sebagai alasan untuk belajar, berjuang mengukir prestasi dan kesuksesan sejak dari sekolah. Potensi dan gejolak emosi kemudaan dan keremajaan mestinya dibingkai dan diarahkan secara fokus (goal oriented) sehingga teraktualisasi secara positif.

PETAMASADEPANKU.NET (pmd Management Center) hadir untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Bersama-sama dengan pendidik dan tenaga kependidikan di sekolah; Dinas, Kantor, Agen atau Lembaga Pendidikan bersinergi untuk menciptakan pelajar yang rajin, disiplin, kreatif, patuh pada orang tua dan guru, serta berorientasi tujuan.

Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional telah memberikan dasar dan arahan agar setiap pelajar (anak sekolah) menjadi manusia yangn lebih baik di masa yang akan datang. Kemudian diperkuat dengan Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2005 tentang Standard Nasional Pendidikan dan juga Permendiknas No. 22, 23, dan 24 Tahun 2006 tentang Standard Isi (SI), Standard Kompetensi Lulusan (SKL) dan strategi pelaksanaannya. Kebijakan Pemerintah yang terakhir secara tersurat menyatakan perlunya setiap anak sekolah mendapat bimbingan “Pengembangan Diri”.

Secara khusus kami menyuguhkan program pelatihan kepada Pelajar Sekolah Menengah Pertama, dan Tsanawiyah atau yang sederajad kejar paket B, Sekolah Menegah Atas, Menengah Keterampilan, Pelajar Madrasah Aliyah dan sederajad, kejar paket C.

Ada 4 MATERI POKOK yang digunakan dalam pelatihan pmd, yakni: Garis Waktu, Peta Masa Depanku, Portopolio Masa Depanku, dan Self-Assesment (penilaian Diri).

TUJUAN UTAMA kegiatan ini adalah menanamkan Peta konsep Masa Depan dalam pikiran (otak dan jiwa) pelajar Indonesia.
Dan secara terperinci tujuan dari kegiatan ini adalah:
1). Memberikan pengetahuan tentang pengambilan keputusan dan perencanaan masa depan kepada pelajar.
2). Memberikan orientasi tentang Peta Masa DepanKu, sebagai instrumen perencanaan studi & masa depan pelajar Indonesia.

MANFAAT yang diperoleh peserta pelatihan pmd adalah sbb:
1). Sikap positif, dan Wawasan tentang pengetahuan yang mengedepankan kemajuan dan masa depan yang lebih baik;
2). Wawasan tentang strategi meraih cita-cita;
3). Sikap positif dan Wawasan tentang perilaku hidup sehat dan terencana
4). Motivasi berprestasi dan motivasi belajar.
5). Keterampilan membuat keputusan dan rencana pribadi tentang studi, profesi, karier, dan masa depan.

WAKTU Pelatihan dapat diselenggarakan dengan durasi 1 hari (8 jam) efektif dan 3 hari (27 jam) efektif. Paket pelatihan 1 hari BERTEMPAT di Sekolah. Sementara untuk paket pelatihan 3 hari, dapat dilaksanakan di sekolah dan dapat pula di tempat lain yang aman dan nyaman.

Kegiatan ini BERBENTUK Semi – Training (seminar & pelatihan). Dengan METODE ceramah, mentorship, games, simulasi, self-reflection, puzzle, dan Brain-Gym. Kegiatan BERSIFAT Terbuka, funky, bersahabat, disiplin, DAN focus. INDIKATOR keberhasilan setelah mengikuti pelatihan pmd adalah:
a. Setiap peserta dapat membuat Peta Masa Depan mereka sendiri
b. Setiap peserta dapat mengetahui proses (steps) membuat keputusan dan rencana pribadi tentang studi, profesi, karier dan masa depan.
c. Respon pasca pelatihan (menggunakan PMD ID Card)

Peserta yang telah mengikuti pelatihan pmd, mendapat kesempatan untuk menjadi mentor pada pelatihan pmd. Mereka mendapat kesempatan terlibat pada kegiatan pmd yang lain seperti: diskusi dan dialog masa depan. Selain itu PMD akan memberikan laporan kepada Sekolah dan orang tua murid (melalui sekolah) tentang status, kondisi, dan kecenderungan orientasi masa depan anak. Laporan tersebut dibuat berdasarkan penilaian yang dilakukan selama dan sesudah pelatihan.

So, mari kita bekerjasama dalam membangun generasi muda bangsa yang cemerlang.

Masa depan bangsa tergantung pada kesiapan dan kualitas individu pelajar hari. Terima kasih. Hubungi kami di: petamasadepanku007@yahoo.co.id

Cheeersssssssssssss!!!!!


Categories: Uncategorized Tags: