Your Ad Here

Archive

Archive for the ‘Refleksi’ Category

Doa awal tahun

December 17th, 2009 ayad No comments

DOA AWAL TAHUN HIJRAH

Setelah sebelumnya, di senja akhir hari tahun 1430 H, kini di pagi hari bersamaan dengan cahaya fajar yang menghantarkan Sang Surya menerangi tahun baru 1431H, marilah kita awali dengan bermunajat kepada Allah SWT semoga segala cita-cita, rencana, keinginan dan harapan yang kita tulis untuk tahun 1431 H, dapat terwujud dengan baik.

Do'a awal tahun Hijriyah

Do'a awal tahun Hijriyah

Segala puji hanya bagi Allah, Tuhan yang memelihara dan menguasai alam semesta. Salawat dan salam ke atas junjungan kami Nabi Muhammad S.A.W. serta ahli keluarga dan para sahabatnya.

Ya Alllah, Engkaulah yang kekal abadi untuk selama-lamanya. Demi kelebihanMu yang Maha Agung dan kemurahanMu yang melimpah, sesungguhnya pada tahun ini aku memohon kepadaMu perlindungan daripada syaitan yang terkutuk, dari sekalian kroni-kroninya, tenteranya dan penolongnya. Aku juga memohon perlindungan dari nafsu amarah yang sentiasa mendorong ke arah kejahatan dan melalaikan dengan perkara yang tidak bermanfaat daripada mendekatkan diriku kepadaMu.

Salawat dan salam kepada junjungan kami Nabi Muhammad. Segala puji hanya bagi Allah, Tuhan yang memelihara dan menguasai alam semesta.


Doa akhir tahun

December 17th, 2009 ayad 3 comments

DOA AKHIR TAHUN HIJRAH

Do’a merupakan salah satu senjata dan kekuatan orang yangn beriman kepada Allah SWT. Di dalamnya terkandung renungan, harapan, kecemasan, dan (sekaligus) optimisme terhadap kondisi yang lebih baik. Berdoa merupakan perwujudan sikap dan perilaku yang rendah di hadapan Tuhan Sang Pencipta. Berda’a juga merupakan perwujudan sikap pantang menyerah menghadapi realitas kehidupan. Karena di balik do’a tersirat harapan yang besar.

Do'a Akhir Tahun

Doa akhir tahun

Segala puji hanya bagi Allah, Tuhan yang memelihara dan menguasai sekalian alam semesta. Salawat dan Salam kepada junjungan kami Nabi Muhammad S.A.W. serta ahli keluarga dan para sahabatnya.

Ya Allah, sesungguhnya pada tahun ini aku telah melakukan laranganMu tetapi aku masih belum bertaubat sedangkan Engkau tidak ridlo dan melupakan perkara itu. Engkau telah menangguhkan azabMu yang telah ditetapkan kepadaku. Engkau telah memerintahkan supaya aku bertaubat dari kesalahan itu. Sesungguhnya pada hari ini aku memohon keampunan dariMu, ampunilah aku dan apa yang telah aku lakukan pada tahun ini yang Engkau redai dan Engkau janjikan pahala maka aku memohonnya daripada Engkau. Ya Allah, ya Karim, ya Zaljalali wal ikram.

Salawat dan salam kepada junjungan kami Nabi Muhammad S.A.W serta ahli keluarga dan para sahabatnya. Segala puji hanya bagi Allah, Tuhan yang memelihara dan menguasai sekalian alam.


Sumpah Pemuda

October 27th, 2009 ayad No comments

Sumpah Pemuda juga Sumpah Pelajar

Oleh Hayadin

28 Oktober yang diperingati sebagai hari Sumpah Pemuda merupakan momentum histories yang sangat berarti bagi perjalanan bangsa dan Negara Indonesia. Pada tanggal tersebut di tahun 1928, para pemuda dari berbagai suku bangsa di kepulauan nusantara menyatakan persetujuannya untuk menghilangkan rasa kedaerahan masing-masing dan pada saat yang bersamaan menyetujui 3 hal utama, yakni: Tanah Air (identitas kewilayahan) yang satu, identitas Kebangsaan yang satu dan identitas kebahasaan yang satu. Ketiga identitas tersebut terakumulasi dalam kata “Indonesia” satu.

Persetujuan tersebut dinyatakan dalam bentuk sumpah dan janji yang tertulis dan sekaligus diikrarkan untuk didengar oleh penduduk Indonesia yang lain, serta penduduk dunia (khususnya bangsa penjajah yang pintar memecah belah).

Saat itu mayoritas penduduk pribumi di nusantara terpecah belah dan susah untuk bekerjasama. Setiap suku dan komunitas hanya memikirkan keselamatan dan eksistensi dirinya bahkan memandang suku dan daerah lainnya sebagai musuh. Rakyat tidak mengetahui kapan keadaan tersebut akan berubah. Bahkan rakyat memandang kalau keadaan tersebut merupakan bagian dari nasib yang harus dijalani dan entah sampai kapan dapat berakhir.

Tentu berbeda dengan para pemuda yang terpelajar (mereka belajar hukum, belajar ekonomi, mendalami agama secara benar, belajar berorganisasi, bahkan belajar politik). Mereka memiliki kecerdasan dan kesadaran histories yang melewati zamannya. Mereka ini menyadari bahwa kondisi keterjajahan yang dialami oleh seluruh rakyat di nusantara dapat dirubah melalui serangkaian ikhtiar yang cerdas, strategis, dan sistematis. Dan mereka menularkan kesadaran tersebut kepada seluruh rakyat di nusantara.

Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928 saat itu, merupakan tahapan sejarah yang dipersiapkan menuju kebebasan dari penjajah. Karena prasyarat untuk merdeka adalah persatuan seluruh komponen masyarakat di seluruh nusantara untuk berjuang melawan kehendak asing yang ingin menjajah bangsa kita selamanya. Dengan kesadaran untuk bersatu, maka seluruh resources yang ada di tanah air kita menjadi alat dan kekuatan untuk memerangi kehendak penjajah dan menyatakan kemerdekaan diri sebagai negara dan bangsa yang berdaulat.

Momentum tersebut terbukti efektif membangkitkan kesadaran bangsa untuk menjadi merdeka dan tidak mau lagi dijajah. Berbagai perlawanan kepada penjajah terjadi secara masif di seluruh wilayah nusantara oleh berbagai komponen masyarakat. Titik kulminasi dari kesadaran bersatu tersebut kemudian melahirkan kemerdekaan bangsa pada tahun 1945 (17 Agustus).

Apresiasi yang tinggi serta rasa hormat yang dalam patut kita berikan kepada mereka yang secara langsung atau tidak langsung terlibat mengorganisir dan merencanakan event Kongres Pemuda tanggal 28 Oktober 1928. Mereka adalah pelajar yang sedang menuntut ilmu. Ilmu pengetahuan dan kecerdasan yang dimiliki telah mendorong mereka untuk merubah nasib bangsanya. Dirgahayu Indonesia.

Berita Relevan lainnya:

Pelajar Ideal

Mempertegas orientasi Masa Depan


Mereka Mati Syahid

October 2nd, 2009 ayad No comments

Mereka Syahid dalam Menuntut Ilmu

Oleh: Mr pmd

Inna Lillah, Wainna Ilaihi Roji’un. SEsungguhnya kita adalah milik Allah (Sang Pencipta) dan semua kita akan kembali kepadaNya. Hati kita menangis, dan tanpa sadar air mata menitik bahkan menetes ketika membaca dan menonton berita malapetaka dan ujian yang melanda Bangsa Indonesia khususnya sudara kita yang tertimpa dan menjadi korban Gempa di Padang Sumatera Barat.

Reruntuhan bangunan menimpa pelajar yang sedang belajar di dalamnya

Reruntuhan bangunan menimpa pelajar yang sedang belajar di dalamnya

Gempa bumi dengan kekuatan 6,8 SR yang terjadi pada hari Rabu, 30 September 2009 sore telah menewaskan ratusan (bahkan masih terdapat ribuan) korban, yang tertimbun reruntuhan serta puing-puing gedung. Banyak di antara korban tersebut adalah anak-anak dan pelajar.

Salah satu koran nasional hari ini menurunkan berita headline bahwa 60 orang siswa tertimbun reruntuhan gedung tempat mereka belajar. Para pelajar tersebut sedang menuntut ilmu pada suatu lembaga bimbingan belajar ketika gempa tersebut terjadi. Tidak ada seorangpun dari pelajar tersebut yang menyangka akan terjadi gempa seperti itu. Di tengah keasikan dan kekhusuan belajar, tiba-tiba Sang maut datang menjemput dengan caranya sendiri. Ia datang tanpa memilih siapa yang akan Ia ambil untuk diantar ke sisi Sang Pencipta.

Di dalam Kitab suci Al-Qur’am Allah berfirmann bahwa: “Niscaya Allah akan meninggikan beberapa derajat orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat (Qur’an Al mujadalah 11). Dan dalam sebuah Hadits Shahaih dinyatakan bahwa Seseorang yang keluar dari rumahnya untuk menuntut ilmu niscaya Allah akan mudahkan baginya jalan menuju Syurga (Shahih Al jami).  Hal yang sama diriwayatkan pula oleh At-Tirmidzi, bahwa ” Siapa yang keluar rumah untuk menuntut ilmu maka dia berada di jalan Allah (fii Sabilillah) sampai ia kembali (Shahih Tirmidzi).

SEmoga ujian ini dapat memberikan pelajaran dan kekuatan bagi bangsa Indonesia dan pelajar Indonesia (khususnya) untuk lebih cerdas, waspada, berani, dan sungguh dalam menuntut ilmu serta dalam membangun kehidupan yang lebih baik. Allah SWT berfirman: “Inna Ma’al Usri Yushra”. Sesungguhnya bersama (setelah) kesulitan (bencana dancobaan) pasti ada kemudahan. Ini adalah janji Allah kepada orang-orang yang beriman.

Mari kita bantu saudara-saudara kita yang sedang tertimpa bencana, baik di Padang Sumatera Barat, ataupun daerah lainnya seperti Tasik Malayaya Jawa Barat, dan lain-lain. Solidaritas, kekeluargaan, persatuan, dan bersimpati adalah perbuatan yang mulia di sisi Allah SWT. Yaa Allah berikanlah kekuatanMu, KesabaranMu, KecerdasanMu kepada kami semua dan khususnya kepada mereka yang sedang dirundung malang dalam menghadapi UjianMu ini. Allahumma Laa sahla illaa maa ja’altahu sahlan wa anta taj’alul hazna idzaa syi’ta sahlan. Amieen Yaa Raobbal mien.


Ramadhan 1430 H

August 21st, 2009 ayad No comments

pmd Management Center

Mengucapkan SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA RAMADHAN 1430H. Semoga kita semua kuat, sehat dan konsisten menjalankan ibadah.

Ramadhan Mubarok

Ramadhan Mubarok

Kami juga mengajak kawan-kawan dan handai taulan terutama adik adik pelajar untuk menjadikan puasa dan ibadah lainnya di bulan suci Ramadhan sebagai LATIHAN. Jangan kurangi porsi belajar Anda hanya karena Anda sedang puasa. Buktikanlah bahwa Anda bisa produktif meskipun sedang PUASA. Anda pasti Bisa, dan Kita semua BISA. Amien Yaa rabbal Alamiin.