Warning untuk Pelajar Indonesia
Hari ini Senin tepat 1 Desember di peringati sebagai hari HIV/AIDS Internasional. Seluruh negara di Dunia melakukan aksi untuk memerangi, menanggulangi, dan mencegah penyebaran penyakit yang berbahaya ini. Di China misalnya, pemerintah dan kalangan NGO memasang spanduk besar yang menyelimuti stadion Olimpiade internasionall China yang pada beberapa bulan lalu dipertontonkan kepada publik Internasional.
Di Indonesia juga melakukan aksi yang serupa dengan berbagai bentuk dan pesan yang kaya. Pesan tersebut terrangkum dalam kalimat “”Yang Muda Yang Membuat Perubahan”. Baik lembaga pemerintah maupun LSM turut bersama-sama melakukan aksi.
Di tengah momentum peringatan tersebut, ada berita besar dan penting yang harus diperhatiakn oleh seluruh kompponen bangsa terutama para pendidik dan orang tua. Berdasar data statistik laporan kasus HIV/AIDS di Indonesia sampai Juni 2008, sekitar 57 persen total kasus HIV/AIDS menimpa orang berusia 15-30 tahun. Berita selengkapnya baca di
http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/12/01/0037527/57.persen.pengidap.berusia.15-30.tahun
Ini penting karena posisi mereka (pelajar dan pemuda) sebagai pelanjut estafet cita-cita perjuangan dan pembangunan bangsa. Merekalah yang pada 10 atau 20 tahun nanti akan menjadi pelaku (aktor) kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Dan pertanyaan sederhana tetapi penting untuk dijawab adalah, “Bagaimana kompetensi dan kualitas mereka pada masa depan (10 or 20 tahun ke depan) jika sebagian dari mereka telah menjadi korban HIV/AIDS?; Mampukah mereka berkompetisi dengan bangsa lain?”
Ribuan orang dan anak-anak Indonesia terancam virus mematikan ini. Tahun 2008, sebanyak 18.963 orang terjangkit HIV/AIDS, sekitar 798 orang di antaranya berusia 0-19 tahun. Jumlah ini masih jauh di bawah estimasi yang dibuat oleh Departemen Kesehatan tahun 2006, yaitu 193.000. DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Papua adalah tiga dari 33 provinsi dengan kasus tertinggi.





Recent Comments